Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Menjenguk Alex


__ADS_3

''Apa? Alex sakit?" pekik Selena


"Iya. Masak kau tidak tahu? Bukannya kau sahabatnya?" sahut Justin


"Ish.. Kau tahu sendiri jika aku sibuk, kan." gerutu Selena yang membuat Justin terkekeh. Dia terlalu sibuk untuk mengurusi urusan orang lain. Walaupun itu masalah orang yang dia cintai sekalipun. Tapi mendengar Alex sakit, bukankah ini kesempatan bagus untuk mengambil hati pria itu? Dia akan memberikan perhatiannya dan membuat Alex luluh.


Dia hanya tidak menyangka jika Alex bisa sakit, bahkan sampai di rawat di rumah sakit. Selama ini, pria itu terlihat selalu sempurna di depan publik. Bahkan Alex begitu rapi menyembunyikan kerapuhannya. Dan sekarang, entah karena apa tiba-tiba Alex sakit. Jika sampai di rawat, itu artinya pria itu sakit parah. Dan Selena ingin memastikannya.


"Kosongkan jadwalku untuk nanti setelah makan siang!! Aku ingin menjenguk Alex ke rumah sakit." lanjut Selena


"Baiklah."


Selena melakukan pemotretan untuk produk kecantikan di salah satu perusahaan besar. Selanjutnya dia pergi makan siang dengan bos pemilik perusahaan tersebut di salah satu restoran mewah dan memesan ruangan VIP untuk keduanya. Tentu saja mereka tidak hanya makan siang bersama, tetapi juga memberi kenikmatan satu sama lain.


Selena memang di kenal sebagai model terkenal di mata masyarakat. Tapi dia di kenal sebagai pemuas nafsu di kalangan bos perusahaan. Walaupun hal itu masih simpang siur karena Selena sangat pandai menutupi rahasianya dari publik. Dan mereka yang ingin menjatuhkan Selena, tidak mempunyai bukti akurat untuk menghancurkan sang model.


Sementara di tempat lain dan di waktu yang sama, Icha tengah bersantai menikmati camilan nya. Dia menonton edukasi tentang kehamilan di ruang santai.


Setelah keluar dari rumah sakit, dia sudah di suguhkan dengan banyaknya barang kebutuhan untuk ibu hamil, camilan sehat dan juga film-film tentang ibu hamil. Icha bisa menebak jika semua itu dari Alex. Tapi dia berfikir jika Alex melakukan hal itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk anak yang sekarang di kandungnya.


Padahal yang dia butuhkan adalah perhatian. Tapi jika mengingat perlakuan Alex padanya, entah mengapa membuatnya takut.


Dan sekarang, beberapa hari setelah dia keluar dari rumah sakit, dia merasakan kehampaan. Padahal ada Bi Siti yang selalu menemaninya. Bi Siti selalu mengajaknya berbicara, menyiapkan makanan sehat untuknya bahkan selalu memperhatikannya. Membuat Icha teringat dengan almarhum Ibunya. Tapi tetap saja dia merasa ada yang kurang.


Ting Tong Ting Tong

__ADS_1


Icha mengalihkan pandangannya dari layar televisi saat mendengar suara bel. Ada rasa takut tapi ada harapan jika yang datang adalah orang yang sangat dia rindukan. Dia beranjak dan mengintip siapa yang datang saat bi Siti membuka pintunya.


"Tuan Leo, silahkan masuk Tuan!!" seru bi Siti


"Tidak perlu bi. Aku datang hanya untuk memastikan keadaan nona Icha. Dan apakah ada yang di perlukan nona?" tanya Leo


"Ada, aku membutuhkan tuanmu." ingin rasanya Icha mengatakan hal itu. Tapi ucapannya tertahan. Dia tidak berani mengatakannya.


"Semua kebutuhan nona, masih banyak, Tuan. Susu hamil, sayuran, buah, lauk pauk dan vitamin. Semua masih lengkap. Hanya saja, aku melihat nona Icha sering melamun." ucap bi Siti


"Melamun?"


"Iya Tuan. Mungkin nona Icha membutuhkan refreshing seperti jalan-jalan atau pergi ke tempat hiburan."


"Kalau begitu, suruh tuanmu kemari untuk menemaniku." lagi-lagi Icha bergumam dalam hati. Hatinya sangat kesal mendengar ucapan Leo. Dia merasa jika Alex tidak perduli padanya.


"Ada apa denganku? Kenapa aku sangat kesal?" batin Icha. Dia bermaksud kembali ke ruang bersantai. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Leo.


"Jika Tuan Alex sudah membaik, beliau bilang akan mengunjungi nona. Nanti nona bisa pergi dengan Tuan Alex." seru Leo


Jantung Icha berdetak kencang. Dia meremas bajunya dan menghampiri Leo, "Apa maksudmu berkata jika Tuan Alex membaik? Apa dia sedang sakit?" tanya Icha yang terlihat khawatir


"Iya nona. Tuan Alex sakit setelah mengantar nona ke rumah sakit beberapa hari yang lalu. Dan sekarang, dia di rawat di rumah sakit." terang Leo


"Di_dia sakit apa? Apa aku boleh menjenguknya?"

__ADS_1


Bi Siti dan Leo saling pandang dan mengangguk pelan. Mungkin tidak masalah mengijinkan Icha untuk pergi menjenguk Alex. Apalagi ada Leo bersamanya. Dan Leo berharap dengan kedatangan Icha akan membuat Alex membaik. Karena jujur, Leo tidak tega melihat atasannya itu terbaring lemah di rumah sakit.


Dengan bantuan bi Siti, Icha memasak makanan untuk Alex. Dia akan membawanya nanti ke rumah sakit.


Bibir Icha terus mengembang membayangkan dia akan bercengkrama dengan pria yang berhasil mengambil hatinya. Sungguh dia sudah tidak sabar. Bahkan dia melupakan ketakutannya pada Alex. Yang ada di pikiran nya sekarang hanyalah ingin bertemu dengan Alex.


Semua itu tidak lepas dari pandangan bi Siti yang membantu Icha. Dia yakin jika Icha sangat merindukan Alex.


Makanan sudah siap. Icha memindahkan makanan tersebut di tempat bekal dan setelahnya dia pergi ke kamar untuk bersiap. Dia mengganti bajunya dengan baju yang lebih pantas dan memoles sedikit make up tipis di wajahnya. Setelah selesai, dia turun menemui Leo dan bi Siti dan bergegas untuk pergi ke rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan, Icha tak henti-hentinya tersenyum dan memeluk erat tempat bekal yang dia siapkan untuk Alex. Hal itu tidak lepas dari pandangan Leo yang melirik sekilas dari kaca spion. Dia bisa menebak, jika Icha mulai ada rasa dengan atasannya itu. Tapi sayang, Icha harus menelan kekecewaan karena dia tahu persis jika Alex tidak tertarik dengan cinta.


"Kita sudah sampai, nona." Leo turun lebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Icha. Dia mengantar Icha dan bi Siti keruangan di mana Alex di rawat.


"Tuan Alex ada di dalam. Silahkan masuk Nona!!" seru Leo


"Icha?Kau disini?" Ridwan menyapa Icha yang berdiri di depan kamar Alex dengan Leo dan seorang wanita tua.


"Iya dok. Saya ingin menjenguk Tuan Alex."


"Oh, kebetulan. Aku juga ingin memeriksanya. Ayo kita masuk bersama !!"


Icha mengangguk pelan. Dia menghela nafas perlahan dan memegang kenop pintu bersiap untuk membukanya. Tapi saat pintu terbuka, dia di buat terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.


Deg

__ADS_1


__ADS_2