Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Ungkapan Rasa


__ADS_3

Alex datang ke kantor dengan penampilan yang berbeda. Jika biasa nya dia terlihat berantakan karena efek mabuk, kini dia datang dengan penampilan yang berwibawa seperti dulu sebelumnya.


Ya, sepertinya nama Icha benar-benar manjur.


Setiap Alex melakukan sesuatu yang menurut Leo salah, Leo akan mengucapkan nama Icha dan Alex langsung bereaksi dan berhenti melakukan hal itu.


Seperti tadi saat dia membangunkan tuannya itu. Dia terpaksa mengunakan nama Icha agar Alex mau merapikan penampilan nya dan bergegas ke kantor karena sebentar lagi ada meeting penting.


Tapi perubahan Alex justru membuat karyawannya merasa kecewa. Pasalnya penampilan Alex yang asal-asalan kemarin membuat pria itu terlihat sangat tampan. Dengan dasi yang tidak terpasang rapi, lengan kemeja yang di naikkan sampai batas siku dan rambut Alex yang sedikit acak-acakan terlihat sangat seksi di mata mereka yang melihatnya.


Tapi sekarang, walaupun ketampanan Alex tidak berkurang, tapi pria itu terlihat dingin dan menyeramkan seperti sebelumnya.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Alex pada Leo


"Hari ini anda ada meeting dengan perusahaan Tuan Elio setelahnya pengecekan pembangunan di kota A dan ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani."


"Berikan proposal dari perusahaan tuan Elio. Aku akan mempelajarinya. Setelahnya kita langsung berangkat ke Kota A. Dan sambil menunggu rapat di mulai, berikan berkas yang harus aku tandatangani."


"Baik Tuan." Diam-diam Leo tersenyum dan keluar dari ruangan Alex untuk mengambil berkas yang di inginkan pria itu.


"Akhirnya Alex is back." Gumamnya dalam hati. Dia sangat senang karena dia tidak akan repot lagi setelah ini.

__ADS_1


Jujur, menghadapi Alex yang kemarin membuatnya mengeluarkan tenaga ekstra. Tidak hanya tenaganya yang terkuras tapi juga pikirannya. Dia harus lembur karena Alex terus saja mangkir dari tanggungjawab nya.


Tapi dengan menyebut nama Icha, Alex kembali seperti dulu lagi. "Heh... Kenapa tidak dari dulu aku menggunakan nama itu?" Leo tertawa pelan dan masuk ke ruangan nya guna mengambil proposal milik perusahaan Tuan Elio dan juga berkas yang harus di tandatangani Alex nantinya.


Dan hari ini semua berjalan lancar. Pertemuan dengan tuan Elio mencapai kesepakatan kerjasama yang saling menguntungkan. Dan pengecekan pembangunan di kota A juga tidak mengalami hambatan. Dan kini mereka sedang berada dalam perjalanan kembali ke perusahaan.


Hari masih sore, dan Alex berencana untuk lembur hari ini.


Mobil yang di kendarai Leo berhenti di lampu merah. Alex membuka kaca mobil dan melihat keluar di mana ada seorang pria yang menuntun istri nya yang tengah hamil besar.


Alex tersenyum. Dia membayangkan jika itu adalah dirinya. Dia menuntun Icha yang tengah hamil besar untuk jalan-jalan. Mereka membeli makanan dan duduk berdua menikmati makanan tersebut.


Tapi kemudian, terlihat seorang pria yang di wawancarai. Di sana pria itu menjawab semua pertanyaan dari wartawan. Tapi tiba-tiba pria itu mengucapkan pesan cintanya untuk seseorang yang di sambut sorakan dari orang-orang yang berada disekelilingnya.


Alex terdiam sejenak. Tapi kemudian terbit senyuman di bibirnya. "Aku ingin kau mengundang kameramen handal ke perusahaan sekarang."


"A_apa?"


"Aku rasa telingamu tidak bermasalah, Le." seru Alex


"Ba_baik tuan." Leo melajukan kembali mobilnya setelah lampu berwarna hijau. Dia merasa heran, untuk apa Alex meminta di carikan kameraman?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruangan Alex, kini sudah ada kameraman yang siap dengan kameranya untuk mengambil gambar dan Video yang akan di lakukan Alex.


Leo hanya terdiam menatap Alex yang terlihat duduk di sofa. Dia berhadapan dengan kamera yang menyala. Dan saat si kameraman memberi aba-aba, Alex mulai berbicara.


"Apa kabar Icha?"


Deg


Leo melebarkan kedua matanya. Kenapa tiba-tiba Alex menyebut nama Icha? Apa Alex berniat mengungkapkan hubungannya di depan publik? Tapi bukankah ini bagus?


"Aku harap di manapun kau berada, kau akan baik-baik." Alex terdiam sesaat dan menghela nafas panjang. "Icha, aku ingin meminta maaf padamu. Aku tahu aku salah. Dan kesalahan ku ini tidak bisa di maafkan. Tapi bisakah kau memberiku kesempatan? Anggaplah ini permintaan terakhirku, Icha. Aku ingin bertemu dengan mu dan memperbaiki hubungan kita."


"Aku memang bodoh karena percaya begitu saja dengan foto itu. Harusnya aku tidak gegabah dan mencari kebenarannya. Tapi aku justru mengusir mu dan calon anak kita. Bahkan aku memutuskan hubungan kita."


"Aku minta maaf, Icha." Alex menunduk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes.


"Aku ingin menepati janjiku untuk menikahi mu dan hidup bahagia dengan anak kita. Jadi aku mohon, kembalilah padaku!!"


"Aku... Aku mencintaimu sayang. Aku mohon kembalilah padaku."

__ADS_1


__ADS_2