
Setelah tahu jika sebentar lagi Diana akan mempunyai cucu, dia lebih sering pergi ke apartemen Alex. Dia ingin mengenal lebih dekat calon menantunya itu. Dia datang dengan membawa banyak makanan dan camilan, tidak lupa hadiah mewah untuk Icha dan bayinya.
"Harusnya nyonya tidak perlu repot-repot membawa begitu banyak barang untuk ku. Tuan Alex sudah memenuhi semua kebutuhan ku, nyonya." seru Icha
"Ck.. itukan Alex. Ini semua dari mommy. Mommy ingin memberikan yang terbaik untuk kalian berdua." ucap Diana sambil mengusap perut Icha
"Terimakasih nyonya."
"Kenapa masih memanggil nyonya? Sebentar lagi kau akan menikah dengan Alex. Itu artinya kau juga anakku, putri ku. Jadi panggil aku mommy. Sama seperti anak nakal itu memanggil ku." Pinta Diana
"Ta_tapi...
"Tidak ada tapi-tapian. Dan untuk Alex, jangan memanggil nya tuan. Tapi panggil dia sayang."
"A_apa?"
"Kenapa? Sebentar lagi kan kalian menikah, kau harus membiasakan memanggil nya sayang mulai sekarang."
"Ke_kenapa begitu?" tanya Icha
"Itu tradisi keluarga Wiratama." seru Diana
Icha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tradisi macam apa itu? Aneh sekali." batin Icha
Diana mengajak Icha untuk duduk di ruang bersantai. Mereka mulai melakukan pendekatan dengan menceritakan kehidupan masing-masing.
Icha adalah wanita yang sederhana. Pengorbanan nya untuk keluarganya begitu besar. Dan itu pasti karena Icha sangat menyayangi ibu nya sampai-sampai dia mengambil keputusan besar dengan berhenti sekolah.
Icha juga menceritakan bagaimana selama ini dia hidup dengan Alex. Apakah pria itu memperlakukan Icha dengan baik atau tidak. Tidak ada yang Icha tutup-tutupi. Bahkan saat Alex melakukan penyatuan dengan sangat kasar, dia ceritakan pada Diana.
Dengan malu-malu dia menceritakan secara detail karena wanita paruh baya itu memaksanya.
Dan anehnya, Diana bukannya marah tapi dia senyum-senyum tidak jelas. Entah apa yang di pikirkan wanita itu. Jika itu orang lain, mungkin dia sudah marah besar mendengar putranya melakukan hal itu.
Bukan Diana tidak marah, tapi dia lebih fokus pada Alex yang terkesan cemburu Icha dekat dengan pria lain. Dan dari semua yang Icha ceritakan padanya, dia bisa menyimpulkan jika Alex merasa nyaman dengan Icha. Pria itu mempunyai rasa pada Icha. Tapi dia tidak mau mengakuinya. Dan yang lebih konyol lagi, ternyata pria bertompel yang dia temui di pusat perbelanjaan ternyata adalah Alex. Benar-benar tidak bisa di percaya.
"Sekarang kau tidak perlu takut lagi. Jika dia melakukan sesuatu yang menyakitimu, katakan pada mommy. Mommy yang akan menghukumnya." seru Diana
"Terimakasih Mo_mommy."
Diana tersenyum dan memeluk Icha. Dia bersyukur Icha hadir di dalam kehidupan Alex. Dia bisa melihat, jika Alex mengalami banyak perubahan positif. Dan itu semua karena Icha.
"Ada apa ini?"
Icha dan Diana mengurai pelukan mereka dan menoleh ke arah suara seseorang yang saat ini berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Kau sudah pulang, Al?" tanya Diana
"Seperti yang Mommy lihat."
"Ck kau ini, apa tidak bisa kau menjawab mommy dengan benar."
"Apa ada yang salah dengan jawaban ku?" tanya Alex bingung. Dia memilih pergi ke dapur untuk mengambil minum.
"CK dasar bocah tua nakal. Tidak sopan sama sekali pada mommy nya sendiri." gerutu Diana. Dia terdiam sejenak dan tiba-tiba tersungging senyum aneh di bibirnya. Dia menatap Icha dan memberi kode lewat gerakan matanya
"A_ah... " Icha paham maksud diana. Dia berdiri dan menghampiri Alex di dapur. "Tumben sekali jam segini kau sudah pulang, sayang." seru Icha sambil memeluk Alex dari belakang yang saat itu tengah minum.
BRUUSH
Alex menyemburkan air yang di minumnya karena kaget dengan panggilan sayang yang Icha ucapkan.
"Kau kenapa sayang? Kalau minum itu hati-hati." Icha mengusap bibir Alex yang basah menggunakan ibu jarinya
"Kau panggil aku apa?" tanya Alex memastikan
"Apa sayang?"
"Nah itu. Siapa yang mengajarimu menggunakan panggilan itu?"
"Mommy yang mengajari ku. Katanya itu tradisi keluarga Wiratama untuk memanggil pasangannya dengan panggilan sayang." ucap Icha polos
"Kau mengatakan sesuatu, sayang?" tanya Icha
"Ti_tidak. Ayo kita temani mommy!!" ajak Alex. Dia tahu ibunya mengerjai Icha dengan memanfaatkan kepolosan wanita itu. Sebenarnya Alex senang Icha memanggilnya sayang. Tapi dia ingin Icha memanggilnya seperti itu karena keinginannya sendiri. Bukan karena di takut-takuti dengan tradisi aneh itu. Hah.. Sejak kapan keluarga Wiratama mempunyai tradisi menggelikan seperti itu.
Alex duduk di kursi yang bersebrangan dengan Diana. Dia menarik Icha agar duduk di pangkuannya.
"Sa_sayang!!" pekik Icha.
"Kenapa, hm?"
"Malu, ada Mommy." lirih Icha
Alex menaikkan kedua alisnya. Mommy? Apa itu artinya mereka sudah sedekat itu? Tidak hanya sekali, tapi Icha beberapa kali memanggil Diana dengan panggilan mommy. Tapi bukannya itu bagus. Sekarang dia akan membalas Diana.
Alex memaksa Icha untuk menyandarkan kepalanya di bahu nya. Sedangkan Alex memeluk pinggang Icha begitu mesra.
"Apa mommy sudah lama?" tanya Alex
"E_e.. Itu, iya. Ma_maksud Mommy, belum. Mommy belum lama datang kemari.." ucap Diana terbata. Dia mengumpat dalam hati karena putranya sengaja memamerkan kemesraan nya dan Icha di depan matanya. Dia yakin Alex ingin membalasnya. Cih.. Padahal apa yang dia lakukan juga demi kebaikannya.
__ADS_1
"Mommy membawakan banyak barang, sayang. Dan itu semua untukku dan bayi kita." terang Icha
"Benarkah? Wah.. Thanks mom. Kau memang nenek yang terbaik."
Diana tersenyum kikuk. Dia merutuki kebodohan nya karena sudah membohongi Icha. Dan lihat sekarang!! Alex dengan percaya diri mencumbu Icha di depan matanya.
"Ck.. Apa kalian tidak bisa menghentikan itu? Masih ada banyak waktu untuk melakukannya." gerutu Diana
"Ma_maaf Mom." sahut Icha
"Ini bukan salahmu, sayang. Tapi bocah tua itu."
"Apa maksud mommy memanggil ku bocah tua? Aku ini pria dewasa. Dan sebentar lagi aku akan menikah dan mempunyai anak." seru Alex
"Cih.. Jika mommy tidak memergoki kalian, mommy yakin hubungan kalian masih hambar. Kau akan merasakan sensasi lain saat melakukan nya dengan status yang halal, Al."
"Benarkah?" tanya Alex
"Jika kau tidak percaya, coba saja nanti setelah kalian resmi menikah!!"
"Ck... Itu terlalu lama mom. Aku menginginkan nya sekarang." seru Alex
Icha melebarkan kedua matanya. Dia merasa malu karena Alex mengatakan hal yang vulgar di depan ibunya sendiri.
"Tidak perlu malu. Mommy juga pernah mengalaminya. Jadi sekarang giliran kita." Alex menaikturunkan kedua alisnya yang membuat Icha tersipu malu.
"Astaga!! Apa kalian lupa jika masih ada mommy di sini?" gerutu Diana
"Kalau begitu, pulanglah mom!!" seru Alex
"Kau mengusir mommy?" pekik Diana Alex hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
"Mommy datang kemari karena ingin mengajak Icha untuk tinggal di mansion keluarga Wiratama." seru Diana
"A_apa? Kenapa tiba-tiba mom?"
"Kau lihat sendiri kan, Icha hanya sendiri di apartemen. Apa kau tega meninggalkan Icha yang tengah mengandung darah daging mu sendiri. Jika tinggal di mansion kan ada mommy yang akan menjaga Icha."
"Kalian mau kan?" lanjut Diana
"Aku tidak sendiri mom Ada bi Siti juga di sini
"Tapi tetap saja...
"Baiklah!!! Kami akan tinggal di mansion." sela Alex
__ADS_1
"Benarkah? Wah.. Sebentar lagi mommy tidak akan kesepian lagi." Diana tersenyum senang. Selama ini putranya satuan-satunya tinggal di apartemen dan dia tidak mempunyai orang lain selain pelayan dan bodyguard.
Dan sekarang, dia akan mempunyai teman ghibah jika Icha sudah pindah ke mansion nantinya. Dia sudah tidak sabar menantikan hal itu.