
Malam harinya, Alex terlihat gelisah dalam tidurnya. Dia bergerak kesana kemari karena tidak juga bisa memejamkan matanya.
"Argh... Sial!! Aku tidak bisa tidur. Ini semua gara-gara mommy. Coba saja aku tidak menyetujuinya untuk tinggal di mansion. Pasti sekarang aku bisa tidur memeluk Icha di sini." Alex mengambil guling dan memeluknya seolah itu adalah Icha. Dia benar-benar tidak bisa tanpa Icha di sisinya. Sepertinya dia harus mencari cara agar dia bisa bersama dengan Icha. Lagipula dia harus memberi wanita itu hukuman karena telah mempermainkan nya.
"Bersiaplah menerima hukuman mu, sayang." seringai Alex.
Sementara itu di mansion keluarga Wiratama, Icha tengah bersiap untuk tidur. Dia menutup semua jendela dan pintu balkon sebelum tidur. Dia mempunyai firasat jika Alex akan berbuat nekad untuk itu dia memastikan semua jendela dan pintu terkunci.
"Ah... Rasanya nyaman sekali. Ini adalah hari yang menenangkan untuk ku. Walaupun aku merindukan nya, tapi aku juga butuh refreshing jauh dari rengekan bayi tua itu." Icha memejamkan matanya dan mulai mengarungi alam mimpi.
Tap
Tap
Tap
Samar-samar, Icha mendengar langkah kaki mendekat. Tapi karena dia mengantuk dan mengira itu hanya mimpi, Icha tidak menghiraukan nya. Dia masih terdiam dalam tidurnya. Hingga sesuatu menyentuh pipinya. Terasa begitu dingin. Tapi Icha tetap tidak terbangun.
"Bangun baby!!"
Sebuah bisikan membuatnya membuka matanya lebar dan menatap seseorang yang kini berada di sampingnya.
Deg
__ADS_1
Seseorang dengan baju serba hitam terlihat menyeringai dan dalam sekejap, dia tidak sadarkan diri.
...****************...
Icha mengerjakan matanya perlahan. Dia memegang kepalanya pusing dan melihat sekelilingnya. Tempat yang tidak asing untuk nya.
"Kau sudah bangun, baby."
Icha tersentak. Dia melihat kearah pintu, seorang pria yang sangat dia kenal berdiri di sana dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kau...
"Kenapa? Kau terkejut?" pria yang tidak lain adalah Alex, mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. "Kau kira aku tidak bisa membawamu pergi, hm? Seperti nya kau lupa jika itu adalah mansion ku. Jadi aku tahu bagaimana caranya menculik calon istri ku."
"Jika mommy tahu, maka habislah kau." ancam Icha
"Cih, dasar licik." gerutu Icha
"Hei.. Siapa yang kau bilang licik, hah? Kau merayuku, menggodaku dengan menyentuh tubuh indahku. Tapi setelah aku menginginkanmu, kau justru menolakku. Dan yang lebih parah, kau melimpahkan semua kesalahan padaku. Sampai-sampai aku di usir dari mansion ku sendiri. Jadi siapa yang lebih licik, hm ?"
Icha menelan ludahnya kasar. Sepertinya dia dalam bahaya. Alex pasti ingin membalasnya. Tapi tidak mungkin kan jika pria itu meminta itu padanya. Apalagi dia masih sakit dan tidak di perbolehkan melakukan itu terlebih dahulu.
"Jangan berfikir kau akan lolos dari hukuman." seru Alex yang seolah tahu apa yang di pikirkan Icha
__ADS_1
Wanita itu mengerucutkan bibirnya. Dia memasang wajah melas agar Alex tidak menghukumnya. Tapi sayangnya semua itu tidak berhasil bahkan sekarang Alex sudah berada di atas tubuhnya.
"Sa_sayang, kau tidak lupa dengan perkataan dokter Liana kan? Kita tidak boleh melakukan itu karena perutku sempat kram tadi siang." seru Icha
ctak
"Aw.." Icha mengusap keningnya yang di sentil Alex.
"Apa yang kau pikirkan, hah? Siapa yang ingin melakukan itu? Aku hanya ingin tidur memeluk mu. Kau tahu, aku tidak bisa tidur tanpa memeluk mu." Alex menjatuhkan tubuhnya di samping Icha dan menarik tubuh mungil wanita itu kedalam pelukannya.
"Aku ingin setiap malam kita seperti ini. Rasanya sangat nyaman." lanjut Alex
Icha tersenyum. Dia membalas pelukan Alex dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Memang, rasanya sangat nyaman.
"Entah mengapa, beberapa hari ini perasaan ku tidak enak. Aku takut. Tapi tidak tahu takut karena apa." seru Alex. Dia menunduk dan menatap Icha yang juga menatap dirinya. "Berjanjilah kau tidak akan mengkhianati ku. Aku tidak akan sanggup jika sampai hal itu terjadi."
Icha terdiam sejenak. Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama. Apalagi mengetahui jika Selena menyukai Alex di tambah foto yang dikirimkan untuk nya. Dia yakin jika ada yang ingin memisahkan mereka dan dia adalah Selena. Tapi bagaimana caranya memberitahu Alex? Dia tahu jika Selena adalah teman masa kecil Alex. Dan dia yakin jika apa yang dia katakan akan sulit untuk di percaya.
Harapan satu-satunya adalah Diana. Karena Diana juga memiliki pemikiran yang sama dengan nya. Ya, Sepertinya dia harus memberitahu Diana mengenai foto-foto tersebut.
"Cha!! kenapa kau diam? kau tidak mau berjanji padaku?" tanya Alex
Icha tersenyum dan mengecup singkat bibir Alex. "Aku berjanji tidak akan mengkhianati mu." ucapnya
__ADS_1
Alex tersenyum senang dan mencium bibir Icha lembut. "Terimakasih sayang. Sekarang kita tidur. Besok sebelum matahari terbit, aku akan memulangkan mu. Aku juga tidak mau terkena semburan nenek sihir itu."
Icha memukul pelan dada Alex yang terkekeh pelan. Mereka memejamkan mata menjemput mimpi tanpa tahu jika hari esok akan mengubah segalanya.