Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Kepercayaan


__ADS_3

Alex kembali ke apartemen setelah melihat berita di ponselnya. Dia melonggarkan dasi nya dan mulai menyalakan televisi untuk melihat sejauh mana rumor itu beredar.


Dan saat televisi menyala, terpampang jelas tulisan di layar kaca dengan judul "Alex Wiratama diam-diam kencan dengan seorang wanita"


Bahkan di depan perusahaannya terdapat banyak sekali wartawan yang mencoba masuk ke perusahaan untuk meminta klarifikasi darinya.


"Dasar gila!!" Umpat Alex. Dia sangat tidak nyaman dengan pemberitaan mengenai dirinya. Walaupun hanya sekedar rumor, tapi dia merasa terganggu.


Bahkan dia pernah di beritakan menyimpang karena tidak di ketahui dekat dengan wanita manapun. Bedanya, berita itu tidak seheboh sekarang.


Dia selalu berhati-hati dalam bertindak di luar sana, seperti bersenang-senang di bar.


Tidak ada media yang tahu perbuatan nya yang bak Casanova. Bahkan dia yang sebentar lagi akan menjadi ayah pun tidak ada yang tahu.


Tapi sekarang, foto sialan itu muncul. Walaupun wanita dalam foto tersebut tidak jelas wajahnya, tapi dia yakin jika itu adalah Lena, rekan bisnisnya yang datang ke perusahaan tempo hari sekaligus istri dari sahabatnya, Ridwan.


Dan benar saja, tiba-tiba ponsel Alex berdering. Dan si penelepon adalah Ridwan.


"Shiiitt!!! Aku harus bilang apa ke Ridwan?" Gumam Alex. Dia menggeser Tombol warna hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya. Mau tidak mau dia harus mengangkat sambungan telepon Ridwan dan menjelaskan padanya.


"Halo...


"Bisa kita bertemu sebentar, Alex?" Seru Ridwan di seberang sana


"O_oke. Dimana?"


"Tempat biasa." Setelah mengatakan hal itu, Ridwan segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Hal itu membuat Alex menghela nafas berat.


Jika itu adalah orang lain, mungkin dia tidak akan Segugup ini. Di dengar dari nada bicaranya, dia yakin Ridwan salah paham padanya. Untuk itu dia harus segera menjelaskan padanya. Dia tidak ingin persahabatannya hancur hanya masalah berita yang tidak ada kebenarannya.


Sementara itu, di mansion keluarga Wiratama. Diana kembali merasa kesepian. Kedatangan Icha membuatnya senang karena dia bisa bertukar cerita dengan Icha. Tapi sekarang, semua kembali seperti semula.


Diana masuk ke kamar yang di tempati Icha sebelumnya. Rasanya baru kemarin mereka bercanda, dan sekarang kamar itu kembali tak berpenghuni.


Diana duduk di tepi tempat tidur dan mengusap pelan bantal yang di pakai Icha. "Bagaimana kabarmu, sayang? Apa kalian baik-baik saja? Maafkan mommy yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk kalian." Isak Diana. Dia sangat ingin mengunjungi Icha yang sekarang ada di apartemen. Tapi dia tidak mau Alex mendiamkannya.


Beberapa hari tidak pulang saja, Diana sudah sangat khawatir. Apalagi jika sampai Alex tahu dia diam-diam mengunjungi Icha. Bisa-bisa putranya akan melakukan hal yang lebih gila lagi.


"Hah...!!" Diana menghela nafas panjang. Dia berdiri dan membuka lemari baju milik Icha. Di sana masih berjejer rapi baju-baju milik Icha dan juga tumpukan baju untuk calon cucunya yang masih terbungkus rapi di paper bag.


Diana mengambil satu paper bag dan mengeluarkan isinya. "Cucu nenek." Mata Diana mulai memanas. Dia tidak sanggup lagi menahan tangisnya. "Maafkan nenek sayang." Diana mengembalikan paper bag itu ke tempat semula karena tidak kuat menahan dadanya yang terasa sesak. Dia begitu merindukan Icha dan bayi yang di kandungnya.


Tapi saat Diana meletakkan paper bag tersebut, tanpa sengaja sesuatu jatuh dari sana.


Diana jongkok dan mengambil benda itu. Sebuah amplop coklat yang cukup besar.


Karena penasaran, Diana membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya yang ternyata adalah berlembar-lembar foto Alex dan Selena.


Deg


"I_ini... Darimana Icha mendapatkan foto ini? Kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku?" Diana terdiam sejenak. Dia segera keluar dari kamar Icha dan mencoba menghubungi Alex untuk meminta penjelasannya.


Tapi baru beberapa langkah, dia mendengar obrolan dari pelayannya yang mengatakan jika Alex menjadi trending topik di sosial media.

__ADS_1


Karena penasaran, Diana pergi ke kamarnya dan menyalakan televisi.


Deg


"Astaga Alex!!!"


...****************...


"Wan, aku bisa jelaskan. Aku dan Lena....


"Ada apa dengan kalian berdua?" Sela dokter Ridwan. "Apa kau tahu Al, tadi pagi aku mendapatkan paket yang berisi foto kalian berdua. Menurutmu bagaimana perasaanmu saat kau melihat foto orang yang kau cintai berada di pelukan pria lain?"


Deg


"A_aku... Aku pasti akan sangat marah Wan." Lirih Alex


"Ya, kau benar Al. Dan itu yang aku rasakan." Dokter Ridwan berdiri dan menghadap ke kaca jendela apartemennya. Dia memasukan kedua tangannya ke dalam saku dan kembali berkata, "Lena sudah menjelaskannya padaku. Tapi hati ku sudah tertutup emosi. Aku takut melukainya untuk itu aku pergi dari rumah."


"Aku tidak ingin persahabatan kita hancur karena hal ini, Al. Jika kau menginginkan Lena maka aku.....


"Apa kau sudah gila, hah? Sudah aku katakan jika aku dan Lena tidak mempunyai hubungan apapun. Itu hanya foto dan kejadian sebenarnya tidak seperti itu, Wan." Sela Alex


"Apa aku harus percaya ucapan mu?" Tanya Ridwan


"Kau harus percaya padaku." Sahut Alex


"Lalu bagaimana dengan Icha."


Deg


"Aku masih bisa menahan emosi ku hingga aku memilih pergi dari pada mengusir orang yang aku cintai dari hidupku. Dan aku menemuimu untuk mencari tahu tentang foto itu. Dan sekarang kau meminta ku untuk percaya padamu. Lalu bagaimana dengan Icha, Al?" Lanjut Ridwan.


"Awalnya aku ingin percaya padamu, tapi melihat apa yang kau lakukan pada Icha, aku jadi ragu untuk mempercayai mu."


"Wan, kau harus percaya padaku. Aku....


"Pergilah!! Aku ingin menenangkan diriku."


"Ta_tapi...


"Pergi!!!" Usir dokter Ridwan


Alex berjalan gontai meninggalkan apartemen Ridwan. Dia tidak menyangka semua akan menjadi serumit ini. Jadi dia akan segera menyelesaikan nya dan memberikan klarifikasi pada media agar rumor ini tidak semakin meluas.


"Hah.." dokter Ridwan menghela nafas panjang. Dan tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"Akting yang bagus. Sepertinya kau cocok menjadi seorang aktor, honey."


"Demi membuat Alex sadar. Aku rela berakting menjadi kejam. Aku hanya ingin membuat dia merasakan bagaimana saat dia berada di posisi Icha."


"Yeah.. sampai-sampai kau menjadikan istrimu sebagai umpan." Gerutu Lena


Dokter Ridwan tersenyum dan memeluk Lena. "Sorry honey. Dan makasih untuk semuanya."

__ADS_1


"Apapun untuk mu, honey."


Sementara itu, Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Pikirannya sangat kacau karena Ridwan tidak mempercayainya. Apalagi sahabatnya itu justru mengungkit masalahnya dengan Icha.


"Kenapa semuanya jadi begini?" Alex mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar frustasi menghadapi masalah yang selalu datang padanya.


Drt drt drt


Alex melirik ponselnya di dashboard mobil. Dia melihat kontak si penelepon dan mengangkatnya. "Ya mom?"


"Mommy tunggu di rumah. Sekarang!!"


Alex menghela nafas panjang setelah menerima telepon dari Diana. Dia yakin jika ibunya ingin membahas tentang berita tentang dirinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Alex terparkir sempurna di pelataran mansion keluarga Wiratama. Dia segera masuk untuk menemui Diana.


"Mom!!!"


Diana melihat Alex yang terlihat acak-acakan. Dia menghela nafas panjang dan melempar amplop yang dia temukan di kamar Icha.


"Jika isi amplop itu sama dengan berita yang beredar, mommy harus percaya padaku jika semua itu hanya salah paham." Seru Alex


" Buka Al!!"


"Mom!!!"


"Bukalah!!! Setelah itu kau bisa menjelaskannya pada mommy."


Dengan malas Alex mengambil amplop itu dan melihat isinya.


"Ini??" Alex menatap Diana dan kembali melihat lembaran foto di tangannya. "Dari mana mommy mendapatkan foto ini?" Tanya Alex


"Di kamar Icha."


Deg


"Ka_kamar Icha?"


"Mommy tidak tahu harus berkata apa Al. Tapi ini seperti balasan untuk mu."


"Di saat Icha mendapatkan fotomu bersama wanita lain,ia memilih diam karena dia percaya padamu tanpa meminta penjelasan padamu. Dan sekarang berita yang beredar di media...


Diana menjeda sejenak ucapannya dan kembali berkata, "Mommy tidak mau berkomentar. Jika kau memilih wanita itu, kau bawa kemari untuk menemui mommy." Ucap Diana


"Tapi mom, dia istri Ridwan. Dan semua tidak seperti yang mommy lihat. Dia tidak sengaja jatuh di pangkuan ku mom."


"Lalu, apa Ridwan percaya?"


Alex terdiam dan menunduk. Lagi-lagi dia di pojokan dengan pertanyaan yang sama. Kepercayaan.


"Segera selesaikan masalahmu. Jangan sampai Icha melihat berita ini dan dia akan benar-benar pergi dari kehidupan mu."


Deg

__ADS_1


__ADS_2