Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Kesempatan Kedua Dan Terakhir


__ADS_3

"Apa jadwal ku hari ini?" tanya Alex


"Sebentar lagi kita ada meeting dengan perusahaan tuan Andre." jawab Leo


"Katakan padanya, aku ingin meeting di ajukan." Alex berjalan terlebih dahulu diikuti Leo yang mengekor di belakangnya. Dia menghubungi asisten tuan Andre dan mengatakan jika tuannya sedang berada dalam perjalanan menuju perusahaannya.


Saat dalam perjalanan, Alex melihat banyak orang berkerumun di taman. Dia membuka kaca jendela mobil dan melihat apa yang terjadi. Tapi karena banyak nya orang yang berkumpul membuatnya tidak tahu apa yang terjadi di sana.


Hal itu juga dilihat oleh Leo. Dia juga penasaran dengan apa yang terjadi di taman tersebut. Tapi karena hal itu membuat Leo tidak memperhatikan jalan.


Seseorang menyebrang sembarangan dan membuat Leo terkejut hingga kecelakaan pun tidak bisa di hindari.


Brakh


Ciiittt


"Oh my God!! Aku menabrak orang." pekik Leo


"Kau ini bagaimana, hah?" Alex keluar dari mobil dan melihat keadaan orang tersebut.


"Tuan, kau tidak apa-apa?" Alex membantu pria itu untuk bangun. Walaupun tidak terluka parah, tapi pria itu terlihat kesakitan di bagian kakinya.


"Mari saya antar ke rumah sakit tuan." ajak Alex


"Tidak tuan. Saya tidak apa-apa." tolak pria itu


"Tidak tuan. Saya akan bertanggungjawab. Jadi mari saya antar ke rumah sakit." Alex memapah pria itu masuk kedalam mobilnya.


"Kita ke rumah sakit terdekat." ucapnya pada Leo


"Baik Tuan."


Leo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan tidak membutuhkan waktu lama, mereka sampai di rumah sakit.


Alex kembali membantu pria itu masuk ke rumah sakit. "Panggilkan dokter!!" titahnya pada Leo


"I_iya Tuan." Leo pergi memanggil suster dan mengatakan jika ada pria yang baru saja mengalami kecelakaan.


Mendengar hal itu, suster segera datang dengan mendorong brankar. Pria itu di baringkan di brankar dan di bawa ke ruang pemeriksaan. "Ikuti pria itu, Le. Aku akan membayar biaya administrasi dulu." ucapnya pada Leo


"Baik Tuan." Leo mengikuti suster yang mendorong brankar korban sedangkan Alex pergi ke bagian administrasi.


Tapi saat dia hendak membayar biaya administrasi, dia mendengar suara teriakan seorang wanita yang sangat ia kenal.


"Akh... Sakit!!"


"Tenang nona!! Dokter akan segera datang."


Alex menoleh kearah sumber suara dan ...


Deg


"Icha!!" Alex mengikuti suster yang mendorong brankar wanita yang mau melahirkan. Dia ingin memastikan jika wanita yang dia lihat itu memang benar Icha.


Tapi belum sempat Alex melihat wajah wanita itu, suster sudah terlebih dahulu membawanya masuk ke ruang bersalin.


Alex ingin ikut masuk, tapi di halangi oleh suster yang lain.

__ADS_1


"Apa anda keluarga pasien?" tanya suster


"A_aku..


"Maaf tuan. Jika anda bukan suami atau keluarga pasien, anda di larang masuk."


"Tapi..


Ucapan Alex terhenti saat dokter masuk keruang bersalin dan pintu kembali di tutup.


Alex menghela nafas panjang dan berjalan gontai di lorong rumah sakit. Mungkin saja dia salah orang, pikirnya


Tapi saat melihat wanita paruh baya berjalan kearahnya baru dia yakin jika dia tidak salah mengenali wanita itu.


Dia segera kembali dan membuka paksa pintu ruang bersalin tersebut.


Brakh


Semua orang yang ada di dalam menoleh kearah pintu.


"Tuan, apa yang anda lakukan? Aku sudah bilang kan jika anda bukan keluarga pasien, anda di larang masuk." cegah suster


"Dia istriku, sus." seru Alex


Tapi suster tidak percaya karena dari awal Alex terlihat ragu saat dia bertanya pada pria itu.


"Maaf tuan, silahkan keluar!!" usir suster


"Tidak!!" Alex menerobos masuk ke ruang bersalin di mana Icha tengah berjuang untuk melahirkan buah hatinya.


Deg


Di tengah kesakitan, Icha menoleh saat ada orang yang memanggilnya. "A_alex...Akh...!!!" teriak Icha


Alex segera menggenggam tangan Icha dan memberi semangat pada wanita itu . "Icha, kau harus berjuang. Kau pasti bisa sayang." Alex menciumi tangan Icha yang tengah kesakitan


"Sakit Al!!" Icha meringis kesakitan setiap kontraksi datang.


"Kau pasti bisa sayang." Alex menatap dokter dan bertanya padanya, "Dok, Istriku...


"Tenang tuan!! sekarang baru pembukaan lima, jika sudah sempurna maka anak kalian akan segera lahir."


Alex kembali menatap Icha mengecup kening wanita itu. "Tunggu sebentar!! Aku akan menghubungi mommy." Alex sedikit menjauh dan menelepon Diana.


"Halo mom.. A_aku menemukan Icha. Sekarang dia berada di rumah sakit. Di_dia akan melahirkan mom. Cepat mommy kemari!!" Alex memutuskan sambungan telepon setelah mendengar jawaban dari Diana.


Dia kembali menggenggam tangan Icha dan menciuminya. "Maafkan aku sayang. Maafkan aku. Aku menyesal sudah melakukan hal itu padamu. Aku berjanji akan memperbaikinya. Jadi aku mohon, berjuanglah demi aku dan juga anak kita."


Icha menangis dalam kesakitan. Dia menghapus air mata Alex dan mencium tangan Alex yang menggenggam nya. "Aku juga minta maaf, aku.... Akh..." Icha kembali berteriak kesakitan.


"Sudah waktunya." Dokter memberi arahan pada Icha selama proses melahirkan. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, seorang bayi laki-laki lahir ke dunia.


"Selamat Tuan, nyonya, anak kalian laki-laki." seru dokter


"Apa? Laki-laki?" Alex menatap Icha yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Laki-laki. Aku mempunyai seorang putra." bibir Alex terus berkembang. Dia menciumi wajah Icha dan terus mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai mendapatkan penanganan, Icha di pindahkan ke ruang rawat inap. Di sana sudah berkumpul Diana, Ridwan, Lena dan juga bi Siti.


"Selamat sayang, akhirnya kau menjadi seorang ibu." seru Diana.


"Terimakasih Mom."


"Selamat Cha. Maaf aku tidak bisa menemanimu."


"Memangnya kau siapa mau menemani Icha?" bukan Icha tapi Alex yang menjawab ucapan Ridwan.


"Hanya aku yang boleh menemani." lanjut Alex


"Dan menyakitinya?"


Alex terdiam mendengar ucapan Ridwan. Suasana di ruangan tersebut menjadi sangat aneh karena ucapan Ridwan.


"Sampai kapanpun aku akan terlihat buruk di matamu, Wan. Tapi apa aku tidak boleh memperbaiki kesalahan ku?"


"Aku tahu kesalahan ku sangat fatal. Bahkan aku tidak yakin jika Icha mau kembali padaku. Tapi semua itu tidak lagi penting untuk ku. Tidak masalah jika Icha tidak mau kembali padaku, asalkan dia mengijinkan ku menebus semua kesalahan ku. Dan mengizinkanku untuk bertemu dengan putra kami." Alex menunduk dan mengusap air matanya.


"Maaf karena kehadiran ku membuat hari bahagiamu menjadi berantakan. Aku akan keluar sebentar mencari makanan. Apa kau menginginkan sesuatu?" tanya Alex pada Icha


"Iya, aku menginginkan sesuatu."


"Apa? nanti akan aku belikan."


Icha menggeleng dan berkata, "Sesuatu yang aku inginkan ini tidak di diperjualbelikan."


Alex mengerutkan keningnya bingung. "Tidak diperjualbelikan? Apa itu?" tanya Alex


"Aku ingin Cintamu."


Deg


"Aku ingin kasih sayangmu, kejujuran mu dan kepercayaan mu. Itu yang terpenting." seru Icha


"I_icha....


"Aku akan memberimu kesempatan kedua sekaligus terakhir. Aku juga tidak ingin egois jika sebenarnya aku juga sangat merindukanmu." kedua mata Icha memanas. Air matanya menetes begitu saja


"A_aku.. Aku...


Cup


Belum selesai Icha berbicara, Alex sudah lebih dulu mendaratkan ciuman manis di bibir Icha. "Aku mencintaimu, sayang." seru Alex


"Aku juga mencintaimu, Alex." balas Icha.


Keduanya tersenyum dan kembali menempelkan bibir mereka.


"Ekhm... Masih ada kami di sini jika kalian lupa." gerutu Ridwan


Alex melepaskan ciumannya dan terkekeh. "Maaf Wan. Aku lupa jika kalian masih disini. Karena yang ada di depanku hanya ada Icha."


"Dasar Bucin." ejek Ridwan yang di sambut tawa oleh semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2