Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 32


__ADS_3

Happy Reading.


Setelah menjenguk sang ibu, akhirnya Rea harus rela ikut pulang Kenzo malam itu juga. Perjalanan jauh tidak membuat Kenzo menginap di rumah orang tua Rea. Begitupun dengan rengekan Rea yang sama sekali tidak digubris oleh pria itu. Yang jelas Kenzo tidak mengizinkan Rea menginap di rumah ibunya karena bisa dipastikan jika Kenzo tidak bisa menjalani harinya tanpa gadis tersebut.


_"Kamu masih harus bekerja, jadi belum saatnya kamu libur."_


Itulah yang dikatakan oleh Kenzo, meskipun berat meninggalkan ibunya, tapi Rea bisa apa. Kenzo bahkan sudah baik hati mengantarkan nya ke kampung yang jaraknya lumayan jauh itu.


Sang ibu juga berpesan agar Rea menurut dan selalu bersikap baik terhadap majikannya itu.


Saat ini mereka sudah melewati setengah perjalanan, jadi bisa dipastikan kurang lebih dua jam lagi mereka sampai di kota.


"Tuan, sebenarnya ada yang ingin sekali saya tanyakan pada Tuan," ujar Rea.


Sekarang bergantian Edi yang menyetir dan Kelvin istirahat selama perjalanan, bergantian dengan Edi.


"Ehmm, tanya apa?" Kenzo menoleh sekilas ke arah Rea dan kemudian memandang gawainya kembali.


"Tapi tuan janji jangan marah ya?"


"Hemmm," jawab Kenzo dengan gumaman.

__ADS_1


"Itu, pas tadi sore di cafe tempat saya bekerja dulu, kenapa tuan mengatakan pada sahabat saya jika anda adalah tunangan saya?" Akhirnya lolos sudah pertanyaan yang sejak sore tadi mengganjal di hati Rea.


Bukan karena dia Ge er, meskipun ucapan tadi memang sempat membuat Rea berdebar-debar, dan puncaknya adalah perasaan Rea yang sudah jatuh terlalu dalam.


Dan akhirnya Rea menanyakan hal tersebut, agar dia juga tahu bagaimana perasaan Kenzo sebenarnya. Jangan suka membuat hati Rea melambung tinggi.


Namun pertanyaan itu membuat Kenzo melotot dan menelan ludahnya kasar. Setelah diam beberapa detik akhirnya Kenzo menjawab, "karena saya hanya ingin melindungi kamu dari orang-orang itu, apa kamu tidak lihat bagaimana tatapan matanya, dia ingin peluk kamu begitu," jawab Kenzo.


"Kami sudah biasa bersama jadi memang akrab seperti itu," jawab Rea menunduk. Jawaban Kenzo tidak sesuai ekspektasi nya.


Akhirnya setelah itu hanya keheningan yang menyelimuti mereka sampai di rumah. Rea langsung masuk ke dalam kamar setelah Kenzo masuk. Ada perasaan yang aneh dihatinya.


Huh, Rea benar-benar sudah terjerumus dan dia main hati dengan majikannya sendiri.


****


Keesokan paginya, Rea sudah bersiap membangunkan Kenzo. Dia sudah berada di depan kamar majikannya saat ini,. berseragam rapi dengan kemeja putih dan rok warna coklat selutut. Semalam mereka sampai rumah jam 1 dini hari dan Rea harus bangun jam 5 pagi.


Tok, tok, tok!


Rea mengetuk pintu tiga kali, tidak ada jawaban dan akhirnya Rea membuka pintu tersebut. Pemandangannya seperti biasa, gelap tanpa ada cahaya sama sekali. Rea mendekati Kenzo yang meringkuk diatas tempat tidur.

__ADS_1


"Tuan, bangun! Sudah jam setengah tujuh!"


"Emmm." Kenzo menggeliat dalam tidurnya, masih dengan mata yang tertutup dia bergumam. "Anjani, Anjani!"


Rea mendengar Kenzo mengigau memanggil nama seorang wanita, entah siapa itu. Namun ada sedikit rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya.


'Ya Tuhan, aku kenapa sih?'


Rea berusaha menetralkan nafasnya yang tersengal-sengal, kemudian dia berjalan ke arah jendela dan membuka gordennya.


Sinar mentari menyapa dan masuk ke dalam kamar, meskipun belum terlalu tinggi tapi sinar itu bisa menghangatkan.


Rea berbalik dan menatap Kenzo yang sudah duduk di headboard dengan memegang kepalanya. "Tuan, anda sudah bangun?"


"Hem, Rea siapkan air mandi ku dan kamu juga ikut aku ke kamar mandi dan sabuni tubuhku," ujar Kenzo membuat Rea terperangah.


"Tuan, tolong jangan mempersulit saya," ucap Rea tegas.


Kenzo terkekeh kemudian pria itu bangkit dari atas ranjang dan berjalan mendekati Rea yang berdiri tegak seperti biasanya. "Rileks, Rea. Nggak usah tegang, aku hanya meminta mu menggosok punggung ku," bisik Kenzo.


Dan akhirnya terjadilah drama dikamar mandi. Rea yang masih memakai pakaian lengkap harus basah-basahan karena kejahilan Kenzo yang menyuruh menggosok punggung Kenzo.

__ADS_1


****


__ADS_2