Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 42 ( Salahkan Jatuh Cinta )


__ADS_3

Happy Reading.


Rea sedang berada di dalam gudang, tadi Lusi meminta tolong padanya untuk membuang beberapa tumpukan buku yang sudah tidak berguna di sana.


Sebenarnya Rea sendiri yang menawarkan bantuan itu, melihat Lusi dan Nilam sangat sibuk membersihkan ruang perpustakaan. Buku-buku itu sudah pada sobek di makan usia dan ada beberapa hewan kecil yang memakannya.


Rea yang menyadari jika dirinya nganggur kalau Tuan Ken sedang bekerja, akhirnya menawarkan bantuan.


"Tapi nanti kami dimarahi sama Tuan Ken."


"Nggak kok, nanti aku bisa bilang kalau aku sendiri yang mau bantu," jawab Rea.


Dan sekarang berakhirlah dia di gudang ini, Rea meletakkan buku-buku itu di sebuah kardus yang tersedia. "Huh, akhirnya aku bisa gerak, kalau cuma diem aja juga nggak enak!" Rea mengibaskan tangannya.


Tiba-tiba tatapannya terpaku pada sebuah kotak yang berada di pojok. Kotak itu tidak terlalu besar tapi sedikit mencolok.


Entah kenapa tiba-tiba Rea ingin sekali membuka kotak itu. "Ngintip sedikit aja nggak apa-apa kan?"


Akhirnya daripada mati penasaran, Rea mendekati kotak tersebut, wajahnya menoleh ke kanan, ke kiri dan ke belakang, sepertinya dirasa aman akhirnya Rea membuka kotak itu perlahan.


Sudah seperti pencuri saja, mengendap-endap hanya untuk melihat dalam isi kotak itu.

__ADS_1


"Ini ... !"


Rea terpaku melihat sebuah foto wanita cantik yang sangat mirip dengan Kenzo, memakai gaun pengantin putih. Foto itu terlihat sangat lawas dan bisa dipastikan jika itu adalah ibunya Kenzo.


"Ternyata ibu Tuan Ken cantik sekali, tapi kenapa di foto ini dia sendiri, padahal memakai pakaian pengantin?"


Rea masih penasaran, dia membuka lembar berikutnya. Matanya mengedip ketika melihat sosok pria tampan sedang menggandeng tangan anak laki-laki kecil, sekitar usia 10 tahunan. "Ini pasti Ayah tuan Ken," gumam Rea mengamati wajah kecil Kenzo yang memang sudah tampan sejak dari kecil.


Dan pria dewasa itu juga mirip dengan Kenzo, wajah Kenzo mewarisi dua wajah perbandingan antara Ayah dan Ibunya. Ah, Rea jadi ingat kalau di rumah ini tidak ada foto apapun yang terpajang. Rea tidak tahu seperti apa wajah kedua orang tua Kenzo. Namun, baru kali ini dia bisa melihat karena lancang membuka kotak album memori milik Tuan-nya.


Kemudian Rea melihat beberapa foto yang berisikan foto-foto Kenzo masa kecil dan dibagian belakang sendiri ada sebuah foto yang membuat dada Rea berdenyut sakit.


Itu adalah foto Kenzo sedang merangkul mesra seorang wanita yang tidak asing. Ya, itu adalah foto Kenzo mudah dengan wanita yang bernama Anjani.


'Ternyata memang benar, mereka berdua pernah memiliki hubungan, sekarang wanita itu telah kembali, bagaimana dengan perasaan tuan Ken?' batin Rea.


Akhirnya dia menutup kotak itu dan keluar dari dalam gudang secepat mungkin. Setelah melihat foto Kenzo dan Anjani, ada rasa cemburu yang tidak tertahan. Salah sendiri kenapa tadi dia lancang membuka kotak itu dan berakhir dia melihat fakta yang sebenarnya.


'Ya Allah, kenapa sesakit ini, mencintai pria yang seharusnya tidak boleh aku cintai!' Rea menghapus air matanya kasar. Dia tidak boleh terlihat sedih seperti ini.


Setelah merasa keadaan nya baik-baik saja, Rea kembali ke perpustakaan hanya untuk izin ke kamar pada Lusi.

__ADS_1


Rea jadi kepikiran, dia merasa kerdil jika dihadapkan dengan Anjani, yang notabene wanita yang dicintai oleh Kenzo. Apalah dia, meskipun memiliki perasaan untuk sang Tuan muda, tapi tetap saja dengan statusnya yang seperti ini, Rea merasa tidak pantas.


'Tuan, apakah rasaku salah telah mencintai mu sedalam ini!'


Tidak ada cinta yang salah, yang salah itu adalah kita mencintai orang yang tidak tepat.


****


Anjani merasa gelisah, melihat jam dipergelangan tangannya masih menunjukkan pukul 4 sore, itu artinya waktu pulang kantor masih kurang tiga puluh menit. Sejak tadi dia hanya bisa bolak balik lihat jam karena ingin segera pulang dan bertemu dengan Kenzo.


Anjani berharap Kenzo akan memaafkannya, bukankah kalau kita berusaha pasti akan membuahkan hasil. Ya, Anjani memang ngelunjak, dia tidak ingat jika dulu meninggalkan Kenzo tanpa perasaan karena hamil anak orang lain dan sekarang dia dengan tidak tahu diri ingin kembali pada Kenzo.


Anjani masih banyak memiliki harap agar Kenzo mengenang di mana dulu mereka pernah merajut tali kasih bersama. Saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan.


BRAK!!


Saat sedang asyik melamun, Anjani terkejut saat tiba-tiba ada seorang wanita menghampirinya sambil melempar map ke atas meja.


"Heh bisa nggak sih lo kerja, masa cuma bikin laporan seperti ini aja nggak bisa, tuh banyak yang salah!" Semprot salah satu senior Anjani.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2