
Happy Reading.
Kenzo sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari wajah Rea, rasanya dia tidak salah lagi menilai perasaan nya pada gadis didepannya ini. Ya, perasaan yang dia rasakan adalah cinta. Cinta untuk gadis cantik, lugu, polos yang ada dihadapannya saat ini.
Perasaannya selalu meletup-letup ketika bersama Rea, hanya memandang wajahnya saja Kenzo sudah merasa bahagia, asalkan Rea selalu berada di zonanya.
Kenzo sudah memutuskan pilihan di hidupnya dan itu pasti akan segera terealisasikan. Sebentar lagi, Kenzo berharap Rea juga memiliki perasaan yang sama untuknya. Kenzo harus bisa membuat Rea yakin jika apa yang dirasakan olehnya itu nyata.
Rea sejak tadi sibuk memijat kaki Kenzo, Rea sendiri yang berinisiatif.
Sebelum tidur kegiatan Rea memang terkadang memijit Kenzo. Memijit kepala, tangan atau kakinya. Seperti malam ini, Rea sudah berganti pakaian dengan piyama gaun. Itu adalah pilihan Kenzo, gaun berbahan satin yang panjangnya sebatas lutut.
Sebenarnya Rea tidak suka memakai pakaian seperti ini. Tapi karena itu keinginan Kenzo dan Rea tidak berani membantah, akhirnya dia terpaksa memakai piyama tersebut.
"Kenapa diam? Apa kamu kepikiran mantan mu?" Tanya Kenzo tiba-tiba. Membuat Rea menghentikan pijatannya dan menatap Kenzo.
"Mantan? Mantan apa Tuan?"
"Mantan sahabat, ya mantan kekasih lah!" Jangan mengira jika pertanyaan Kenzo ini random, karena semua itu sudah tersusun rapi di otaknya. Kenzo ingin tahu ada berapa mantan Rea dulu.
Mulai nih, ngorek informasi.
"Saya tidak memiliki mantan, Tuan."
Kenzo memicingkan matanya, "masa? Ah, aku nggak percaya," sela Kenzo.
"Terserah Tuan mau percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya. Saya tidak pernah pacaran Tuan, kalau yang suka banyak, hehehe." Kenzo mencebik kesal.
Meskipun tidak pernah pacaran, tapi Rea memang cantik dan pasti banyak yang suka.
Rea memutuskan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, yaitu memijat kaki Kenzo. Hening sebentar, Kenzo mengamati Rea yang memang memiliki wajah cantik alami. Sejak pertama kali melihat, Kenzo sudah merasakan ketertarikan.
__ADS_1
"Kamu suka apa?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
Rea mengalihkan pandangannya kepada majikannya. "Maksudnya apa Tuan?"
Kenzo berdecak karena Rea selalu tidak nyambung dengan ucapannya. "Maksudnya, kamu suka sama apa?"
"Tuan, sukanya dalam hal apa? Makanan, minuman, atau hobi?"
"Ya, itu-itu,, kamu suka apa?" Rea sebenarnya sangat ingin memutar bola matanya, tapi tentu saja dia tahan melihat kelakuan ganjil majikannya itu.
"Kalau makanan, saya sebenarnya suka masakan ikan, olahan ikan saya suka, petai juga suka, Tuan! Kalau minuman, saya suka air putih sama kopi. Kalau hobi, saya sebenarnya suka masak Tuan!" Rea menjawab dengan lancar.
Bahkan dia tidak malu menyebut jika dia menyukai petai. Kenzo sempat mengerutkan keningnya, dia merasa asing dengan kata-kata Petai. Maklum, biasanya Kenzo suka makanan ala-ala luar negeri.
"Petai?? Apa itu?" Tanya Kenzo.
"Eh, tuan tidak tahu petai?" Kenzo menggeleng.
"Apa pelayan di sini tidak pernah masak petai? Padahal itu masakan ter favorit ku loh!"
"Apa itu? Seperti keju atau apa?" Kenzo masih penasaran.
"Besok saya akan menyuruh Lusi untuk beli, tapi sebaiknya Tuan tidak usah makan, karena itu nanti bisa bikin nafas kita bau," ujar Rea terkikik.
Kenzo menarik Rea ke dalam dekapannya, dia mengambil ponsel dan menyuruh Rea untuk scroll di google dan mencari patai.
"Oh, ini! Dulu aku pernah melihat ini saat ke Semarang, tapi belum pernah mencobanya," tunjuk Kenzo pada gambar petai itu.
"Ah, iya tuan, itu favorit saya, tapi jangan dicoba tuan!"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Ahh, pokoknya jangan!"
"Aku ingin makan makanan favorit mu," lanjut Kenzo.
"Iih, Tuan mah ngeyel,, itu bikin nafas bau, kentutan juga bau!"
"Kalau kentun di mana-mana bau, Rea! artis sekelas Keanu Reeves aja kentutnya juga bau!" Kenzo menarik hidung Rea gemas. Ingin sekali mencubit pipinya, tapi Kenzo tahan. Rea terlalu menggemaskan.
Setelah berdebat, akhirnya malam itu Kenzo menyerah untuk tidak makan petai seperti permintaan Rea. Keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan. Tidak ada adegan cium-cium atau pegang-pegang, hanya pelukan biasa.
****
Pagi itu Anjani akan pergi ke rumah Kenzo, dia terlalu penasaran dengan wanita yang bernama Rea. Sampai semalam Anjani tidak bisa tidur hanya karena mendengar Kenzo menyebut nama wanita lain.
Tapi dia tidak boleh ketahuan oleh Kenzo, mungkin saat Kenzo sudah berangkat ke kantor, Anjani akan datang kerumahnya.
Setelah melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 07.00 Anjani melajukan motornya. Ya, motornya memang sudah diperbaiki, sehingga dia bisa memakai nya kembali.
Jam waktu masuk kantor masih satu jam lagi, dia bisa pergi ke rumah Kenzo untuk melihat wanita yang membuat Kenzo melupakannya. Ah, lebih tepatnya Kenzo sama sekali tidak meliriknya lagi.
"Maaf Pak, boleh saya masuk? saya temannya tuan Kenzo, masih ingat saya kan?"
Kedua penjaga keamanan itu mengamati Anjani, mereka memang tidak asing dengan wanita itu.
"Tuan Kenzo sudah berangkat ke kantor, ada perlu apa?" tanya salah satu penjaga.
'Nah, ini kesempatan untuk mencari tahu siapa Rea dan seperti apa orangnya, akan ku buat dia mundur perlahan!'
"Kalau begitu saya ingin bertemu dengan Nona Rea!"
Bersambung.
__ADS_1