
Happy Reading
Rea memperhatikan Kenzo yang sejak tadi diam saja tanpa minat menyentuh makanannya. Gadis itu berpikir, apakah Kenzo ada masalah dengan perempuan tadi, Larasati Anjani yang tidak lain adalah mantan kekasihnya.
"Tuan, apakah makanannya tidak membuat Tuan berselera?" Tanya Rea akhirnya.
Kenzo mengalihkan perhatiannya pada Rea yang berdiri disampingnya. Tadi setelah acara drama dengan Anjani, Kenzo langsung pergi ke kantor bahkan sebelum Anjani benar-benar pergi dari rumahnya.
Kenzo sudah tidak sanggup berhadapan dengan wanita itu. Wanita yang membuat dirinya hancur secara bersamaan. Dan sekarang kembali ke hadapannya, berlutut meminta maaf karena menginginkan pekerjaan darinya.
_Tolong Tuan, aku harus mendapatkan pekerjaan ini, untuk mengobati anakku, uangku sudah habis padahal setiap Minggu masih harus kontrol_
Kenzo menghela nafas panjang.
"Ehm, aku sedang tidak berselera, suruh yang lain membawa masuk ke dalam makanan ini," Kenzo beranjak tapi langsung ditahan oleh Rea.
"Tuan belum makan malam, mohon perutnya di isi dulu, nanti kalau Tuan sakit bagaimana?" Kenzo berdecak sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
"Tapi aku udah nggak selera makan, Rea! Apa kamu tidak mengerti?" Rea menggeleng polos.
"Saya tidak mengerti apa yang membuat tuan hilang selera makan, padahal kata Tuan Kelvin tadi siang tuan juga tidak makan dan hanya meminum kopi saja, kalau sekarang Tuan tidak makan nanti Tuan bisa sakit lagi!" Tegas Rea.
Entah kenapa gadis itu berpikiran buruk tentang pertemuannya dengan mantan kekasihnya. Apa yang terjadi dengan mereka berdua hingga membuat Kenzo sampai seperti ini.
Rea memang tidak tahu apa yang dibicarakan waktu Kenzo bertemu dengan Anjani, saat itu dia sedang memberi makan ikan di kolam belakang rumah. Atau mungkin karena memang Rea tidak ingin melihat pertemuan mereka.
Huh, gara-gara perasaan ini membuat Rea jadi kepikiran yang tidak-tidak. Gara-gara rasa cinta yang tumbuh untuk Kenzo, membuat wanita itu diliputi perasaan cemburu jika melihat Kenzo bersama wanita lain terlebih itu adalah wanita yang di cintai Kenzo dimasa lalu.
Tidak ada yang bisa mengendalikan perasaannya, terlebih jika Kenzo selalu perhatian terhadapnya. Tapi bukankah Rea tahu jika Kenzo memang baik terhadap semua orang.
"Aku sedang banyak pikiran, hal itu membuat selera makan ku hilang, Rea," ujar Kenzo melembutkan suaranya.
Kemudian pria itu menarik Rea ke dalam pelukannya, menghirup aroma Lily yang menguar dari tubuh gadis itu dan hal itu membuat Kenzo lebih tenang. Ah, ya Rea memang masih Gadis dan rekor untuk Kenzo karena dia tidak pernah mau memaksakan kehendak nya pada gadis cantik ini.
Rea sendiri merasa jika Kenzo benar-benar sedang ada masalah sampai membuatnya hilang selera makan hingga seperti ini. Itu tidak baik, Kenzo harus mengisi perutnya.
__ADS_1
Rea tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh pria itu, apakah semua itu mengenai Anjani atau hal yang lain, Rea hanya akan peduli terhadap kesehatan Tuan-nya. Biar bagaimanapun Kenzo sudah sangat baik kepadanya dan keluarga.
"Tuan mau saya buatkan nasi goreng sea food, saya bisa bikin nasi goreng yang spesial loh, nanti saya suapi, mau?" Tanya Rea yang masih berada di dalam dekapan Kenzo.
Pria itu melonggarkan pelukannya, tapi tangannya masih mendekap punggung Rea, "baiklah, asal kamu yang masak," jawab Kenzi akhirnya.
Sungguh perasaannya memang jadi tidak karuan hanya karena bertemu dengan Anjani lagi. Perasaannya terhadap wanita itu memang sudah tidak bersisa tapi rasa simpatinya entah kenapa timbuh hanya karena wanita itu menceritakannya tentang kondisi anaknya yang dia yakini itu anak Anjani dengan pria bernama Varep Bramanta.
Seorang pebisnis yang sudah meninggal dunia, dan setahu Kenzo pria itu memang suami Anjani.
Kenzo duduk di meja makan sambil menatap punggung Rea yang menghilang di balik pintu, gadis itu akan membuatkan nasi goreng untuknya.
Kenzo lagi-lagi hanya bisa menghela nafas, dia sungguh pusing. Sudah di bilang kan kalau rasa kemanusiaan Kenzo itu besar. Seharusnya dia dengan mudah menerima tawaran Anjani ataupun menerimanya bekerja di perusahaan, dan dengan begitu Anjani masih bisa membiayai pengobatan putrinya.
Namun, lagi-lagi dia kesulitan untuk menerima Anjani, ada perasaan benci yang timbul di hatinya untuk wanita itu.
Apakah hal itu yang membuat Kenzo tidak bisa menerima Anjani, dia sulit berdamai dengan masa lalu.
__ADS_1
****