
Happy Reading
Kelvin menatap layar ponselnya, dia mendapatkan pesan dari bocil alias bocah cilik yang sejak beberapa hari ini selalu menerornya.
"Ck, apa sih maunya?" Kelvin berdecak ketika melihat emoji menangis di layar itu sebanyak 20 emoticon.
Ting!
Sebuah pesan masuk lagi, Kelvin yang sudah masuk ke aplikasi pesan akhirnya terpaksa membuka pesan itu.
'Kalau Om nggak balas pesan ku, nanti bakal aku aduin ke Kak Rea, aku suruh kak Rea buat mengundurkan diri dari pekerjaannya!'
"Astaga, kalau sampai bocil ini mengadu ke Rea bisa mati aku!" Gumam Kelvin gelisah.
Dia sungguh tidak menyangka akan berhadapan dengan anak SMA yang masih labil pikirannya. Bahkan gara-gara kelakuannya, sekarang Kelvin jadi di teror habis-habisan.
'Baik, apa mau kamu?'
Tidak butuh waktu beberapa menit nomor akhirnya menghubungi Kelvin.
Pria itu mengusap wajahnya kasar, sungguh tidak pernah dibayangkan jika dia akan berhadapan dengan gadis labil macam Mea ini.
"Halo?"
"Hai Om, sepertinya kamu tidak senang ya aku telepon, padahal aku hanya minta Om membalas pesanku!"
"Ck, aku sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk membalas pesan tidak bermanfaat darimu!"
Kesal sekali Kelvin rasanya, hanya karena kesalahannya mencium Mea, sekarang gadis itu menuntut tanggung jawab. Padahal apa yang harus dipertanggungjawabkan.
__ADS_1
Bahkan dia tidak sengaja mencium Mea waktu itu. Bukan maksud tidak mengakui, karena memang Kelvin bukan seorang pedofil yang akan memangsa anak-anak.
"Tapi gara-gara Om aku harus kehilangan first kiss ku, tau nggak!"
"Itu tidak sengaja, Mea! Seharusnya kamu tahu mana yang sengaja dan tidak!"
"Tetap sama saja!"
Kelvin memijit pelipisnya yang terasa pening, masalah Tuan-nya dengan Anjani belum kelar, wanita itu kini terlihat bertemu dengan Juan di salah satu restoran. Itu pun Kelvin tahu dari anak buahnya yang selalu siap siapa memata-matai wanita itu.
"Jadi mau kamu apa?" Akhirnya Kelvin memilih untuk mengalah.
Hening beberapa detik, sebelum akhirnya Mea menjawab. "Om harus jadi pacar saya!"
Kelvin melotot sempurna ketika mendengar permintaan Mea, seumur-umur dia belum pernah pacaran dan sekarang dipaksa untuk menjadi pacar anak SMA berusia tujuh belas tahun.
Padahal sekarang umurnya sudah Tiga puluh lima tahun, mendekati tiga puluh enam. Dan itu artinya berapa jarak di antara mereka kalau seandainya benar-benar pacaran.
Kelvin geleng-geleng kepala, dia tidak mau pacaran dengan dengan anak kecil yang masih duduk di kelas 12 SMA, tapi sepertinya gara-gara masalah waktu itu membuat Mea menjadi menyukainya.
Semuanya berawal saat di rumah sakit.
Flashback.
Beberapa waktu lalu saat Kelvin diutus oleh Kenzo menemani ibunya Rea operasi.
Ketika tengah malam, Kelvin masuk ke dalam ruang rawat inap Ibunya Rea. Dia melihat Mea yang tertidur di sofa dengan posisi duduk.
Karena merasa kasihan melihat posisi Mea yang seperti itu dan mungkin akan membuat tubuhnya pegal-pegal, akhirnya Kelvin berinisiatif membangunkan Mea agar pindah di salah satu bed yang ada di ruang rawat inap VIP itu.
__ADS_1
Kenzo memang memberikan pelayanan yang terbaik untuk ibunya Rea, bahkan ruang rawatnya dipilihkan ruangan VIP agar Ibunya dan adik Rea nyaman.
Kelvin menatap wajah Mea yang terlihat kelelahan. Sebenarnya Kelvin merasa prihatin dengan keadaan gadis itu. Harus menunggu ibunya setelah pulang sekolah sampai esok hari, dan ganti kelvin yang menjaga saat siang hari di waktu Mea sekolah.
Kelvin duduk di samping Mea, dia akan membangunkan gadis itu. Tapi tiba-tiba Rea bergerak dan menyandarkan kepalanya di bahu Kelvin dan tentu saja hal itu membuat Kelvin terkejut.
Mea yang merasa ada pergerakan di sampingnya tiba-tiba membuka matanya mendongak dan di saat yang bersamaan Kelvin menoleh, membuat bibir mereka saling bersentuhan.
*****
Rea mengamblikan jas untuk Kenzo, sudah dua hari ini mereka resmi menjadi sepasang kekasih, Kenzo dan Rea sama-sama sedang di mabuk asmara.
"Sayang, hari ini aku menyuruh Kelvin untuk mengajak Ibu dan Mea pindah ke sini, aku ingin mereka tinggal di sini berkumpul sama kita," ujar Kenzo yang membuat mata Rea langsung berkaca-kaca.
"Serius Mas?"
Akhirnya panggilan Rea pada Kenzo di ganti dengan 'Mas' karena Rea merasa aneh jika harus memanggil sayang.
"Iya donk, aku ingin menikahi kamu secepatnya dan aku juga ingin Ibu menyaksikan pernikahan kita," jawab Kenzo.
Rea langsung memeluk Kenzo, sungguh tidak pernah dia sangka jika pria yang terkenal kejam ini begitu perhatikan dan menyayanginya.
Dan setelah itu keesokan harinya Rea benar-benar tidak bisa menahan tangis saat melihat sang Ibu dan adiknya berada di rumah Kenzo.
"Ibu,, Rea kangen! Hiks!" Rea memeluk ibunya yang berada di kursi roda. Keduanya menangis haru karena tidak menyangka bisa berkumpul lagi secepat ini.
Sedangkan Mea melirik ke arah Kelvin yang tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya ada kejadian menarik diantara mereka berdua.
Bersambung.
__ADS_1
Aku kasih bocoran pernikahan Rea dan Kenzo ya, tadi aku baru di kasih fotonya ðŸ¤