Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Episode 76


__ADS_3

Happy Reading.


"Ada apa?" tanya Mea.


"Aku mau ngomong sama kamu," jawab Karina tidak ada ramah tamahnya sama sekali, sangat berbeda ketika Karina bersama dengan Kelvin waktu pria itu mengenalkannya. Sepertinya dia suka menunjukkan wajah aslinya sekarang.


"Ya kalau mau ngomong, tinggal ngomong aja, aku masih ada waktu kok untuk nanti ke kelas selanjutnya," jawab Mea sambil melihat jam di pergelangan tangannya, menunjukkan jika waktunya memang sangat berharga dan sebenarnya dia menyindir Karina karena wanita itu menunjukkan ketidak kesukaannya terhadap Mea.


"Oke, tapi jangan di sini, aku ingin bicara masalah serius," ucap Karina.


"Baiklah, kalau begitu kita ke kantin saja, sekalian pesan minuman." Mea berjalan terlebih dulu ke arah kantin dan di ikuti oleh Karina di belakang.


"Apa yang ingin Anda bicarakan?" tanya Mea to the poin.


Karina merasa jika anak ingusan itu memang sedikit berani terhadapnya. Huh, kenapa Karina memanggilnya anak ingusan? Karena jarak usia mereka memang terpantau cukup jauh. Meskipun Karina hanya mengatakan di dalam hati.


"Jauhi Kelvin, aku tahu kamu pakai guna-guna untuk menjerat Kelvin, 'kan?" Mea langsung melongo mendengar ucapan wanita dewasa di depannya ini.


"Guna-guna?"


"Ya, kau pasti pakai susuk atau semacam itu agar Kelvin tertarik padamu, padahal aku tahu jika selama ini Kelvin tidak pernah menyukaimu," jawab Karina.


"Hei, apa maksudnya?" Mea masih berusaha mencerna ucapan Karina yang menurutnya sangat tidak masuk akal atau ngadi-ngadi.

__ADS_1


"Alah, kamu nggak usah ngelak, selama aku mengenal Kelvin, dia sering menceritakan kamu yang ngejar-ngejar dia sampai Kelvin jijik padamu, kamu selalu meminta Kelvin untuk menerimamu menjadi kekasihnya, 'kan?"


Mea menggeleng pelan, kenapa Kelvin setega itu menceritakan bagaimana dirinya dulu yang mengejar pria tersebut? Sungguh Mea merasa begitu malu mendengar semua ini. Lihat saja Kelvin, Mea akan memberikan pelajaran kepada pria itu.


"Lalu, apa maumu sekarang?"


Karina tersenyum tipis dan mendekatkan tubuhnya yang condong ke arah Mea. "Aku mau kalau kamu pergi dan tidak pernah mengusik Kelvin lagi, aku mau kamu melepaskan jeratan mu agar dia bisa kembali lagi padaku." Mea tertawa mendengar ucapan dari Karina. Kenapa wanita itu terlihat percaya diri sekali jika Kelvin yang sekarang mengejarnya karena di guna-guna olehnya.


"Kenapa malah tertawa? Jadi benar 'kan kalau kamu menggunakan susuk untuk menjerat Kelvin?"


"Hahaha, tidak ada yang menggunakan alat-alat seperti itu, asalkan kamu tahu Kelvin sekarang lebih tertarik kepadaku karena aku lebih muda. Tidak perlu memakai hal-hal aneh-aneh, siapapun yang melihatku pasti akan langsung terpesona, jadi ketakutanmu itu adalah hal yang tidak masuk akal," ujar Mea dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Karina akan menimpali tetapi sebelum wanita itu mengucapkan satu kata pun Mea sudah bicara. "Seharusnya kamu tidak perlu takut kalau Kelvin terjerat olehku jika memang pria itu benar-benar mencintaimu, tetapi lain ceritanya kalau Kelvin tidak benar-benar mencintaimu!" rahang Karina melebar, dia tentu tidak pernah berpikir seperti itu meskipun awalnya memang Karina 'lah yang terus-menerus mengejar Kelvin, tetapi pria itu sudah mau menerimanya akhir-akhir ini.


"Kalau kamu tidak berada di sekitar Kelvin tentu saja pria itu tidak akan pernah tertarik padamu, jadi aku peringatkan jauhi Kelvin!" setelah mengatakan itu karina beranjak dan pergi dari hadapan Mea dengan raut wajah yang kesal.


Raut wajah Mea berubah menjadi dingin ketika melihat punggung wanita tersebut. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering, Mea mengambil ponsel itu dan melihat nama Kelvin berada di layar.


"Halo?"


"Hai, kamu sudah selesai kelasnya?"


"Belum, aku masih ada satu kelas lagi, oh ya tadi mantan pacarmu mendatangiku, dia menyuruhku untuk tidak dekat-dekat denganmu lagi, sepertinya kalian memang perlu bertemu kembali dan menyelesaikan hubungan dengan baik-baik, Karina bahkan mengaku menggunakan guna-guna untuk menjeratmu!"

__ADS_1


"Apa?"


"Dan satu lagi, jangan temui aku dalam beberapa hari ke depan, aku sibuk!"


***


Kelvin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah tempat di mana dia melakukan janji temu dengan Karina. Sebuah kafe dengan konsep yang romantis untuk pasangan kekasih menjadi tempat Karina menunggu Kelvin. Tidak berselang lama pria itu datang dan masuk dengan masih memakai pakaian kerjanya.


Karina bahkan langsung berdiri menyambut kedatangan Kelvin tetapi senyuman Karina hanya ketika melihat wajah kelvin yang terlihat begitu dingin dan tidak enak dipandang. Semalam Kelvin memintanya bertemu setelah pulang bekerja, tentu saja karena begitu senang akhirnya Kelvin mau bertemu dengannya lagi. Tetapi kenapa raut wajah Kelvin tidak sesuai dengan ekspektasinya.


"Kelvin, aku senang kamu datang," ucap Karina berusaha tersenyum hangat meskipun hatinya sudah berdegup kencang tidak karuan.


"Ya, memang aku harus datang untuk menyelesaikan masalah kita!" Karina menelan salivanya dengan kasar ketika melihat perubahan raut wajah Kelvin.


"Ya," jawab Karina salah tingkah, bahkan sekarang keringat dingin sudah muncul di dahinya.


"Aku tegaskan padamu sekali lagi bahwa hubungan kita sudah selesai, jadi jangan pernah mengganggu Mea, kalau kamu tidak menuruti ucapanku, lihat saja dan jangan menyesal!"


Bersambung.


Komen donk?


Menurut akak² semuanya, gimana kisah Kelvin dan Mea?

__ADS_1


__ADS_2