Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 49


__ADS_3

Pagi itu Anjani berdiri tidak jauh dari pintu gerbang rumah Kenzo dan bersembunyi. Rencananya dia akan mencegat Kenzo dan meminta tolong pada pria itu. Ah, tidak! Dia akan membuat Kenzo menolongnya.


Anjani masih saja belum menyerah, dia merasa jika rencananya pasti berhasil.


Saat pintu gerbang terbuka, Anjani yang memang sudah menyiapkan dirinya untuk melakukan hal ini langsung berlari ke arah mobil itu.


"Aaakkkk!"


BRUKK!


Kenzo terkejut saat mendengar suara teriakan dan mobilnya menabrak seseorang. Rea yang ada di sampingnya sampai menegang.


"Kelvin, ada apa?"


"Tuan, sepertinya ada drama!" Kelvin keluar dari dalam mobil dan melihat Anjani yang sudah di bantu oleh beberapa orang untuk duduk.


"Kenzo, Kenzo!" Anjani berteriak memanggil nama Kenzo. Dia berharap Kenzo akan keluar dan menolongnya.


"Kamu kenapa?" Kelvin bertanya karena melihat Anjani menangis meraung.


"Apa kamu buta!! Hah! Kakiku sakit karena kamu tabrak! Kamu harus tanggung jawab!"


"Itu bukan salahku, kamu sendiri yang berlari menuju ke arah depan mobil!" Sahut Kelvin dengan tatapan tajam.


Anjani tidak takut, justru dia menantang Kelvin. Menurutnya pria ini yang menjadi penghalang untuk kembalinya Kenzo pada dirinya.


"Rea!! Jangan keluar!" Suara Kenzo terdengar memerintah.

__ADS_1


Anjani mendongak menatap penasaran pada wajah Rea, wanita yang membuat Kenzo berpindah hati meski sekian tahun. Anjani tahu jika Kenzo belum mendapatkan wanita pengganti dirinya selama sepuluh tahun ini.


Maka dari itu dia benar-benar ingin tahu sekelas apa wanita itu.


Kenzo keluar mobil menyusul Rea yang penasaran dengan apa yang terjadi. Rea yang saat ini menggunakan dress cantik berwarna peach dengan rambut di gerai membuat nya terlihat sangat cantik. Bahkan Anjani pangling dengan Rea.


"Rea, sebaiknya kita segera pergi, kita harus segera ke KUA, nanti biar Kelvin yang mengurus masalah ini!" Kenzo memegang pinggang Rea dan memeluk posesif. Dan hal itu tidak terlepas dari pandangan semua orang termasuk Anjani.


"Tidak Kenzo, aku ingin bicara padamu! Tolong, Isabelle butuh kamu, aku nekat ke sini karena Isabelle butuh kamu, kamu adalah Ayah kandungnya!!"


Deg!


Tubuh Rea menegang mendengar seruan Anjani, jantung berdebar kencang. Apakah benar Kenzo memiliki anak dari kekasihnya di masa lalu.


"Hahahaha, omong kosong mu nyaring bunyinya! Dasar murahan!" Seru Kenzo menatap jijik pada Anjani.


Sungguh dia tidak pernah menyangka jika dulu pernah menjalin hubungan dengan wanita di hadapannya ini. Apakah dulu mata dan hatinya buta.


"Aku bicara yang sebenarnya, Isabelle anakmu Ken!"


Kaki Rea lemas, dia tidak sanggup jika harus menerima kenyataan yang di dengarnya ini.


"Jangan percaya padamu sayang, wanita itu gila, dia menginginkan ku karena sekarang dia sudah bangkrut," bisik Kenzo di telinga Rea.


Dia tahu jika Rea pasti syok mendengar ucapan Anjani, dia ingin Rea tidak terpengaruh.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Aku memang brengsekk, tapi aku tidak akan menebar benihku sembarangan," jawab Kenzo.


Rea bersungut sambil bersedekap dada, rasanya kesal sekali jika mengingat sepak terjang Kenzo di masa lalu. Tapi Rea tahu jika itu semua sebelum Kenzo bertemu dengannya. Dan selama beberapa bulan ini, Kenzo sepertinya bisa menambah diri untuk tidak melakukan kegiatan itu.


Kenzo menatap Kelvin dan memberikan kode. Kelvin mengangguk mengerti. "Edo, urus wanita ini, beri dia uang yang ku sediakan itu dan buat dia tidak muncul lagi di hadapan Tuan Ken!" Edo yang berada di situ memberi hormat.


"Siap Tuan!"


Kenzo menarik pinggang Rea untuk masuk ke dalam mobilnya kembali. Dia berharap Kelvin kali ini benar-benar bisa mengurus Anjani.


"Jadi benar kalau Tuan punya anak dengan wanita yang Tuan cintai itu?"


"Aku mau banget punya anak dengan wanita yang aku cintai, sekarang juga boleh!" Kenzo menggoda Rea.


"Ya sudah, saya turun saja dan Tuan kembali sama mbak Larasati Anjani itu, saya tahu kok Tuan masih menyimpan barang-barang punya Larasati Anjani!"


Kenzo mengerutkan keningnya, kenapa Rea bicara seperti itu, seingatnya dia sudah tidak menyimpan barang-barang Anjani.


"Memangnya barang apa yang aku simpan?"


"Tau Ah! Tuan kan masih cinta sama dia!" Rea merapatkan tubuhnya ke pintu.


Rasa cemburu menguasai hatinya.


"Aku nggak ingat dan juga nggak peduli, wanita yang kucintai itu kamu sayang, tidak ada yang lain!" Kenzo langsung menggeser tubuhnya dan memeluk Rea erat. Bibirnya mencium pipi Rea berkali-kali.


"Masa sih aku harus membersihkan kamarku?" Rea masih bergeming.

__ADS_1


"Kelvin, suruh orang membersihkan kamarku sampai bersih, buang semua barang-barangnya dan ganti dengan yang baru, termasuk baju-baju, sepatu, dasi, jam tangan dan SEMUANYA!" Rea langsung menoleh cepat ke arah Kenzo sambil mulutnya menganga.


Bersambung.


__ADS_2