Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 61 ( Extra Part )


__ADS_3

Happy Reading.


Rea menatap baby Vincent yang sudah tidur terlelap di dalam boxnya. Pandangan nya tak bisa beralih meskipun sudah bermenit-menit Rea menatap sang putra. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di perutnya, Rea tahu siapa pemilik tangan itu. Kenzo sang suami mencium tengkuknya dengan lembut dan menduselkan wajahnya di sana.


Rea memegang tangan sang suami yang ada di perutnya, pelukan Kenzo terasa nyaman dan membuatnya tenang. Kesedihan yang selama ini mendera selalu bisa hilang jika Kenzo yang menenangkannya.


"Kalau seandainya dia hidup, pasti Vincent akan senang ya, Mas. Ada temannya bermain, tapi aku tau jika Allah lebih sayang sama dia," ujar Rea, tiba-tiba matanya berembun. Selalu seperti ini kalau mengingatnya, Rea seakan belum rela.


"Iya sayang, kamu sudah berusaha dengan baik, berusaha semaksimal mungkin, tetapi dia memang lebih sayang sama Allah dan lebih suka berada di dekat-NYA. Kita hanya bisa mengirim doa, jadi jangan sedih terus. Karena dia pasti sedih liat Ibunya yang selalu sedih seperti ini," Kenzo membalikkan tubuh sang istri. Mengusap air matanya dan kemudian mencium kedua mata Rea.


"Senyum donk, besok kita pergi liburan, gimana?" Rea tersenyum kemudian menggeleng pelan.


"Malas mas, lagian Vincent masih sekecil itu, masa diajak liburan?"


"Ya sudah, kalau gitu nggak usah sedih-sedih lagi, sekarang kita istirahat," ujar Kenzo menarik sang istri ke atas ranjang.


Rea tersenyum lembut menatap sang suami yang semakin sabar menghadapinya. Kenzo bahkan selalu memberikan support kepada Rea pasca melahirkan. Salah satu anaknya tidak bisa diselamatkan ketika lahir, Rea melahirkan secara normal, tetapi bayi yang satunya tidak bisa bertahan lama karena mengalami kelainan jantung dan berhenti berdetak ketika lahir.


Paramedis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya, tetapi memang takdir berkata lain sehingga bayi yang dilahirkan Rea harus meninggal satunya.


"Apa yang ingin kamu katakan?"


"Memangnya mas tahu aku mau bertanya?"


"Heem, terlihat dari tatapan matamu, sayang," jawab Kenzo menggigit kecil hidung istrinya.


"Sebenarnya aku ingin tanya, apakah ada sesuatu yang terjadi antara Mea dan Kelvin? Kenapa akhir-akhir ini Mea seperti menghindari Kelvin?"


Kenzo terdiam sesaat terlihat berpikir, "sepertinya Mea tahu kalau Kelvin punya pacar, jadi Mea menghindarinya," jawabnya.

__ADS_1


"Kelvin punya pacar?"


"Iya sayang, tapi setahuku wanita itu yang mengejar Kelvin, beberapa bulan ini Kelvin menghindar, tetapi entah kenapa sekarang jadi mau jalan dia," jawab Kenzo.


"Oh, bisa jadi Kelvin memang sudah ingin menikah dan dia ingin menikah dengan wanita yang usianya setara dengannya, apakah wanita itu gadis? Atau janda?"


Kenzo mengedikkan bahunya, "aku bukan orang yang suka kepo sayang, tapi kalau dilihat memang sepertinya wanita itu sudah dewasa, mungkin usianya sama denganku, entahlah," kali ini Rea mengangguk.


"Mudah-mudahan Mea bisa mendapatkan pria sejati yang tulus mencintai nya."


"Apakah Mea benar-benar menyukai Kelvin?"


"Bukan hanya suka, tapi Mea begitu mencintai Kelvin." Kenzo melarang Rea memanggil Kelvin dengan sebutan Tuan karena Kelvin adalah asistennya. Berarti Rea juga majikan Kelvin, bukan.


***


Di sebuah sudut bar, mata Kelvin sejak tadi tidak pernah lepas mengawasi seorang gadis muda yang kini tengah bersenang-senang dengan para sahabatnya. Gadis itu berdandan sangat cantik malam ini, beberapa sahabatnya terlihat menawarkan minuman kepada Mea, awalnya Kelvin sudah ketar ketir tetapi Mea menolak minuman beralkohol itu membuat Kelvin merasa lega.


Saat asyik memandang Mea yang masih bersendau gurau bersama teman-temannya, tiba-tiba ponsel Kelvin berdering. Pria itu melihat sebuah nama yang akhir-akhir ini sering sekali menghubunginya.


"Karina," gumam Kelvin. Pria itu sudah berjanji akan menjemput Karina malam ini dari perjamuan milik perusahaan wanita itu.


"Sial, kenap aku bisa lupa," Kelvin kemudian berjalan keluar dari bar dan segera mengangkat panggilan dari wanita yang sudah berstatus sebagai kekasihnya itu.


"Halo?"


"Halo, Kelvin. Kamu di mana? Apa sedang sibuk?"


"Ah, tidak. Aku akan menjemputmu."

__ADS_1


"Kalau kau sibuk, aku bisa naik taksi saja, nanti malah merepotkan mu."


"Tidak Karin, ini aku sudah masuk mobil, lima belas menit lagi aku sampai."


"Ya sudah, aku tunggu."


Kelvin langsung melajukan mobilnya menuju tempat di mana kekasihnya itu menunggunya, tanpa Kelvin tahu jika semua percakapannya dengan Karina ada yang mendengarkan.


Mea sebenarnya sejak awal sudah menyadari kehadiran Kelvin di bar itu, entah kenapa dia merasa senang. Mea mengira Kelvin benar-benar akan menjaganya, tetapi semuanya tetap harapan palsu belaka.


"Kenapa aku masih saja mengharapkan mu," gumam Mea menghapus air matanya.


Gadis itu memutuskan untuk kembali ke dalam bar dan mengambil gelas yang berisi wine dan meminumnya.


"Aah, rasanya sangat aneh, tapi aku suka."


"Jangan minum banyak-banyak, Mea!" Jim menarik tangan Mea saat gadis itu akan mengambil segelas lagi.


"Kau siapa, lepaskan tanganku!"


"Jangan minum banyak-banyak, nanti kamu bisa mabuk," Jim masih menahan tangan Mea.


"Lepas, kau ini apa-apaan!" Mea mendorong tubuh Jim kuat hingga membuat cowok itu mundur, tetapi tangan Jim masih tidak melepaskan tangan Mea, hingga membuat gadis itu tertarik dan menubruk dada bidang Jim.


"Aahhh, kenapa kamu mencium ku!"


💕💕💕


Siapa jodohnya Mea??

__ADS_1


__ADS_2