
Happy Reading
Anjani melangkah pelan ke arah kubikelnya, rasanya dia tidak semangat sama sekali karena semuanya tidak sesuai dengan ekspektasi nya. Anjani mengira jika dia akan mendapatkan jabatan yang layak, misalkan sebagai sekretaris atau wakil manager. Supervisor juga sudah lumayanlah, tapi kenapa harus menjadi karyawan biasa yang levelnya setara dengan office boy.
"Selamat pagi, saya Larasati Anjani, saya akan bekerja di sini mulai hari ini, salam kenal," ujar Anjani saat memperkenalkan diri di bagian pemasaran.
Ya, dia memang ditaruh di sana oleh Kelvin, karena itu memang tempat yang cocok untuknya. Kalau mau protes, tentu saja itu artinya dia tidak tahu berterima kasih. Kelvin sebenarnya agak tidak setuju saat mendengar Kenzo menerima Anjani, tapi mau bagaimana lagi, tentu Kelvin tidak bisa menolak bukan?
Anjani duduk di kursi yang sudah ditunjuk oleh Felma, manager di bagaian pemasaran. Dia harus bisa menerima dan tahan diri untuk tidak melakukan kesalahan dihari pertamanya bekerja.
Wanita itu yakin jika pasti bisa mendapatkan hati Kenzo lagi, entah keyakinan dari mana dia dapat, tapi melihat Kenzo yang sekarang, membuat Anjani ingin memilikinya lagi seperti dulu.
Dan sudah terdoktrin di otak nya adalah KENZO MILIKNYA.
****
Kenzo melihat jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 5 sore, waktunya dia pulang karena dia tidak pernah ambil lembur. Paling kalau pekerjaan banyak akan dia bawa pulang ke rumah. Sejak tadi Kenzo sudah gatal ingin telepon Rea, tapi dia tahan karena dia akan melepaskan rindunya nanti saat dirumah saja.
Semakin lama mengenal Rea, Kenzo semakin menyukai gadis itu. Entah apa yang dirasakan oleh pria itu, hatinya selalu rindu, kangen dan cemburu saat Rea dekat dengan laki-laki lain.
Dulu awalnya Kenzo mengira jika dia hanya tertarik saja terhadap Rea, tapi rasanya lama-lama perasaan itu semakin berkembang menjadi rasa suka, sayang, rindu dan cinta.
Ah, apakah Kenzo benar-benar jatuh cinta pada gadis yang menjadi pelayan pribadinya itu.
"Tuan, sudah saya siapkan mobil anda," ujar Kelvin.
__ADS_1
"Oke, ayo pulang sekarang," Kenzo berdiri dan mengambil tas kerjanya.
Pria itu menyampirkan jas di lengannya dan Kelvin membawakan tas kerja Kenzo. Kedua pria dewasa yang tampan dan mapan ini masuk ke dalam lift.
Ada beberapa karyawan yang menyapa mereka saat berpapasan karena memang jam pulang kerja pukul 4.30 bagi para karyawan yang tidak lembur.
Saat sudah sampai dilantai bawah, Kenzo dan Kelvin segera keluar dari dalam gedung, Kelvin sudah siap membuka pintu mobil, tapi sebuah suara menghentikan tangannya.
"Kenzo, eh .... maaf maksudnya tuan Ken, bisakah saya minta tolong?" Anjani mendatangi Kenzo dan bersikap seolah mereka saling akrab.
Namun setelah mendapatkan pelototan dari Kelvin akhirnya Anjani langsung meralat panggilannya.
"Nyonya, ada keperluan apa?" Kelvin yang bertanya. Sedangkan Kenzo hanya diam saja melihat apa yang akan dikatakan oleh Anjani. Sungguh sebenarnya Kenzo sangat malas untuk bertemu dengan wanita itu lagi.
Kalau bukan karena Rea yang meminta dia untuk membantu Anjani, tentu saja Kenzo sudah tidak peduli
"Ehm, motor saya mogok Tuan, apa saya bisa ikut pulang tuan Kenzo?"
Kelvin terkejut dengan permintaan wanita itu, sungguh Anjani memang tidak tahu malu.
"Maaf Nyonya, anda bisa meminta tolong security, kenapa minta tolong pada Tuan Ken?"
Anjani menunduk merasa malu, dia tidak sadar jika sekarang posisinya hanyalah karyawan biasa. Apakah dia merasa jika mereka masih akrab seperti yang dulu dengan Kenzo, sehingga bisa mudah untuk bicara dan meminta tolong padanya.
"Tapi ...!"
__ADS_1
"Kelvin, ayo pulang, Rea pasti sudah menunggu ku," Kenzo masuk ke dalam mobil setelah Kelvin membuka pintunya lebar.
Setelah itu Kelvin langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman perusahaan itu. Anjani mengepalkan kedua tangannya. Apa tadi yang Kenzo bilang, ada seseorang yang menunggunya di rumah. Siapa wanita itu?
'Apa Kenzo sudah memiliki kekasih?'
Anjani berjalan dengan gontai menuju motornya yang memang mogok. Dia tentu tidak berbohong saat mengatakan jika motornya tidak bisa jalan. Tapi jawaban Kelvin membuatnya malu setengah mati, padahal dia tadi sudah menunggu Kenzo keluar dari kantor setengah jam lamanya.
'Huh, sepertinya aku harus minta tolong satpam!'
*****
Rea terkejut saat Kenzo tiba-tiba menariknya ke dalam pelukannya. Hanya ini yang dibutuhkan oleh pria itu, pelukan dari Rea. Bahkan hanya mengingat Rea, tubuhnya sudah tidak tantrum lagi ketika berhadapan dengan Anjani.
Kenzo kini tahu obatnya apa, obat untuk depresi dan rasa traumanya, yaitu Rea.
"Tuan, ada apa?".
"Ayo ke kamar," Kenzo melepaskan pelukannya dan menarik lengan Rea untuk naik ke lantai atas.
Rea menatap Kelvin dan bertanya melalui kode mata. Kelvin hanya tersenyum dan mengangguk membalaskan pertanyaan Rea yang intinya jika Rea harus menuruti apa yang diinginkan oleh Tuan-nya.
Bersambung.
Hai semuanya, kalau dapat like dan komen banyak, aku bakal up lagi, insya Allah kalau gak ada halangan dan rintangan 🥰🥰
__ADS_1