Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 58


__ADS_3

Happy Reading.


Masih Flashback.


Kelvin masuk ke dalam mobil setelah Kenzo duduk di belakang kemudi, setelah itu Kelvin melajukan mobilnya keluar gedung perusahaan dan berjalan lambat, ini masih mobil yang sama tetapi salah satu anak buahnya sudah membawa mobil dengan merek yang sama dan juga bentuk mobilnya menuju rest area yang sudah di beritahukan oleh Kelvin. Kenzo berhasil mengelabuhi semua orang termasuk Anjani yang saat itu di perintahkan oleh Juan untuk mengawasinya.


"Ganti mobil di rest Area dan biar anak buahmu yang menjalankan rencana," ujar Kenzo saat akan memasuki jalan tol.


"Baik, Tuan!" jawab Kelvin patuh.


Kelvin tidak berani melaju dengan cepat karena biar bagaimanapun salah satu remnya sudah ada yang disabotase oleh Anjani. Dalam jarak beberapa kilo meter Kelvin membelokkan mobilnya ke arah rest area dan bisa berhenti di tempat yang tepat.


Setelah mobil bisa berhenti dengan sempurna, Kenzo keluar dari dalam mobil itu berjalan menuju sebuah mobil yang sudah disiapkan oleh anak buahnya. Kelvin langsung membuka pintu mobil itu untuk Kenzo masuk, kemudian Kelvin masuk ke dalam kursi bagian kemudi dan melajukan mobilnya ke suatu tempat.


"Bawa orang-orang mu untuk mengurus Juan aku akan menunggu di tempat biasa," ujar Kenzo.


"Baik Tuan," Kelvin langsung menghubungi anak buahnya untuk menyergap Juan kediamannya.


"Lalu bagaimana dengan Anjani?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Dia sekarang berada di rumah sakit, kabarnya putrinya jatuh pingsan dan mimisan banyak, sepertinya kondisi dari Putri Nona Anjani memang sudah sangat parah, Tuan,"


Sedangkan mobil Kenzo yang sudah dipakai oleh anak buahnya melaju dengan kecepatan sedang. Mereka menjalankan semua rencana yang diperintahkan oleh Kelvin dengan profesional. Saat berada di belokan sang sopir membantingnya kemudi ke kiri, pria itu bersiap keluar dari pintu, sabuk pengaman sudah terlepas dari tubuhnya. Dengan pengalaman yang sudah sangat banyak, juga jam terbang yang tinggi, pria itu membuka pintu setelah membanting setir mobilnya.


BOOM!


Mobil itu meledak setelah berguling-guling tiga kali dan terbakar hingga tidak bersisa, sedangkan anak buah Kelvin langsung memasuki mobil pick up yang sejak tadi memantau dibelakang.


***


Berita tentang di tangkapannya Juan dan Anjani tersebar di sosial media, sekarang semua tahu dalang di balik kecelakaan yang menimpa mobil Kenzo yaitu dua orang itu.


Anjani yang sedang dalam masa berkabung karena putrinya meninggal dunia akhirnya hanya pasrah saat digelandang ke kantor polisi. Dua orang itu menjadi berita trending topik di seluruh jagat dunia Maya maupun real.


Kenzo meminta Kelvin yang mengurus klarifikasi semuanya, dan Kenzo juga akan mengadakan resepsi besar-besaran untuk acara pernikahannya dengan Rea.


"Sayang, terima kasih karena mengkhawatirkan ku," ujar Kenzo mencium bibir Rea.


"Tidak Mas, seharusnya aku yang berterima kasih, terima kasih karena telah kembali ke pelukan ku, aku bahagia sekali," ujar Rea.

__ADS_1


"Sebulan lagi kita adakan resepsi pernikahan kita, aku ingin semua orang tahu siapa sebenarnya sosok istri dari Kenzo Dimitri itu," Kenzo menarik Rea ke dalam pelukannya.


***


Sore itu Rea baru saja bangun dari tidurnya, dia keluar dari dalam kamar dan melihat Mea tengah melamun sambil menatap kosong ke arah depan. Sebenarnya di depan sana ada televisi yang menyala.


"Mea, kamu kenapa?" tanya Rea saat melihat adiknya itu hanya diam saja menatap layar televisi.


"Nggak kenapa-kenapa, kak, aku baik-baik saja, kok," jawab Mea berusaha tersenyum. Tetapi Rea tahu kalau adiknya itu hanya pura-pura saja. Ini sudah haru ketiga semenjak kasus Juan Anjani yang ingin menyakiti Kenzo dan tiga hari ini Mea sama sekali tidak pernah melihat Kelvin. Rasa rindu di hati gadis itu sebenarnya sudah menggunung, tetapi lagi-lagi Rea harus memendam nya sendiri.


"Kamu kangen sama Tuan Kelvin?" tebak Rea dan yah, semua itu memang benar.


Mea menatap kakaknya dan tersenyum. "Kak, aku tahu aku tidak pantas mengharapkan cinta dari Om Kelvin, cintaku salah, bahkan umur kami terpaut jauh sekali, aku 18 tahun dan Om Kelvin 36 tahun, bukankah seharusnya aku mundur saja dan tidak terlalu mengharapkan nya?"


"Mea, rasa cinta itu tidak pernah salah, mungkin cinta itu butuh berlabuh di tempat yang tepat dan orang yang tepat juga, kalau menurut kakak rasa cintamu untuk tuan Kelvin tidak salah, hanya saja penempatannya yang tidak pada orang yang tepat," ujar Rea. "Mending kamu fokus belajar deh, kejar cita-citamu dan raih mimpimu agar menjadi nyata, kakak yakin jodoh kamu akan datang sendiri suatu saat nanti," lanjut Rea sambil mengelus rambut adiknya itu.


Mea tersenyum dan mengangguk, tanpa mereka tahu ada yang mendengar pembicaraan mereka sambil mengepalkan tangan.


Bersambung.

__ADS_1



__ADS_2