
Happy Reading.
Mea melihat Kelvin yang sedang berjalan masuk ke dalam kamarnya, sebenarnya Mea penasaran dengan kehidupan pria itu. Dimana rumahnya, siapa orang tuanya atau bahkan mantan kekasihnya. Kehidupan Kelvin sangat monoton dan membosankan, itu menurut Mea.
Bahkan sejak dia disini, Kelvin tidak pernah pulang ke rumah dan menginap di rumah Tuan Ken. 'Kan tidak mungkin kalau Kelvin tidak punya rumah dan menumpang di sini.
Mea melihat sekeliling, sudah sepi. Biasanya dijam segini para pelayan sudah istirahat di paviliun belakang. Hanya beberapa pelayan utama yang memiliki tempat tidur di rumah itu, seperti Luis dan Nilam.
Mea sudah mengenal keduanya, mereka cukup baik dan menghormati Mea.
Gadis itu berjalan mendekati kamar Kelvin, pesona pria itu benar-benar membuat Mea klepek-klepek.
"Apakah aku tidak bisa mendapatkan cintamu, Om!" Gumam Mea dengan tangan memegang dadanya.
Sungguh mendramatisir sekali gadis ini, mengejar pria dewasa diusia yang sudah matang seperti Kelvin adalah suatu hal yang mustahil, tapi Mea tetap tidak akan menyerah.
Ceklek!
Kelvin terkejut saat membuka pintu kamar, dihadapannya ada adik ipar sang majikan. Mea juga melongo tidak percaya jika Kelvin akan keluar lagi.
"Ada apa Mea!" Kelvin tidak memanggil Nona karena merasa jika Mea masih anak-anak. "Kenapa kamu berdiri di depan pintu kamar saya?"
Mea gelagapan ditanya seperti itu. "Eh, anu Om, tadi aku mau minta bantuan On Kelvin, tapi tidak jadi, hehehe!" Mea hanya bisa nyengir.
"Ya sudah kalau begitu," ujar Kelvin tetap dengan nada yang datar. Mea kesal sekali dengan ekspresi Kelvin yang selalu menatapnya seperti itu.
"Huh, dasar kulkas!" Mea menghentakkan kakinya kelantai, kesal sekali dia karena tidak pernah direspon oleh Kelvin.
"Apa?"
"Tidak, oh ya,, Om mau kemana?" Tanya Mea ketika melihat Kelvin yang melihat Kelvin memakai jaket dan tas ransel dibelakang punggung nya.
Jangan lupakan dengan penampilannya yang hanya memakai kaos warna hitam dan celana jeans, Kelvin terlihat lebih muda kalau dandan seperti ini, membuat Mea benar-benar jatuh ke dalam pesona pria itu
"Aku mau pulang, sana tidur udah malam!"
__ADS_1
"Jadi Om nggak tidur disini malam ini?"
"Tidak," Kelvin langsung menutup pintu kamarnya dan berjalan ke arah depan.
"Om, boleh ikut nggak?" Rengek Mea seperti anak kecil.
Kelvin menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah gadis yang malam ini memakai pakaiannya tidur terusan di bawah lutut. Kelvin sempat terpaku saat menatap Mea yang malam ini terlihat lebih dewasa.
"Jangan aneh-aneh, Mea!" Setelah itu Kelvin melangkah kembali untuk keluar dari rumah Kenzo.
Mea cemberut, dia tidak tahu bagaimana caranya menaklukkan pria datar seperti itu.
Di sisi lain.
Malam ini Kenzo dan Rea sudah selesai membersihkan diri, tapi tidak mandi bareng karena Rea tidak mau. Setelah akad yang berlangsung siang tadi, banyak sekali orang yang mengirimkan pesan ke nomor pribadi Kenzo.
"Mau kemana sayang?" Tanya Kenzo.
"Bentar mas, aku mau kasih kamu kejutan," jawab Rea mengedipkan sebelah matanya. Membuat Kenzo ingin menarik Rea saat ini karena berhasil menggodanya.
"Mas, tunggu ya!" Rea masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa sesuatu.
Setelah beberapa saat, Rea keluar dari dalam kamar mandi memakai lingerie yang sangat seksi. Mata Kenzo sampai tidak berkedip menatapnya. Menyaksikan pemandangan indah tubuh Rea yang hanya berbalut gaun tipis itu.
Di tatap seperti itu membuat Rea menjadi salah tingkah dan langsung bersemu merah.
"Jangan di tatap seperti itu terus donk!"
Kenzo terkekeh. Diapun berjalan ke arah sang istri dan langsung mencium bibir Rea lembut.
"Malam ini kamu tidak akan bisa lari lagi sayang," bisik Kenzo.
Rea memalingkan wajahnya malu ketika mata Kenzo menatapnya lapar. Namun Kenzo tidak akan membiarkan Rea malu, karena setelah ini dia akan mengajarkan sesuatu yang luar biasa.
"Aku nggak mau tahu, pokoknya malam ini kamu milikku!" Bisik Kenzo ditelinga sang istri. Mea menatap Kenzo kembali.
__ADS_1
"Baiklah sayang, mulai malam ini aku adalah milikmu!" Jawab Rea. Kenzo sangat bahagia mendengar Rea yang berkata seperti itu.
Pria itu langsung menggendong Rea ala bride style dan langsung merebahkan nya di atas ranjang.
Kenzo langsung mengukung Rea dan mencium bibirnya lembut, Rea membuka bibirnya agar Kenzo bisa lebih mudah mengeksplor di dalamnya.
Ciuman itu semakin panas, mereka saling memagut dan melilitkan lidah menari-nari di dalam sana.
Kenzo mencium leher jenjang Rea dan memberi tanda merah di sana.
Adik Kenzo sudah menegang, Rea bisa merasakan benda keras itu mengenai perutnya. Rea semakin menggila merasakan ciuman dari Kenzo yang semakin panas.
"Aku sangat mencintaimu, istriku," bisik Kenzo di telinga Rea
"Aku juga sangat mencintai mu suamiku," Kenzo menyentuh tiap inci dari tubuh indah sang istri.
Diapun langsung membuka lingerie seksi Rea dan membuangnya asal. Kenzo menatap lapar ke arah bukit yang masih di tutupi oleh kain berenda itu. Rea semakin melenguh kala Kenzo menjelajahi bukit kembarnya
"Sayang, aku sudah tidak tahan?"
Kenzo langsung membuka kain penutup milik Rea dan bermain di bawah sana. Sungguh dua benar-benar menggilai tubuh wanita yang berhasil merebut hatinya ini.
Rea mendes"h tertahan kala sang suami masih betah bermain di area sensitifnya. Kenzo benar-benar merasa harus segera memasuki sang istri. Diapun membuka seluruh bajunya dan memposisikan tubuhnya di atas Rea.
"Bersiaplah sayang, aku akan melakukannya pelan-pelan." Rea menggigit bibir bawahnya kala Kenzo mulai merobek dinding kesuciannya.
Kenzo merasa takjub, jantungnya berdebar-debar, belum pernah dia merasakan yang seperti ini, dia benar-benar menyukai milik Rea yang sempit itu.
Rea terlihat meneteskan air matanya, menahan sakit dan perih kala Kenzo menghujam kuat hingga menyentuh dinding rahim.
"Sakitnya sebentar, tahan ya," Kenzo mengecup kedua mata Rea yang basah kemudian mencium bibirnya.
Perlahan Kenzo menggerakkan tubuhnya sambil terus mencium bibir sang istri, dia akan membuat Rea merasa rileks terlebih dahulu.
Bersambung.
__ADS_1