Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 72


__ADS_3

Happy Reading.


Mea menatap Kelvin dengan tatapan tajam, dia duduk sambil bersedekap dada dan tidak memalingkan wajahnya sejak lima belas menit yang lalu. Sedangkan yang di tatap jadi salah tingkah sendiri.


Kelvin menggaruk hidungnya yang tiba-tiba terasa gatal, entah kenapa dia jadi gugup seperti ini. Padahal biasanya dia selalu percaya diri dan tidak pernah gugup, bahkan ketika bertemu dengan pangeran Arab yang tengah menawarkan kerja sama kilang minyak di Dubai dengan nilai triliun Kelvin sama sekali tidak gugup. Entah kenapa sekarang dia jadi mati kutu.


"Om, ada apa? Jangan buang-buang waktu ku yang berharga hanya untuk melihat mu seperti ini," lagi-lagi Kelvin harus menelan ludah kasar saat Mea membalikkan kata-kata yang dulu pernah dia ucapkan pada gadis itu. Mea dengan tenang melihat jam dipergelangan tangannya seakan dia tengah di kejar waktu dan tidak bisa leluasa untuk berlama-lama.


Akhirnya Kelvin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. "Mea, ayo jadi pacarku, aku-aku sayang kamu dan aku nggak mau di cuekin seperti ini, jadi kamu mau kan?" Mea terkejut mendengar ucapan Kelvin. Jantungnya sudah berdebar kencang dan wajahnya memerah.


Ini Kelvin sedang nembak dia atau gimana? Kenapa dia merasa tidak suka Kelvin mengucapkan semua itu. Wajah Mea semakin memerah bukan karena malu-malu meong, tetapi karena menahan amarahnya. Mungkin jika Kelvin mengucapkan kata-kata ini beberapa bulan yang lalu sudah dipastikan jika hati Mea akan meleyot dan langsung memeluk Kelvin saat itu juga. Namun, nyatanya sekarang Mea sudah membentengi hatinya untuk pria dewasa ini. Mea sudah berjanji akan fokus untuk kuliah.

__ADS_1


Mumpung masih ada yang mau membiayai kuliahnya yaitu sang kakak Rea. Mea ingin bisa menjadi wanita sukses dan membalas kebaikan kakaknya. Dia tidak mungkin harus menggantungkan hidupnya kepada Rea dan Kenzo meskipun kakaknya itu sama sekali tidak masalah karena harta Kenzo tidak akan habis jika hanya untuk biaya hidup dan kuliah Mea.


"Kalau kamu mengatakan itu hanya karena aku cuek, oke sekarang aku nggak akan cuek tapi aku juga nggak bisa jadi pacarmu, Om. Aku udah mundur dan nggak mau ngejar kamu lagi, kamu tahu artinya kan? Aku udah nggak minat buat pacar-pacaran. Jadi lebih baik Om cari wanita lain saja, aku mau fokus kuliah dulu."


Kretek!


Kalau ada yang bisa mendengar suara patahan hari Kelvin saat ini pasti ingin sekali menertawakan pria tampan itu. Karena dia akhirnya bisa merasakan yang namanya patah hati karena seorang gadis yang dulu dia tolak mentah-mentah. Bukankah dulu dia juga pernah bilang pada Mea untuk mencari lelaki lain saja untuk dijadikan pacar? Kenapa sekarang Mea menjadi semakin pintar dengan memutar balikkan semua ucapannya yang ternyata sangat menusuk hati itu.


"Jadi kamu menolak saya?" Kelvin mulai kembali ke mode formal.


"Iya Om, aku pengen belajar dulu, kalau memang Om serius sayang sama aku, buktikan dan bikin aku luluh lagi, tapi kalau Om nggak lakuin apa-apa dan nyerah begitu saja, ya sudah. Berarti kita bukan jodoh."

__ADS_1


"Apa karena kamu dekat sama cowok lain, jadi kamu nolak aku?" Mea langsung menggeleng sambil tersenyum miris.


"Mulai hari ini aku nggak akan menghindar lagi, jadi jangan sia-siakan kesempatan yang udah aku kasih, karena jujur aku udah terlanjur banyak kecewa sama Om Kelvin."


Bersambung.


Bonus gambar Kelvin dan Mea



__ADS_1


__ADS_2