
Happy Reading.
Anjani masuk ke sebuah ruangan di mana dia sudah ditunggu oleh seseorang. Sungguh tidak pernah dibayangkan jika dia akan berakhir di tempat seperti ini. Anjani memang bukan wanita baik-baik, tapi setelah menikah dia berusaha menjadi wanita yang baik dan meninggalkan segala macam kenikmatan dunia yang dulu sering dia lakukan.
Untung dia mendapatkan pria yang sangat bertanggung jawab, hingga akhirnya dia di tinggalkan karena penyakit yang didera sang suami.
Anjani yang harus mendapatkan uang yang banyak untuk pengobatan putrinya rela melakukan perbuatan bodoh dengan menarik simpati Kenzo kembali. Segala cara dilakukan oleh Anjani agar bisa mendapatkan Kenzo tapi ternyata Anjani salah sasaran karena Kenzo bukan Kenzo yang dulu. Yang selalu menuruti segala keinginannya.
Anjani telah kehilangan pekerjaan, dia sudah tidak punya apa-apa lagi, mobil satu-satunya pun dijual demi memenuhi kebutuhannya. Dan sekarang dia disini, disebuah tempat hiburan malam. Anjani terpaksa mengiyakan tawaran Andien yang memberikan nya pekerjaan wanita malam.
"Hai, akhirnya kau datang," sebuah suara yang tidak asing ditelinga Anjani.
"Kau?"
"Ya, ini aku,, aku yang membeli mu malam ini!" Jawab seorang pria yang tidak lain adalah Juan.
"Kenapa kau membeli ku? Masih banyak wanita lain ditempat ini!" Seru Anjani.
"Hahahaha, jangan mengira jika aku menginginkan tubuhmu, aku akan memberimu uang banyak, tapi aku ingin kau melakukan sesuatu," jawab Juan tenang. Sambil menuangkan anggur ke dalam gelas kecilnya.
Anjani mengepakkan tangannya, dia tidak suka dengan ejekan Juan, seakan tubuhnya sudah tidak laku lagi. Padahal Anjani yakin jika masih banyak orang yang menginginkan tubuhnya.
"Aku tidak mau!"
"Benarkah?" Ejek Juan. "Apa kamu masih memiliki uang untuk membeli obat kemo anakmu?"
__ADS_1
Anjani membelalakkan matanya tidak percaya, dari mana Juan tahu kalau dia sudah kehabisan uang untuk membeli obat kemo untuk Isabelle.
"Baiklah, apa tugasmu?"
Juan tersenyum miring, "gampang, aku ingin kamu menyabotase mobil orang kepercayaan Kenzo!"
"Kenapa kamu tidak menyuruh orang yang lebih berpengalaman saja, aku tidak tahu masalah seperti itu!"
***
Kenzo masih betah dengan kegiatan nya yang menggempur sang istri itu, suara decitan ranjang yang bergoyang dan bunyi dari penyatuan tubuh kedua pasangan pengantin baru itu memenuhi ruangan.
Kenzo benar-benar merasa bahagia bisa memiliki Rea seutuhnya, gadis lugu dan polos yang sejak pertama sudah menarik hatinya. Rea adalah wanita yang tepat untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya nanti.
Sungguh tidak pernah Kenzo bayangkan jika dia bisa memiliki Rea seutuhnya.
Begitu pun dengan Rea, dia masih merasa terharu dan tidak percaya bahwa dirinya telah seutuhnya menjadi milik Tuan Kenzo. Ah, sepertinya sekarang dia sudah tidak pantas menyebut nya sebagai tuan, karena Kenzo adalah suaminya.
"Aahh, sayang aku sudah tidak tahan!"
Kenzo semakin mempercepat gerakannya kala merasa sudah di atas puncak. Akhirnya dia menaburkan benih yang kedua kalinya di dalam ladang Rea.
Kedua sejoli itu mengatur nafas yang menderu setelah pelepasan yang kedua, tapi milik Kenzo seakan belum puas Ingin merasakan sempitnya ladang sang istri.
"Aku sudah lelah mas," gumam Rea kala Kenzo bermain dengan bukit nya lagi.
__ADS_1
Menyusu seperti bayi yang sedang kehausan.
"Tidurlah sayang, aku tidak akan lama, biar aku terus yang memimpin kamu tinggal nikmati saja," bisik Kenzo kemudian mengarahkan adiknya lagi ke tempat yang hangat dan sempit itu.
Rea merasakan hentakan Kenzo sangat kuat membuat nya menggelinjang nikmat, bagaimana dia bisa tidur kalau sentuhan suaminya itu bisa membangunkan hasratnya kembali.
"Kamu memang hebat sayang, bisa membuatku ketagihan terus!" Bisik Kenzo. Padahal Rea tidak melakukan apa-apa, hanya dengan ketulusan cintanya bisa membuat Kenzo klepek-klepek.
Malam itu bagaikan malam yang panas meskipun udara di luar cukup dingin. Kedua pasangan itu malah sedang panas-panasnya dengan cinta yang bergelora.
Sedangkan disisi lain.
Mea menarik lengan Kelvin yang sudah keluar rumah, "Om, aku minta tolong,, aku takut dikamar tadi ada suara aneh!"
Kelvin menghela nafas kasar, "suara apa? Di sini tidak ada hantu atau hewan-hewan buas, jadi kamu jangan berulah!"
"Tapi aku nggak bohong, ayo kalau nggak percaya!" Mea menarik Kelvin sedikit keras. Membawa pria itu ke lantai dua. Kamar Mea ada di sampai kamar utama milik Kenzo dan Rea. Kamar yang dulu ditempati oleh Rea.
"Mea, jangan kekanakan! Sebaik kamu cepat tidur, aku tidak akan tertipu dengan omong kosong mu!"
"Aku tidak bisa tidur, dari tadi aku mendengar suara aneh lagi, arahnya dari kamar Tuan Kenzo dan Kakak," Kelvin melototkan matanya mendengar ucapan gadis kecil itu. Apakah dia ini terlalu polos? Batin Kelvin.
Tapi bukankah kamar belakang Tuan Ken sudah dilengkapi peredam suara, apakah alat itu rusak?
Bersambung.
__ADS_1