Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 66


__ADS_3

Happy Reading.


Mea memutuskan untuk langsung pulang setelah melihat jika mobil Kelvin tidak ada di depan kampus. Sebenarnya dia sama sekali tidak menduga dengan perubahan Kelvin yang seperti ini. Mea justru akan lebih lega jika Kelvin masih bersikap seperti dulu. Dia benar-benar sudah berniat untuk melupakan perasaannya terhadap Kelvin. Dia ingin fokus untuk kuliahnya saja sekarang.


"Mea, kau mau kemana?" suara seorang pria menghentikan langkah Mea. Gadis itu menoleh dan melihat Jim yang tengah berjalan ke arahnya.


Entah kenapa melihat Jim, Mea jadi teringat dengan ciuman panas mereka waktu di bar. Mea merasa malu dan dia harus meluruskan jika itu hanya sebuah ketidaksengajaan.


"Aku mau pulang. Oh ya Jim, tentang kejadian di bar waktu itu, aku meminta maaf, aku sedikit mabuk dan sama sekali tidak ingat dengan apa yang aku lakukan," ujar Mea.


Jim mengerutkan keningnya, kejadian apa yang di maksud oleh Mea. "Aku tidak mengerti apa maksudmu, sehingga kau harus minta maaf padaku? Kejadian apa?" tanya Jim.


Mea merasa jika Jim melupakan kejadian itu, sehingga dia harus menjelaskan dengan detail, agar di kemudian hari tidak ada kesalahpahaman. Jim sendiri baru ingat, apakah masalah ciuman sekilas waktu itu? Dan Mea berteriak histeris padahal itu hanya menempel sekilas. Meski begitu, itu bukan salah Mea dan itu adalah salahnya.


"Waktu itu loh, di toilet. Kamu tiba-tiba datang dan aku merayumu dengan mencium mu terlebih dahulu," jawab Mea membuang pandangannya ke arah lain karena dia sebenarnya malu untuk mengakui itu.

__ADS_1


Jim kali ini melebarkan matanya, dia ingat jika yang masuk ke dalam toilet adalah Kelvin, apakah Mea mengingat jika itu adalah dirinya. Mea ternyata salah paham dan pasti Kelvin sekarang sangat marah terhadap gadis itu.


"Mea, i-itu sebelum bukan aku, kamu salah orang," ujar Jim menggaruk kepalanya yang sudah gatal.


Mea mengerutkan keningnya, "maksudnya? Cowok itu bukan kamu? Lalu siapa?"


Apakah Jim harus mengatakan jika dia adalah salah satu orang yang di suruh oleh Kenzo untuk menjaga Mea. Dia juga harus menjelaskan jika yang masuk ke dalam toilet itu adalah Kelvin dan bukan dirinya, tetapi bagaimana cara Jim mengutarakannya.


"Jim, katakan? Aku tahu kok kalau kamu ini adalah anak buah Kak Kenzo, jadi kamu bisa cerita apa saja padaku setelah ini," ujar Mea membuat Jim terkejut. Akhirnya karena Mea sudah mengetahui semuanya, Jim harus mengatakan yang sebenarnya.


"Ehmm, itu adalah tuan Kelvin. Waktu itu aku berjaga di luar toilet dan tuan Kelvin memaksa masuk untuk mencarimu," jawab Jim tidak enak sendiri.


Jim mengedikkan bahunya, dia juga tidak tahu bagaimana adegan ciuman itu berlangsung, tetapi yang pasti durasinya tidak sebentar karena dia mengetahui berapa lama waktu Kelvin masuk ke dalam ruangan dan keluar setelahnya.


"Waktu itu aku di luar toilet untuk menjaga mu karena kamu lumayan mabuk. Tiba-tiba tuan Kelvin datang dan mencari mu. Aku hanya memberitahu nya jika kamu ada di dalam, dan tuan Kelvin masuk begitu saja. Aku tidak tahu kalau tuan Kelvin masuk ke dalam toilet khusus wanita," jawab Jim jujur.

__ADS_1


Mea semakin linglung, jadi apakah karena hal itu membuat Kelvin menjadi berubah kepadanya. Ah, kenapa dia jadi merasa malu sekali.


"Oke, Jim. Makasih atas penjelasannya," ujar Mea tersenyum canggung. Dia merasa malu karena telah mengakui perbuatannya yang ternyata mencium Kelvin. "Tolong jangan cerita pada siapapun, anggap saja itu adalah kejadian yang tidak disengaja karena aku sedang mabuk parah," lanjut Mea.


Jim mengangguk dan tersenyum, dia tahu Mea tengah malu, "iya, sama-sama. Kalau mau pulang kamu bisa menghubungi salah satu supir keluarga, karena mereka tidak tahu kalau kamu akan pulang cepat," ujar Jim.


"Aku akan naik taksi aja, lagian aku akan mampir ke suatu tempat, jadi mending pergi sendiri, aku juga membutuhkan waktu untuk diriku sendiri," jawab Mea.


Jim mengerti keinginan Mea, gadis itu memang selalu mendapatkan pengawalan yang ketat dari tuan Kenzo.


"Aku pergi dulu, ya?"


"Oke, hati-hati ya? aku masih ada jam kuliah setelah ini," ujar cowok itu.


"Iya, oh ya Jim. Ayo kita temenan sekarang," Mea mengulurkan tangannya pada Jim. Dengan senang hati cowok itu membalas jabatan tangan Mea.

__ADS_1


"Oke, Mea."


***


__ADS_2