Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 45 ( Kepolosan Rea )


__ADS_3

Happy Reading.


Rea terkejut dengan reaksi Kenzo yang tiba-tiba berubah menjadi datar dan dingin setelah mendengar ucapan nya. Jangan lupakan tatapan matanya yang tajam menghunus sampai ke ulu hati.


"Rea! Jangan sampai aku mengulang pertanyaan yang sama! Apa yang dia bicarakan sama kamu waktu itu!"


"Tidak ada tuan, dia tidak bicara apa-apa, dia hanya mengatakan jika dia adalah sahabat Tuan," jawab Rea menunduk.


Namun, tiba-tiba tangan Kenzo menyentuh dagunya dan mengangkat wajah Rea. "Jangan pernah percaya dengan ucapan wanita itu, apapun yang dia katakan, dia hanya wanita masa laluku dan sekarang aku sudah menemukan wanita masa depan ku, hemm!"


Rea masih diam saja, dia menyimak ucapan Tuannya itu, takut nanti ada salah dengar atau bagaimana. Jadi siapa wanita masa depan Tuan Kenzo itu, apakah dia akan dikenalkan dengan nya.


"Rea, tatap mataku," ujar Kenzo. Menghipnotis Rea yang melihat retina berwarna coklat terang itu. Rea bisa melihat pantulan wajahnya di sana.


Tiba-tiba alunan musik berubah menjadi milik Christina Perri yang menjadi soundtrack film Twilight, jantung Rea juga berdebar kencang kala Kenzo berdiri disampingnya.


"Sebelum aku mengatakan hal ini, aku sudah meyakinkan diri jika memang apa yang aku rasakan ini benar adanya, aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, tapi sejak pertama kali melihat mu, aku tertarik dan lama-lama aku merasakan kenyamanan saat berada didekat mu." Kenzo menarik nafas dalam-dalam, "kamu tahu Rea, jika kamu pernah mendengar cerita bahwa aku dulu sering gonta-ganti wanita, ya itu benar. Sebelum bertemu denganmu, tapi aku sama sekali tidak pernah memakai perasaan pada mereka, bahkan terkadang rasa tidak nyaman itu timbul saat bertemu dengan wanita-wanita itu lagi, dan itu sangat berbeda dengan apa yang aku rasakan padamu. Rea, aku jatuh cinta padamu," Kenzo berlutut di hadapannya Rea sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna biru safir dan di saat Kenzo membuka itu, sebuah cincin bermata safir ada didalamnya.


Rea menganga, dia tidak tahu ekspresi apa yang dia keluarkan, rasanya dia seperti mimpi. Ini Tuan Ken tidak sedang nge-prank dia kan? Ataukah Tuannya itu sedang latihan melamar wanita yang katanya menjadi masa depannya.

__ADS_1


"Rea, maukah kamu menjadi Istriku, mendampingi ku sampai ajal menjemput, menjadi ibu dari anak-anakku dan kita bangun rumah tangga ini bersama sampai maut memisahkan?"


"Tuan, apa tuan sedang latihan melamar seseorang?"


Krik, krik, krik!


Astaga, Kenzo sudah memberanikan dirinya untuk mengakui semuanya di depan gadis di depannya ini, tapi kenapa jawabannya seperti itu. Rea oh Rea! Apa kamu benar-benar polos banget sih. Kenzo mengumpat dalam hati, untung sayang.


"Pakai ini dulu," Kenzo meminta tangan kanan Rea dan langsung memakaikan cincin safir itu dijari manisnya.


Rea masih belum sadar dengan kondisi yang dia hadapi. Nalurinya mengatakan jika dia merasa bahagia jika memang ucapan Kenzo itu diucapkan untuknya. Tapi otaknya berontak dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar.


"Sekarang kamu adalah milik ku dan calon istriku, apa kamu masih belum paham juga!" Kenzo jadi sewot melihat reaksi Rea yang seperti ini.


"Loh, Tuan beneran ini, jadi Tuan tadi tidak sedang latihan? Wanita masa depan tuan itu saya?" Tunjuk Rea pada wajahnya.


"Hemm," jawab Kenzo dengan wajah masam, dia sekarang sudah duduk di kursinya. Benar-benar seperti ekpektasi nya, Rea pasti tidak menyukainya.


"Aaahkk!! Tuan Ken beneran ini?" Kenzo terkejut saat tiba-tiba Rea memeluknya.

__ADS_1


"Iya, memangnya kamu pikir saya akan melamar siapa?"


"Anjani! Eh!"


Kenzo menarik Rea di pelukannya, bahkan tubuh Rea dia dekap erat agar tidak bisa kemana-mana. "Jadi kamu tahu semua tentang kisah ku dan dia?" Rea mengangguk ragu.


"Ck, itu masa lalu, cinta monyet,, sekarang aku udah gak suka sama dia, dan yang ku cintai itu kamu, jadi jangan sampai berpikir lagi jika aku masih menginginkan wanita itu, mengerti?" Rea mengangguk cepat.


Jujur dia begitu gugup setengah mati, jantung sudah tidak karuan rasanya. Tapi dia senang dan lega karena rasa cintanya bersambut.


"Jadi gimana jawabannya? Apa kamu mau jadi istri seorang Kenzo Dimitri?" Tanya Kenzo lagi kini lebih lembut.


Tangannya bergerak merapikan anak rambut Rea ke belakang telinga.


"Iya tuan, saya mau sekali, saya kan juga cinta sama tuan," jawab Rea jujur. Dia masih berasa seperti mimpi. Mudah-mudahan saja dia memang tidak bermimpi ya.


Kenzo menyeringai, "aku tahu kalau kamu pasti jatuh cinta padaku, jadi kamu sekarang milikku dan aku milikmu," Kenzo langsung mencium bibir Rea dan mereka berciuman panjang.


******

__ADS_1


Bonus gambar Kenzo dan Rea



__ADS_2