
Happy Reading.
Mea akan keluar dari dalam bar dalam keadaan yang masih pusing dan mabuk. Dia berjalan sempoyongan dan akan terjatuh. Beberapa kali dia menabrak seseorang, untung saja pada tidak marah. Namun, kali ini sepertinya Mea salah menabrak seseorang, karena orang itu juga sedang mabuk dan sepertinya sedang tidak ingin di ganggu.
Bruk!
"Woy, kalau jalan tuh pakai mata! Dasar jal*ng!" Mea yang mendengar itu langsung berhenti dan berusaha menatap pria yang berada di depannya itu. Namun, karena pandangan nya masih saja tidak jelas, wanita itu hanya bisa mengucapkan maaf.
"Sorry," setelah mengatakan itu Mea bermaksud untuk menyingkir dan melewati cowok tersebut, tetapi tangan nya langsung di cekal karena sepertinya cowok itu masih tersinggung.
"Mau kemana lo, gara-gara lo udah bikin mood gue jelek, sekarang lo ikut gue bersenang-senang," Mea melawan dan menarik tangannya.
"Lepas, brengsekk! Gue udah minta maaf!"
Bruk!
Bugh!
__ADS_1
Sebuah bogeman melayang pada rahang cowok itu dan membuat Mea langsung menjerit.
"Pergi kau, sial!" seru Kelvin menonjok pria itu itu dua kali hingga tersungkur. Kelvin yang baru keluar dari toilet dan langsung mencari keberadaan Mea yang ternyata sedang bersitegang dengan seorang pria, akhirnya Kelvin berhasil menyelamatkan Mea dari pria asing itu.
Mea terlihat ketakutan, badannya langsung bergetar melihat adegan baku hantam di depannya tersebut.
"Sttt, jangan takut, aku di sini!" Kelvin langsung mendekap Mea dan melindungi gadis itu.
Mea yang menyadari bahwa itu adalah suara Kelvin langsung mendongak. "Kelvin, kau kenapa ada di sini?"
Kelvin menunduk, sempat mengumpat dalam hati karena Mea benar-benar membuatnya marah karena tadi menciumnya secara langsung tetapi tidak sadar jika itu dirinya.
"Huh, tentu saja dia tidak sadar, apakah aku harus senang atau sedih karena dia menganggap ku orang lain? Tapi setelah ini akan ku pastikan jika aku adalah orang yang aku inginkan, bukan pria apalagi Jim!" Batin Kelvin.
"Hemm, ini aku. Ayo aku antar pulang, ini sudah malam," ujar Kelvin berusaha sabar.
Namun, Mea malah melepaskan pelukan Kelvin dan menghindar dari pria itu. Mea tidak menyangka jika Kelvin ada di situ dan menolongnya. Bukankah tadi Kelvin sedang menjemput kekasihnya.
__ADS_1
"Terima kasih, aku akan pulang bareng teman-temanku, permisi," Mea melangkah mundur dan berbalik. Dia tidak mau berurusan dengan Kelvin lagi. Mea tidak ingin hatinya sakit lagi. Cara yang paling ampuh adalah menghindari Kelvin dan pergi jauh jika ada pria itu. Karena Mea sendiri masih belum bisa mengontrol hatinya.
Terkadang dia masih suka curi pandang diam-diam pada pria dewasa yang mapan dan tampan ini. Seperti tadi contohnya, Mea menyadari jika Kelvin ada di bar ini dan dia masih juga membuntuti Kelvin yang keluar karena mengangkat panggilan telepon.
"Huh, aku harus pergi sebelum berhaluan!" batin Mea.
Dia tidak tahu di mana teman-temannya tadi berada, gara-gara wine sialan itu membuat nya jadi tidak waras. Mea tidak bisa melihat dengan jelas karena kepalanya pusing membuat pandangannya kabur.
Namun, belum sempat Mea menemukan keberadaan teman-temannya, sebuah tangan sudan menarik bahunya dan membawakan keluar dari tempat tersebut. Mea tahu siapa itu, dia berusaha memberontak, tetapi tangan Kelvin lebih besar dan rangkulan itu semakin kuat hingga membuat Mea tidak bisa melepaskan.
"Om, kenapa maksa sih? Aku nggak mau pulang sama Om, aku mau pulang sendiri!"
"Jangan ngeyel, teman-teman kamu semua sudah pada mabuk dan mereka tidak bisa menyetir, jadi sekarang kamu harus pulang bareng aku," ujar Kelvin lembut. Dia tidak marah atau emosi dengan penolakan Mea. Justru dia merasa senang karena melihat sikap Mea yang seperti ini. Membuat Kelvin merasa tertantang.
Mea akhirnya menyerah dan menurut saja, sepanjang perjalanan Mea menutup mata karena tidak mau berinteraksi dengan Kelvin. Dia berusaha terlihat tertidur karena benar-benar merasa muak dengan lelaki itu.
Mea berusaha mengontrol hatinya agar tidak menanyakan tantang keberadaan Kelvin di bar itu dan lebih baik dia memejamkan matanya saja. Kepalanya masih terasa berat dan dia benar-benar mengantuk sekarang.
__ADS_1
***