Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 57


__ADS_3

Happy Reading.


Rea merasakan usapan lembut di rambutnya, bahkan dia juga bisa merasakan pelukan hangat dari sebuah lengan yang begitu kekar. Hembusan nafas mengenai telinganya dan sedetik kemudian dia merasakan sebuah kecupan basah di tengkuknya.


Rea memang tadi sudah tertidur, tetapi terganggu dengan pelukan orang yang ada dibelakangnya ini. Apakah itu ibu Fitri atau Mea. Rea merasa jika itu bukanlah keduanya, tetapi pelukan itu terasa sangat nyaman meskipun Rea masih bertanya-tanya siapa?


"Aku merindukanmu, sayang," bisik seseorang di telinga Rea.


Deg!


Rea begitu mengenali suara, aroma tubuh dan juga dekapan itu. Sedetik kemudian Rea langsung membalikkan badannya dan mengalir air matanya saat melihat wajah sang suami yang ada dihadapannya saat ini.


"Mas,,, apa aku bermimpi?" Lirih Rea memegang wajah Kenzo.


"Tidak sayang, kamu tidak bermimpi karena aku memang ada di sini, dihadapan mu sekarang," jawab Kenzo tersenyum.


"Benarkah? Apa buktinya kalau kamu itu nyata dan bukan mimpi?" Rea masih berusaha mengumpulkan semua tenaganya yang sejak tadi siang terkuras habis ini. Mungkin karena efek itu membuat nya berhalusinasi jika Kenzo saat ini ada dihadapannya.

__ADS_1


Kenzo yang mendengar hal itu langsung majukan wajahnya dan mencium bibir Rea lembut. Rea menyambutnya dan membuka bibirnya, keduanya berciuman panjang dan Rea sambil berurai air mata. Kenapa ini terasa begitu nyata, kenapa dia merasa bahwa Kenzo benar-benar menciumnya, tetapi bukankah Kenzo masih belum ditemukan setelah kecelakaan itu?


"Sayang?"


"Mas?"


"Ini aku, kamu jangan khawatir karena aku selamat," ujar Kenzo membuat Rea langsung bangun dari tidurnya. Rea duduk dan menghadap Kenzo yang masih tiduran.


"Jadi ini beneran kamu, Mas!! Ya Allah, terima kasih!" Rea langsung berhambur memeluk Kenzo erat sambil menangis.


"Cup, cup, udah jangan nangis lagi, kenapa kamu terlihat pucat, hemm?"


"Kamu jahat tau nggak, Mas! Aku khawatir kalau ada apa-apa sama kamu, sejak berita yang mengatakan jika mobilmu terbakar aku sudah langsung lemas dan sempat pingsan, hiks, hisk!!" Rea memukul dada Kenzo dengan kepalan tangannya yang kecil.


Kenzo tertawa kecil dan itu semakin membuat Rea memukul Kenzo karena kesal setengah mati.


"Mas kenapa jahat banget sih!! Aku berasa jadi janda tau nggak!" Rea merajuk dan Kenzo menariknya dalam pelukan.

__ADS_1


Tangannya mengelus punggung sang istri lembut dan sesekali mencium rambutnya. "Ceritanya panjang, ada seseorang yang menyabotase mobilku, tetapi untungnya Kelvin bergerak dengan cepat sehingga semuanya langsung beres dalam waktu sehari saja," ujar Kenzo.


Flashback.


Kelvin memberitahukan Kenzo jika anak buahnya sejak pagi tadi mencurigai seseorang, akhirnya Kelvin memperlihatkan rekaman CCTV di depan kantor sampai di basement lewat laptop milik Kelvin.


Mereka bisa melihat bagaimana Anjani masuk ke bawah mobil Kenzo selama hampir satu menit dan kemudian keluar dengan bebas karena saat itu basement juga sedang lenggang tidak ada orang satu pun. Namun, sepertinya Anjani lupa kalau tempat itu dibekali CCTV 4d dan bisa melihat jelas wajah siapa saja yang masuk ke kamera.


"Anjani? Jadi orang itu Anjani Larasati?"


"Iya Tuan, sepertinya dia di suruh oleh seseorang karena kata anak buah saya beberapa hari yang lalu Anjani terlihat mengobrol dengan Juan," jawab Kelvin.


"Kurang ajar Juan, ternyata dia tidak ada kapok-kapoknya!" Kenzo mengepalkan tangannya. Dia merasa Juan sudah sangat keterlaluan dan harus diberikan pelajaran saat ini juga. "Kita jalankan rencana, sebelum kita meringkus orang itu!"


Kenzo benar-benar marah kali ini, karena Juan ingin melenyapkannya nyawanya lewat Anjani. "Lihat saja permainan yang akan membuat kalian tercengang!" Kenzo mengkode Kevin agar menjalankan rencananya sekarang.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2