Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Episode 79


__ADS_3

Happy Reading.


"Alhamdulillah, sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah!"


Akhirnya Mea dan Kelvin hari itu sudah resmi menjadi suami dan istri secara siri. Tentu saja semuanya serba dadakan dan hanya ada beberapa orang yang ada di sana. Kenzo memanggil seorang ustadz untuk menikahkan Kelvin dan Mea sesuai dengan permintaan Bu Alfi yang menginginkan Mea dan Kelvin menikah saat itu juga.


"Terima kasih, ya? Aku senang sekali bisa mempersunting mu, nanti kalau kamu udah benar-benar siap, Aku akan mengadakan pesta pernikahan untuk kita dan mendaftarkan pernikahan kita ke negara," bisik Kelvin.


Mea hanya diam saja, dia tidak menjawab ucapan dari Kelvin karena merasa semua ini seperti mimpi. Mea tidak pernah menyangka akan menjadi seorang istri di usianya yang belum genap 19 tahun.


Bu Alfi begitu terharu melihat putri keduanya akhirnya bisa mendapatkan suami yang menurutnya sangat pas untuk menjadi pendamping hidup. Putri pertamanya sudah mendapatkan suami yang baik, kini Putri keduanya juga mendapatkan suaminya yang baik, Rea dengan Kenzo dan Mea dengan Kelvin. Dia bener-bener bersyukur bisa melihat kedua putrinya mendapatkan pria yang terbaik untuk mereka.

__ADS_1


Kelvin tersenyum senang karena kini dia telah resmi menjadi suami dari Mea, wanita yang begitu dia cintai. Berbeda dengan Kelvin yang merasa begitu bahagia, Mea hanya bisa cemberut, perasaannya benar-benar tidak senang, dia merasa jika dipaksa menikah karena keadaan ibunya padahal sang ibu masih baik-baik saja.


Ada rasa tidak rela dihatinya, dia belum siap sama sekali apalagi dengan statusnya kini yang sudah menjadi seorang istri dari seorang Kelvin Valendra. Meskipun sejujurnya dia masih mencintai pia itu, tetapi tetap saja Mea belum ingin menikah.


Rea mendekati adiknya dengan senyum yang lebar.


"Selamat ya, akhirnya adikku yang cantik ini menikah di usia muda, apalagi menikah dengan pria yang dicintai," bisik Rea.


Mea melengos, sungguh rasanya ingin sekali menangis tetapi dia tidak bisa. Sudut hatinya yang paling dalam mengatakan jika dia merasa bahagia ketika menjadi istri seorang Kevin Valendra. Tetapi kan sekarang dia masih dalam masa move on dan juga dia sudah bertekad ingin melupakan perasaan Kelvin.


"Kenapa cemberut seperti itu? Memangnya kamu nggak senang nikah sama Kelvin? bukankah sejak kamu suka sama dia?" tanya Rea melihat respon sang adik yang tidak terlihat bahagia.


Begitu pun dengan bu Alfi. Wanita sepuh itu memanggil kedua putrinya untuk mendekat. Keadaannya yang sudah terasa lemah ini pun masih dia upayakan untuk bisa menasehati kedua putrinya itu.


"Kamu itu sudah besar, Mea. Memangnya kamu mau laki-laki yang seperti apa? Nak Kelvin ini sudah cocok untukmu bahkan dia terlihat sangat tulus mencintaimu, ibu yakin jika kamu pasti akan bahagia bersamanya," nasehat sang ibu.

__ADS_1


Mea memandang Kelvin yang juga


tengah memandangnya. Senyum pria itu terlihat begitu tulus bahkan matanya terpancar kebahagiaan. Mea juga melihat pria itu menunjukkan perhatian dan cintanya akhir-akhir ini.


"Apakah menurut ibu, dia pria yang baik dan juga pria yang bisa menjadi suami yang baik untuk ku?" tanya Mea akhirnya. Dia meminta pendapat ibunya agar hatinya juga bisa menerima dengan lapang.


"Ya, nak Kelvin adalah pria yang cocok untukmu, dia bisa membimbing mu untuk menjadi seorang istri, belum tentu kamu bisa menemukan pria seperti Kelvin," jawab sang ibu. Mea merenangkan ucapan ibunya. Jika semua orang mengatakan kalau Kelvin itu memang yang terbaik untuknya, hati Mea malah masih ragu.


"Oke-oke, sekarang pengantin baru istirahat dulu, pulang ke rumah, kalian bisa belajar saling mendekatkan diri, biar aku yang menjaga ibu," ujar Kenzo sambil merangkul bahu sang istri.


Mea mendelik mendengar ucapan kakak iparnya itu. Namun, berbeda dengan Kelvin yang merasa begitu bahagia karena seolah-olah mendapatkan izin dari Kenzo.


Ingin sekali Mea mengatakan tidak mau, terapi lidahnya berasa kelu, tentu saja dia paham apa yang di ucapkan oleh Kenzo. Karena sekarang dia adalah istri dari Kelvin, tentu saja dia harus ikut pulang bersama suaminya.


"Ayo Mea, kamu sekarang ikut aku pulang ke apartemen," ujar Kelvin.

__ADS_1


Akhirnya Mea pasrah saja, dia berpamitan kepada semuanya dan dengan pasrah Kevin menggandeng tangannya keluar dari ruang rawat tersebut.


Bersambung


__ADS_2