Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 68


__ADS_3

Happy Reading.


Akhirnya makanan pesanan Kelvin sudah tersedia di meja. Kelvin langsung menyantap makanan yang amat di sukai oleh Mea itu. Dia mulai tahu makanan kesukaan gadis kecil itu setelah sering di ajak makan diluar.


"Huh, dia sudah bukan gadis kecil lagi, dia sudah menjelma menjadi remaja yang cantik dan sekarang jutek," batin Kelvin membuatnya tersenyum sendiri.


"Kelvin, ini semua enak ya?" Kelvin mendongak menatap Karina.


"Iya, enak banget. Kamu nggak suka? Kalau nggak suka kita ganti menu aja, nggak usah di makan," ujar Kelvin melihat wajah Karina yang terlihat enggan, tetapi sepertinya wanita itu masih menjaga image di depan Kelvin.


"Nggak usah, aku mau nyoba. Kok kamu jadi kek gini makanannya? Biasanya masakan Barat atau Asia?"


"Ini menu baru favorit ku, enak loh, coba jengkolnya itu," tunjuk Kelvin pada jengkol yang ada di piring Karina.


"Eh, i-iya. Ini aku mau coba," Karina mulai menyendok makanan yang baru pertama kali ia lihat itu. Biasanya Karina suka makan masakan Jepang atau Korea. Dia tidak pernah suka makanan daerah, maklum sejak menjadi sekretaris dan gajinya mahal, membuat hidup Karina juga berubah menjadi wanita elit kelas menengah ke atas. Jajaran para sekretaris seksi dan cantik di Indonesia.


Karina menatap horor pada jengkol itu, tetapi karena tidak ingin mengecewakan Kelvin, akhirnya dia mencoba mencicipi makanan tersebut.


"Ehmm, rasanya aneh, hehe," Karina berhasil memasukkan sesuap nasi dan sepotong jengkol ke dalam mulutnya. Dia mengunyah sedikit demi sedikit dan berhasil menelannya.


Glek!


"Sial, kalau bukan karena Kelvin, aku nggak mau makan makanan ini, euh! Rasanya menjijikan!" batin Karina.


Kelvin tersenyum dan menyendok lagi makanan itu ke dalam mulutnya, dia benar-benar menikmati masakan kesukaan Mea itu. Gadis sederhana seperti kakaknya, Rea yang sekarang sudah menjadi istri atasannya dan menjadi nyonya Dimitri yang berkelas meskipun masih sederhana.


Membayangkan Mea, Kelvin jadi senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Kenapa senyum-senyum? Lagi bayangin apa?" tanya Karina.


"Oh, nggak bayangin apa-apa, gimana suka nggak sama telur asinnya?"


"Ehmm, belum coba, hehehe. Mau habisin ini dulu," jawab Karina masih berusaha menyendok makanan itu lagi ke dalam mulutnya.


Kelvin tersenyum tipis saat melihat Karina yang memakan jengkol dengan menahan mual, sepertinya dia sudah tidak tahan lagi. Karina menutup mulutnya dan berlari ke arah wastafel.


"Hoek!" Karina akhirnya memuntahkan makanan yang belum sempat dia telan. Kelvin langsung berjalan ke arah wanita itu dengan panik, dia merasa kasihan terhadap Karina yang ternyata mual-mual setelah makan jengkol.


"Kamu nggak apa-apa, Rin?"


"Mas, aku mual. Aku nggak mau makan itu lagi," jawab wanita itu setelah membasuh mulutnya dan dan wajahnya.


"Ya udah, nanti beli di restoran favorit kamu aja, aku habisin makananku dulu," Karina mengangguk.


***


Mea berjalan keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah. Dia ingin mengambil makanan di kulkas karena merasa kelaparan padahal baru satu jam lalu dia makan malam.


"Non Mea, mau ke mana?" tanya Lusi yang melihat Mea berjalan ke arah dapur.


"Mau ambil makanan Mbak, laper," jawab Mea tersenyum sambil mengelus perutnya.


"Mau saya ambilkan?"


"Nggak usah Mbak, Mbak Lusi tidur aja," tolak Mea.

__ADS_1


Lusi mengangguk dan meneruskan berjalan ke arah paviliun belakang. Sedangkan Mea membuat kulkas untuk mencari makanan ringan untuk mengganti perutnya yang tiba-tiba lapar.


"Snack ini kayaknya enak deh," gumam Mea mengambil snack kentang yang berada di dalam kulkas khusus tersebut.


"Lagi cari apa?"


"Astaga!" Mea terkejut saat tiba-tiba Kelvin berada di belakangnya. "Om ngagetin aja!" Kelvin terkekeh melihat Mea yang seperti itu.


"Maaf, tadi haus. Mau nyari air minum, eh ternyata kamu ada di dapur juga," jawab Kelvin tersenyum kecil.


Mea mendengus, dia malu sekali jika harus berhadapan dengan Kelvin karena masalah ciuman itu. Sudah beberapa hari ini dia sengaja menghindari Kelvin, Mea juga tidak mau mengungkitnya, biarlah Kelvin menganggapnya sedang mabuk dan tidak sadar, Mea memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Dia tidak mau berinteraksi dengan Kelvin lagi. Mea juga harus menjaga hatinya, dia juga tidak ingin membuat perasaannya sakit hati karena susah move on dari pria itu.


"Mea, mau kemana?" Kelvin menghentikan langkah Mea. Pria itu langsung menghadang tubuh gadis itu.


"Minggir Om, aku mau balik ke kamar," ujar Mea menatap tajam ke arah Kelvin.


"Tunggu, aku mau ngomong sama kamu," Kelvin masih berusaha menghalang-halangi Mea.


Mea melirik sinis pada pria dewasa itu, kenapa sikap Kelvin jadi seperti ini di saat dia sudah ingin melepaskan.


"Gak ada yang perlu di omongin Om, aku ngantuk mau tidur!"


Bersambung.


Satu kata untuk Kelvin 🫰


Visual Mea juteknya 😌

__ADS_1



__ADS_2