
Happy Reading.
Rea hari ini tidur dengan Ibunya di kamar yang telah disediakan oleh Kenzo. Ada dua kamar di lantai dua untuk Mea dan Bu Alfi. Rea merasa Kenzo benar-benar tulus padanya, sungguh tidak pernah di bayangkan bisa mendapatkan sosok laki-laki sempurna seperti Kenzo.
"Bu, Tuan Ken melamar ku, dia ingin menikahi ku secepatnya, bagaimana menurut ibu?"
"Tuan Ken sangat baik, dia terlihat begitu menghormati Ibu, dia juga sepertinya sangat tulus mencintai mu. Rea, sebelum Tuan Ken mengajak Ibu kesini, dia sudah meminta izin pada ibu untuk melamar mu, semua yang bersangkutan dengan mu, pasti Tuan Ken akan meminta izin terlebih dahulu pada Ibu," jelas Ibu Alfi panjang lebar.
Rea tersenyum dan mengangguk, keraguan yang sempat hinggap dipikirkan nya mengenai Tuan Ken kini sirna sudah. Sepertinya dia benar-benar siap untuk menjadi istri dari seorang Kenzo Dimitri.
Rea memeluk ibunya erat, menyalurkan kasih sayangnya sebagai anak. Dulu sang ibu sudah berjuang keras dan bersusah-payah membesarkan nya dan Mea, kini kedua kakak beradik itu bergotong royong menjaga dan merawat sang ibu yang sudah sakit-sakitan.
Doa seorang ibu dan baktinya anak membuat Rea merasa Tuhan begitu banyak memberikan rezeki dan kemudahan dalam mendapatkan apapun. Contohnya seperti pekerjaan dan calon suami yang begitu menyayanginya.
Kenzo sendiri berencana langsung mendaftarkan pernikahan mereka di KUA, Kelvin yang di beri tugas berat itu harus siap siaga untuk memerintahkan anak buahnya menghubungi Wedding organizer dan ***** bengeknya.
Hanya butuh waktu Empat bulan bagi Kenzo mendapatkan hati Rea, pria itu sudah memantapkan hatinya membawa Rea ke pelaminan.
__ADS_1
Di sisi lain.
Mea terus saja meneror Kelvin, gadis itu benar-benar sudah kesemsem terhadap orang kepercayaan Kenzo itu. Dan untuk sekolah Mea, dia dipindahkan sekolah di kota dan langsung diterima karena Mea anak yang berpredikat.
"Kenapa masih nggak di balas!" Kesal Mea. Hatinya terasa potek saat Kelvin dengan terang-terangan menolaknya kemarin.
"Apa kamu memang tidak bisa melihat kecantikan ku Om?" Gumam Mea menatap foto Kelvin yang diambil diam-diam oleh Mea.
Mea jatuh hati pada Kelvin saat pria itu mencuri ciuman nya waktu di rumah sakit. Melihat Kelvin yang begitu tampan diusianya yang begitu matang, membuat hatinya langsung terpikat.
"Huh, apa aku tidak sepantas itu mendapatkan cinta Om Kelvin!" Mea meletakkan ponselnya di nakas. Kemudian memutuskan keluar dari dalam kamar.
P menunjukkan pukul 9 malam, Mea merasa begitu haus, dia berjalan ke lantai bawah menuju dapur. Namun saat kakinya baru saja menapakkan di lantai satu, dia melihat Kelvin yang sedang fokus dengan laptop di atas meja ruang keluarga.
Posisi Kelvin duduk di karpet bersila, Mea tersenyum saat melihat ponsel Kelvin yang menganggur di atas meja samping laptop.
'Ternyata dia sibuk beneran!' batin Mea terkikik.
__ADS_1
Gadis muda itu mendekati Kelvin yang sedang fokus membereskan rencana pernikahan Tuannya. Kenzo mah tinggal nunggu beres dan dandan ganteng aja di hari H. Yang ribet itu Kelvin dan para anak buahnya yang untungnya jumlahnya ratusan.
"Om lagi apa?" Kelvin berjenggit kaget ketika Mea tiba-tiba duduk disampingnya.
"Astaghfirullah!" Kelvin mengelus dadanya.
Sungguh dia tidak membayangkan akan di datangi bocah kecil ini.
"Om, mau di bantuan nggak? Aku bisa loh bantu-bantu," ucap Mea lagi.
"Sebaiknya kamu tidur, ini sudah malam," jawab Kelvin tanpa menatap ke arah gadis itu.
"Belum ngantuk, aku mau di sini aja," Kelvin berdecak melihat keras kepala Mea.
Dia tidak terbiasa bekerja di ganggu seperti ini, akhir Kelvin memutuskan untuk beranjak pergi dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai satu.
Mea mengerucutkan bibirnya, mersa kesal karena lagi-lagi mendapatkan penolakan dari Kelvin.
__ADS_1
"Huh, liat aja kalau nanti kamu balik bucin!"
****