
Happy Reading.
Beberapa bulan kemudian.
Rea tengah menyusui bayi laki-lakinya yang baru berusia empat bulan di dalam kamarnya. Dia merasakan kelengkapan di dalam keluarganya setelah kehadiran baby boy yang bernama Vincent Nagendra Kenzie Dimitri yang artinya Si penakluk yang kuat yang jadi pemimpin bijaksana dan dapat memberi keadilan.
Bagi Rea, waktu berjalan begitu cepat. Selama kehamilan dan melahirkan Vincent kehidupannya dan sang suami semakin bahagia. Rezeki Kenzo juga semakin berlimpah, banyak tender besar yang di menangkan oleh suaminya itu. Rea hanya berharap, semua kebahagiaan ini selalu ada dan tidak akan surut. Meskipun awal-awal menikah dengan Kenzo banyak sekali yang mencibirnya karena dia hanyalah wanita biasa dan bukan dari kalangan sosialita kaya raya, tetapi Rea bisa membuktikan pada semua orang jika dia sangat pantas menjadi Nyonya Dimitri, istri seorang Kenzo yang kabarnya sangat sulit untuk ditaklukkan oleh wanita mana pun.
"Masya Allah, kamu tampan sekali, Nak. Ibu sama Ayah bangga banget sama kamu, uluh-uluh, putra Ibu udah selesai mimik nya ya?" Rea mengajak baby nya berbicara.
Suara pintu terbuka dan Rea menoleh ketika mendengar nya. Sang adik masuk dengan senyum khasnya. Sekarang Mea sudah masuk universitas di jakarta. Hubungan Mea dan Kevin semakin renggang karena Kevin sama sekali tidak pernah membalas perasaan Mea.
"Hai baby Vincent," sapa Mea.
"Vincent udah bobok, tante. Bentar, aku tidurin dulu," Rea beranjak berjalan ke arah baby box Vincent yang berada di pojok kamar. Setelah menidurkan Vincent, Rea kembali duduk di sofa dan melihat Mea yang juga tengah melihat ke arahnya.
"Gimana kuliahmu?"
"Alhamdulillah lancar kak, sebagai Maba aku jadi banyak kenal sama Maba lainnya. Oh ya, besok malam Minggu aku dapat undangan dari salah satu temanku, boleh nggak kalau aku datang?" tanya Mea.
"Undangan apa?"
"Pesta ultah, banyak yang di undang kok, nanti Abel yang mau jemput," jawab Mea.
"Ya sudah, tapi jangan pulang malam-malam, ya?" ujar Rea.
__ADS_1
"Iya kakakku tersayang, ya sudah. Aku mau mandi dulu," Mea beranjak dan keluar dari kamar sang kakak.
Gadis berusia delapan belas tahun itu terlihat menghela nafas panjang saat berjalan ke arah kamarnya. Beberapa hari ini dia memutuskan untuk memblokir nomor Kelvin, perjuangan Mea selama 1 tahun ini ternyata sia-sia saja, dia tidak bisa mendapatkan hati Kelvin.
Beberapa minggu yang lalu bahkan Kelvin mengenalkan seorang wanita kepadanya dan wanita itu terlihat lebih dewasa daripada dia. Bisa dipastikan umur wanita itu sekitar 25 tahunan. Mungkin memang benar jika Kelvin tidak menyukai gadis kecil seperti dirinya yang baru berusia 18 tahun. Dan mulai saat itu Mea berusaha menghilangkan perasaannya terhadap pria tersebut.
"Baiklah, se-cinta apapun kamu terhadapnya kalau dia tidak menyukaimu kamu bisa berbuat apa? lebih baik mulai melupakan perasaan ini dan fokus untuk kuliah," gumam gadis itu.
***
Kenzo menatap Mea dan Kelvin bergantian, saat ini mereka tengah makan malam dan Kelvin di ajak untuk makan malam bersama. Namun, suasananya ada yang terlihat sedikit berbeda. Mea yang biasanya ramai menggoda Kelvin terlihat hanya diam saja fokus terhadap makanannya. Tentu saja hal ini sangat aneh karena biasanya Gadis itu selalu merecoki asisten pribadinya itu dengan berbagai cara untuk menarik perhatian.
Kenzo beralih menatap sang istri yang juga tengah menatapnya. Rea mengedikkan bahu tanda dia juga tidak mengerti.
"Kak, aku udah selesai," Mea berdiri dari duduknya. "Aku juga mau ke atas dulu, banyak tugas kuliah yang harus ku kerjakan," ujar gadis itu kemudian pergi dari meja makan tanpa menoleh ke arah Kelvin sama sekali.
Sepertinya Kenzo dan Rea paham jika kedua orang itu sedang ada masalah.
"Kelvin, bagaimana kerjasama kita dengan PT Wijaya Airline?" tanya Kenzo. Seperti yang sedang menjadi target sebelumnya Kenzo akan membeli sebuah Armada pesawat untuk mempermudahkannya pergi berlibur untuk keluarga besar karena pesawat pribadinya sudah tidak pernah dia pakai lagi alias membutuhkan perbaikan.
"Lusa kita bisa bertemu dengan CEO Wijaya, tuan," jawab Kelvin.
"Bagus, kalau bisa mendapatkan penawaran yang pas dan di sepakati, Aku akan memberimu liburan selama 3 hari," ujar Kenzo.
"Terima kasih, tuan."
__ADS_1
***
Malam ini Mea sudah berdandan begitu cantik. Dia memakai dress selutut berwarna peach orange. Gadis itu sudah bersiap untuk pergi ke pesta salah satu sahabatnya.
"Kak, aku berangkat dulu ya, Abel udah nunggu di depan," pamit Mea pada Kenzo dan Rea.
"Hati-hati ya, awas jangan sampai pulang larut malam," ujar Rea.
"Iya kak," setelah itu Mea pergi keluar dari rumah yang disambut oleh sahabatnya Abel dan Cika di halaman.
"Siap party?"
"Siap donk!"
"Let's go!"
Kenzo sudah meminta dua bodyguard untuk mengawasi Mea dari jarak jauh. Kenzo tentu tidak akan membiarkan Mea dan selalu memberikan penjaga di belakangnya.
"Tuan, bolehkah saya ikut mengawasi non Mea?" ujar Kelvin tiba-tiba. Kenzo dan Rea tentu saja terkejut. Karena tidak biasanya Kelvin mau melakukan tugas menjaga Mea.
"Kalau Mea tahu gimana?"
"Saya akan menjaganya dari jarak jauh, Tuan!"
"Hemm, baiklah. Tapi tetap suruh Jim berada di dekatnya," Jim adalah salah satu anak buah Kelvin yang masih seusia Mea dan menjadi teman kampus gadis itu. Selama ini Jim ditugaskan untuk menjaga gadis itu meskipun Mea tidak tahu dan tidak menyadarinya. Mea juga tidak terlalu dekat dengan Jim.
__ADS_1
"Baik tuan, saya permisi." Kelvin langsung keluar dan segera melajukan mobilnya. Entah kenapa tiba-tiba dia merasa ingin menjaga gadis kecil yang beberapa hari ini terlihat ketus padanya. Perasaan Kelvin tidak tenang, Kelvin juga sebenarnya merindukan teror pesan dari Mea.
💕💕💕