Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 46 ( Menikah Cepat? )


__ADS_3

Happy Reading.


Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Kenzo saat ini, seumur hidupnya baru kali ini dia merasa begitu bahagia. Definisi bahagia yang berbeda karena cintanya bersambut.


Rasa ini berbeda dengan rasa yang dulu pernah ada untuk Anjani, mungkin saat itu dia masih begitu muda dan menggebu. Anjani yang dewasa dan perhatian membuatnya merasa disayang, karena mungkin sejak kecil Kenzo sudah tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya yang sudah meninggal, hingga dia merasa senang saat Anjani memberi perhatian seperti itu.


Namun, dengan Rea rasanya sungguh berbeda. Tidak ada rasa menggebu-gebu seperti dulu, Kenzo juga bisa menahan hasrat liarnya dan begitu lembut memperlakukan Rea. Rasa nyaman dan bahagia saat bersama Rea itu sudah menjadi bukti definisi cinta yang sebenarnya. Rindu luar biasa jika saat jauh dan bertemu dengan Rea menjadi obat nyata jika memang dia jatuh cinta terhadap gadis lugu dan polos itu.


Kenzo mengamati wajah sang pujaan yang tidak pernah membuatnya bosan. Rasanya betah berlama-lama menatap Rea seperti ini. Gadis ini begitu tulus hatinya, tidak pernah ada niat untuk memorot harta Kenzo. Kalau saja Rea mau pasti sudah bilang, bukan? Tapi nyatanya gadis itu selalu menolak jika Kenzo ingin membelikan sesuatu yang mahal dan mewah.


Seperti contohnya cincin dengan batu safir dengan harga seratus Lima puluh juta itu, ketika Rea bertanya mengenai harganya dan Kenzo menyebutkan nominal nya, Rea langsung marah-marah dan mengatakan jika Kenzo hanya buang uang dan pemborosan.


Padahal harga segitu sangat kecil bagi Kenzo yang biasanya meraup omset miliyaran dalam seharinya.


"Tuan ..."


"Panggil aku sayang!"


"Sa-yang?"


"He'em,, kita kan sekarang pasangan kekasih."


"Eh, kok aneh ya?" Rea terkikik saat Kenzo menyuruhnya untuk memanggil sayang dan dia merasa lucu saat memanggilnya seperti itu. Apalagi sekarang hubungan mereka sudah menjadi pasangan kekasih.


"Apanya yang aneh?" Kenzo membelai pipi Rea, menelusuri dengan ibu jarinya hingga sampai pada bibir pink itu.


"Ya aneh Tuan, saya tidak terbiasa," jawab Rea kali ini menatap Kenzo.


Mereka sudah berada di dalam kamar Kenzo dan Rea duduk di samping Tuan mudanya itu.

__ADS_1


Kenzo langsung mencium bibir Rea yang setiap saat menggodanya. "Kalau kamu memanggil Tuan lagi, aku akan mencium mu," bisik pria itu.


Rea membuka mulutnya akan menjawab, tapi tidak jadi ketika terdengar dering ponsel yang sepertinya milik Kenzo.


Kenzo menggeram tertahan saat sedang asyik kasmaran tiba-tiba ada yang mengganggu.


"Tuan, angkat dulu, siapa tahu penting," ujar Rea.


Kenzo menurut, meskipun sebenarnya dia malas mengangkat nya.


Kenzo melihat nomor tidak dikenal tertera di layarnya, sebelum Kenzo mengangkat panggilan itu sudah mati duluan.


"Nomor asing, tidak penting, sekarang ayo tidur," Kenzo meletakkan ponselnya ke atas nakas.


Namun, sedetik kemudian ada sebuah notifikasi pesan masuk. Kenzo berdecak sebal, tapi akhirnya dia membuka pesan itu.


"Sial!" Umpat Kenzo saat melihat pesan bergambar yang dikirim oleh nomor yang sama.


Rea penasaran dengan apa yang dilihat oleh Kenzo kemudian mendekat. "Ada apa sayang?" Tanya Rea yang akhirnya memanggil Kenzo dengan kata sayang.


Hal itu mampu meredam amarah Kenzo saat melihat gambar yang dikirimkan oleh nomor asing yang kini Kenzo sudah prediksi dia siapa.


"Bukan hal penting, sebaiknya ayo kita tidur, kalau kamu nggak tidur akan ku buat melek semalaman mau?" Rea yang mendengar hal itu langsung berbaring dan menutup matanya.


Kenzo terkekeh melihat reaksi Rea, gadis yang kini berstatus sebagai kekasihnya itu.


"Sayang, aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu, aku juga ingin segera menjadikan kamu istriku, apakah kamu mau kita menikah secepatnya?" Gumam Kenzo yang masih didengar oleh Rea.


"Secepat itu Tu- eh sayang maksudnya, Kenapa?" Rea membuka matanya cepat ketika mendengar gumaman itu.

__ADS_1


"Ah, itu pun kalau kamu mau," Kenzo ikut berbaring dan memeluk pinggang Rea.


"Bukan karena ingin cepat-cepat belah duren kan?" Rea memicingkan matanya.


"No, kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku akan nunggu kamu siap dulu, aku nggak akan memaksa," jawab Kenzo membuat Rea lega.


'Tapi Juan telah tahu kelemahan ku, bagaimana jika dia menyebarkan rumor tidak benar tentangmu, Rea!'


Ya, tadi Kenzo mendapatkan kiriman foto dirinya dan Rea saat makan malam di restoran tadi. Foto dimana Kenzo melamar Rea dan Juan memberitahu jika dia akan menyerang kelemahannya.


'Sial, kenapa aku tidak pernah memprediksi jika Juan masih saja mengibarkan bendera perang!'


Selama ini Kenzo selalu bermain hati-hati, dia tentu dengan baik menjaga reputasinya. Karena bagaimanapun dunia bisnis memang banyak sekali cobaan yang datang, salah satunya dari teman yang sekarang menjadi lawan.


****


Di sisi lain.


Seorang pria menatap wanita didepannya dengan tersenyum sinis. "Jadi kamu mau kembali pada Kenzo?"


"Ya, aku ingin kembali sama dia, aku harus bisa mendapatkan Kenzo lagi!" jawab wanita tersebut percaya diri.


"Hahaha, percaya dirimu sungguh tinggi ya, padahal kamu sudah punya saingan yang hanya seorang pembantu!"


Bersambung.


Gini nih, posisi Kenzo dan Rea saat tidur bersama. Kenzo mah betah mandangin Rea terus, gak bosan dia 🤭


__ADS_1


__ADS_2