Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 38


__ADS_3

Happy Reading.


Pagi itu.


Rea memakaikan dasi dikerah Kenzo, pagi ini Kenzo terlihat lebih fres dan wajahnya nampak lebih bahagia. Tangannya memeluk pinggul Rea yang tengah konsentrasi membenarkan simpul dasinya.


"Nah, sudah," ucap Rea tersenyum. Kemudian menatap Kenzo yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan nya. "Tuan, ayo kita sarapan, nanti Tuan terlambat," kemudian gadis itu berbalik, tidak mau berlama-lama seperti ini dengan Kenzo, mereka sudah seperti suami istri saja, tapi akan melangkah lengannya di tahan oleh Kenzo.


"Tuan ....!" Rea membelalakkan matanya ketika Kenzo mencium bibirnya. Jantung nya berdetak kencang seperti akan copot saja.


"Biar semangat, akhir-akhir pekerjaan ku banyak sekali, ada salah satu temanku yang ternyata mencuri desain buatanku, saat itu aku tidak bisa mengklaim karena dia lebih dulu meluncurkan produknya, kalau aku mengklaim hal itu, bisa saja aku yang dikira mencuri ide, padahal dia yang telah mencurinya," cerita Kenzo.


"Semoga Allah akan mengganti lebih, Tuan. ingat! jika pencuri tidak akan tenang hidupnya, tidak barokah rezekinya karena makan dari hasil curian, jadi lebih baik Tuan membuat desain yang lebih bagus lagi, dan jangan sampai si bocorkan pada siapapun, buatlah ini sebagai pembelajaran dan tidak akan pernah terulang di masa depan," ujar Rea.


Kenzo tersenyum, dia sekarang merasa suka sekali menarik kedua sudut bibirnya hanya karena gadis didepannya ini. Bahkan Kenzo benar-benar bisa menjaga Rea seperti apa yang diinginkan gadis itu. Tidak akan melampaui batas menyentuh Rea selain cium, peluk dan pegang-pegang.


Rasanya sudah terlanjur nyaman dan Kenzo bisa mendapatkan segala bentuk perhatian dari Rea saja. Perhatian yang tentunya tulus dari dalam hati tanpa ada unsur-unsur yang lain. Entah apakah bisa dikatakan dirinya 'Maruk' kalau Kenzo juga menginginkan hati Rea.

__ADS_1


Ah, sepertinya sang Casanova sudah mulai bisa membuka hatinya lagi, untuk gadis didepannya ini. Gadis polos, cantik dengan segala pesonanya. Pantas saja jika dulu Rea selalu di benci oleh istri dari pemilik tempatnya bekerja karena Kenzo yakin jika mereka juga akan langsung tertarik terhadap gadis ini.


"Terima kasih, kamu sudah membuat ku lebih semangat lagi," ujar Kenzo tulus.


"Tuan, kalau ada masalah boleh cerita sama saya, siapa tahu saya akan membantu."


Kenzo terlihat mengamati Rea, mungkin dia bisa meminta solusi terhadap gadis ini.


Rea sendiri merasa senang jika memang Kenzo mau berbagi masalah dan cerita kepadanya.


"Aku memiliki seorang teman, dia dulu pernah mengkhianati ku, tapi sekarang dia datang dan meminta bantuanku karena butuh uang untuk biaya pengobatan anaknya yang sakit, aku harus bagaimana?"


Rea sedikit terkejut mendengar cerita dari majikannya itu.


'Apakah ini tentang Anjani?'


"Tuan, bukankah tuan ini adalah orang yang baik, kalau ada orang yang pernah jahat pada tuan, seperti mengkhianati kepercayaan Tuan dan sekarang dia kembali meminta bantuan Tuan, sebaiknya Tuan membantunya. Agar dia menyesal telah menjahati orang sebaik Tuan Ken."

__ADS_1


***


Anjani terlihat berbinar karena lamaran kerjanya di terima oleh Kenzo. Tentu dia sangat berterima kasih kepada pria itu, ternyata memang Kenzo masih seperti yang dia pikirkan. Anjani yakin jika Kenzo pasti memaafkannya dan menerimanya kembali.


Setelah selesai berdandan, wanita yang masih terlihat cantik itu menghampiri Isabelle yang sudah siap dengan seragam sekolahnya. Isabelle harus pindah sekolah karena memang Anjani harus kembali ke Kota kelahirannya, Jakarta.


Isabelle memang tidak terlihat seperti orang sakit, gadis itu biasanya memang terlihat ceria, namun akhir-akhir ini setelah Ayahnya meninggal, Isabelle sering panas dan cepat lelah. Baru setelah diperiksakan ke dokter ternyata Isabelle menderita kanker darah atau leukimia.


Masih stadium awal, dan Anjani berharap jika putrinya bisa sembuh. Makanya sekarang Anjani hanya memberikan obat kemoterapi untuk Isabelle yang harganya lumayan mahal. Tapi itu lebih bagus daripada langsung dilakukan kemoterapi yang harganya juga jauh-jauh lebih mahal dari obatnya.


"Semangat ya nak, nanti waktu Mama kerja, Abel sama Mbak Ita ya, Mama mau nyari kerja buat beli obat Abel," ujar Anjani mengelus kepala gadis itu.


"Iya, Ma!"


Setelah itu Anjani keluar dari rumah yang dikontraknya dan langsung masuk ke dalam mobil. Wanita itu tersenyum lebar, dia akan mulai harinya dengan semangat. Anjani yakin jika lama-lama dia pasti akan bisa mendapatkan hati Kenzo lagi.


Namun, harapannya agar menjadi sekretaris Kenzo atau jabatan yang baik sirna. Nyatanya dia hanya menjadi karyawan biasa.

__ADS_1


Bersambung.


Komen dong, biar semangat 🥰🥰


__ADS_2