
Happy Reading.
Beberapa bulan kemudian.
Rea merasakan mual luar biasa setelah bangun dari tidurnya. Wanita itu menyibak selimutnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Pergerakan itu membuat Kenzo terbangun, pria itu mengedipkan matanya berkali-kali dan melihat sang istri masuk ke dalam kamar mandi serta mengeluarkan suara seperti orang sedang muntah.
Kenzo merasa khawatir dengan istrinya pria itu memutuskan untuk bangkit dan menyusul sang istri ke dalam kamar mandi.
Hoek, Hoek!
"Sayang kamu kenapa?" Kenzo panik pria itu langsung memijat tengkuk sang istri.
"Nggak tahu Mas rasanya mual-mual setelah aku membuka mata perutku seperti diaduk-aduk," jawab Rea membasuh wajahnya setelah menghidupkan kran di wastafel.
"Kalau kamu tidak enak badan sebaiknya kita pergi ke dokter, hari ini aku tidak akan masuk kerja," ujar Kenzo menatap wajah pucat Rea. Pria itu menangkup pipi Rea dan mengelus nya perlahan.
"Mas masih bisa ke kantor setelah periksa nanti," ujar Rea. Dia tahu kalau suaminya itu super sibuk.
"Baiklah, nanti minta Mea menjagamu ya."
Rea mengangguk dan tersenyum tipis, perutnya terasa masih belum pulih karena rasanya benar-benar diaduk-aduk. "Iya mas, bentar ... aku mau muntah lagi," Rea kembali ke wastafel dan mengeluarkan semua isi perutnya.
***
Kenzo menyisihkan waktunya untuk sekedar menemani sang istri periksa ke dokter untuk. Keduanya sudah sampai di ruangan Dokter Arya, sahabat Kenzo.
Namun, setelah diperiksa, Dokter Arya menyarankan jika Kenzo memeriksakan istrinya ke dokter kandungan. Meskipun sudah tahu arah mana yang dituju tentu saja hal itu masih membuat Kenzo dan Rea penasaran.
__ADS_1
"Kita temui teman dokter Arya, namanya dokter Riko, dia dokter kandungan di rumah sakit ini," ujar Kenzo. Rea hanya menurut saja.
Setelah sampai di ruangan dokter Riko mereka tidak perlu mengantri karena bantuan dokter Arya. Biar bagaimanapun dokter ini juga mengenal Kenzo.
"Selamat siang tuan Kenzo dan nyonya Kenzo, silahkan duduk," sapa dokter muda yang cukup tampan itu.
Dokter Riko masih muda, mungkin seumuran dengan Kenzo, tapi dia sudah cukup terkenal di rumah sakit Medikal Center dan pasien nya juga tidak sedikit. Mungkin para ibu-ibu muda ingin di tangani oleh dokter muda dan tampan tentang kehamilan mereka. Kenzo menatap tidak suka kala dokter tersebut tersenyum manis kepada Rea.
Apakah Kenzo cemburu hanya karena dokter obgyn itu masih muda dan tampan? Bukankah seharusnya Kenzo harus bisa menekan perasaan cemburu tersebut.
'Ayolah, Ken. Istri kamu sedang periksa pertama kali, jangan buat menjadi kacau,' batin Kenzo bicara pada dirinya sendiri.
"Selamat, tuan dan nyonya. Nyonya Rea tengah hamil," ujar dokter Riko.
Tentu saja hal itu membuat Rea dan Kenzo benar-benar bahagia.
"Sayang, selamat, kita akan menjadi orang tua," ujar Kenzo mencium kening Rea. Mata Rea berkaca-kaca, setelah beberapa bulan pernikahan nya, akhirnya dia di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk mengandung. Dia telah di berikan titipan amanah yang sudah dia tunggu-tunggu.
Setelah melakukan pemeriksaan dan tentunya Kenzo selalu setia di samping Rea, sekarang saatnya dokter Riko melakukan USG untuk melihat apakah letak kantung janin sudah tepat.
Dokter Riko membuka baju Rea dan menyelimuti kakinya, setelah itu dokter muda itu mengambil sebuah gel dan kemudian di oleskan di perut Rea. Meskipun sebenarnya Rea merasa malu, tetapi dia tahu jika prosedur pemeriksaan USG seperti ini.
Sedangkan Kenzo tidak pernah melepaskan matanya dari gerakan dokter Riko, pada saat dokter muda itu menempelkan sebuah alat di perut Rea, tiba-tiba dokter Riko tersenyum sambil menatap ke arah layar monitor.
"Wah, selamat ya tuan dan nyonya, di sini ada dua kantung dan posisinya berada di dalam rahim yang artinya bisa dipastikan kalau janin di dalam perut nyonya Kenzo ada dua alias kembar," jelas Dokter Riko menatap layar Led itu.
Mata Rea sudah berkaca-kaca dan Kenzo nampak berbinar, dia tidak percaya kalau akan di berikan dua malaikat sekaligus di dalam rahim sang istri.
__ADS_1
"Sayang, Tuhan benar-benar memberikan kita rezeki yang berlimpah, lihatlah, baby twins," ucap Kenzo mengecup punggung tangan Rea berkali-kali.
"Iya mas, Alhamdulillah."
Kenzo langsung memeluk Rea dan mencium keningnya lama, seakan mengatakan bahwa ia begitu bersyukur dan sangat beruntung dengan semua yang di berikan Tuhan kepadanya.
"Terima kasih, sayang!" Kenzo terus saja berucap syukur dan Rea masih merasa haru.
Dokter Riko tersenyum sambil bersedekap dada, sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi ketika melakukan euforia saat kedua pasangan tengah berbahagia karena berita kehamilan sang istri.
***
Akhirnya Kenzo segera kembali ke kantornya setelah menemani Rea periksa kandungan dan sedikit berlama-lama dengan sang istri sebelum berangkat.
Rea sejak tadi tidak pernah melepas senyuman di bibirnya, sambil mengelus perutnya yang masih datar karena usia kehamilannya baru menginjak Lima Minggu.
Ada dua kantung janin di rahim nya dan hal itu tentunya saja membuat nya benar-benar bersyukur atas karunia yang di berikan Tuhan untuknya.
"Kak, selamat ya," Mea datang bersama sang ibu.
"Selamat ya, nak?"
"Terima kasih Mea, Ibu, aku benar-benar bahagia. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita."
"Aamiin!"
END
__ADS_1
Maaf, maksa banget endingnya. Untuk kisah Mea dan Kelvin, on the way lah. Nanti kalau aku masih semangat Nulisnya. Makasih untuk pembaca setia Ranjang Panas Tuan Muda. Akhirnya aku menyelesaikan kisah mereka dengan ending yang bahagia. 🥰🥰🥰