Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Bab 62


__ADS_3

Happy Reading


Kelvin mengantarkan Karina sampai depan apartemen. Mobil itu berhenti tepat di depan gedung 28 lantai itu.


"Kau tidak ingin mampir?" tanya Karina saat wanita itu akan keluar.


"Tidak, aku masih ada urusan yang harus diselesaikan," jawab Kelvin tenang meskipun sebenarnya perasaan di dalam hatinya saat ini sama sekali tidak merasa tenang.


"Ah, baiklah. Sampai jumpa nanti, Kelvin, aku mencintaimu dan hati-hati," ujar Karina ingin sekali memeluk pria dingin ini, tetapi dia urungkan karena bisa meluluhkan hati beku Kelvin saja dia sudah sangat bersyukur. Kemudian Karina membuka pintu setelah melepaskan seat belt nya. Wanita itu tersenyum dan melambaikan tangannya pada Kelvin yang di balas senyum oleh lelaki itu.


Kelvin sendiri sebenarnya merasa jika Karina adalah wanita cantik dan dewasa, usianya matang sudah tiga puluh tahun dan wanita itu masih single. Karina gencar mengejar Kelvin beberapa bulan yang lalu dan akhirnya karena merasa tidak enak, Kelvin dengan tangan terbuka mencoba menerimanya. Ya, status mereka sekarang adalah pasangan kekasih.


Setelah itu Kelvin segera pergi meluncur ke tempat bar di mana Mea berada. Entah kenapa perasaannya sejak tadi tidak enak. Kalau saja dia tidak berjanji pada Karina akan menjemput wanita itu karena yang mengantarkan Karina tadi adalah Kelvin dan tentunya sebagai label kekasih yang baik, tentu saja pria itu juga tidak akan meninggalkan Mea begitu saja.


Sejujurnya beberapa hari ini dia ingin sekali bisa bicara dengan Mea, entah kenapa melihat Mea yang semakin menjauh membuat Kelvin merasa kehilangan. Apalagi sepertinya nomornya telah di blokir oleh gadis itu. "Sial, kenapa perasaan ku benar-benar tidak enak," Kelvin menambah kecepatan mobilnya. Dia ingin cepat sampai di bar itu, karena dia sudah meninggalkan Mea selama tiga puluh menit, dan di waktu itu juga bisa saja terjadi apa-apa dengan gadis tersebut.


"Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya!"


Sejujurnya Kelvin memiliki perasaan terhadap gadis itu, hati siapa yang tidak goyah jika ada seorang gadis cantik yang mengejarnya seperti Mea. Meskipun selama ini Kelvin hanya berusaha bersikap cuek, tetapi kenyataannya dia memang menyukai Mea. Namun, suatu hal yang membuatnya tidak bisa menerima gadis itu. Mea masih begitu muda dan dia sudah sangat berumur. Meskipun selama setahun ini Mea sudah nampak lebih dewasa, tetapi entah kenapa Kelvin merasa tidak nyaman berpacaran dengan seorang gadis yang usianya terpaut 18 tahun dengannya.

__ADS_1


Kelvin sejak dulu memang tidak memiliki kekasih yang benar-benar serius, tetapi banyak wanita singgah di hidupnya hanya sekedar sebagai teman one night stand atau teman kencan semalam. Tidak pernah ada yang benar-benar dia sukai karena bagi Kelvin wanita itu merepotkan.


Namun, kehadiran Mea mampu menggoyahkan hatinya. Di sisi lain, dia menerima Karina juga ingin menyangkal perasaan tersebut. Kelvin hanya berharap jika Mea mau melepaskannya setelah dia memperkenalkan Karina kepada Mea.


Namun, lihatlah saat ini. Pria itu bahkan merasa khawatir dengan gadis yang sudah banyak dia sakiti. Akhirnya Kelvin sampai di bar. Pria itu masuk dengan cepat dan langsung mencari Mea di dalam.


Kelvin menemukan Jim yang tengah memegang pipinya berada di sudut bar. "Jim, kemana Mea?"


"Ah, bos. Dia sedang ke kamar mandi, non Mea sepertinya mabuk, dia minum beberapa gelas tadi," jawab Jim.


"Sial, kenapa kau tidak melarangnya?"


"Sudah tuan, tetapi non Mea terlalu kuat dan akhirnya aku mendapatkan tamparan di pipi, lihatlah," Jim menunjukkan pipinya yang memerah akibat di tampar Mea karena lancang menciumnya.


"Ah, kamu memang tidak bisa di andalkan!" Kelvin menyingkirkan tubuh Jim dari sana.


"Mau kemana, bos?"


"Tentu saja mengecek keadaan Mea," jawab Kelvin.

__ADS_1


"Aku di sini juga menjaganya bos, dia sudah hampir sepuluh menit di dalam," jawab Jim.


Kelvin mengerti, akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam toilet. Kelvin berada di tengah lorong, jika ke kanan adalah toilet khusus pria. Dan ke kiri arah toilet wanita.


Akhirnya Kelvin dengan percaya diri berjalan ke arah toilet wanita. Dia mengamati satu persatu pintu yang tertutup.


"Hei tuan, Anda salah masuk kamar mandi, ini khusus untuk wanita," ujar seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam salah satu bilik itu, tetapi Kelvin tidak peduli. Dia terus mengamati di mana Mea berada.


Sebuah pintu paling ujung terbuka, Kelvin bisa melihat Mea keluar sambil memegang kepalanya. Jalannya juga terhuyung menuju ke arah wastafel di depannya. Mea sama sekali tidak menyadari jika ada Kelvin di sana. Jika tadi Kelvin hanya diam saja dan tidak mendekat, sekarang dia berjalan menghampiri Mea yang masih sibuk mencuci mukanya di wastafel itu.


"Mea," gadis itu menoleh ke arah samping dan menyipitkan matanya. Entah efek alkohol atau apa, dia tidak bisa melihat dengan jelas pria yang ada di sampingnya ini. Namun, sedetik kemudian Mea tersenyum dan menarik kemeja Kelvin hingga membuat pria itu maju ke depan.


"Ternyata kamu, ya? Tenang saja, jangan khawatir kan aku," ujar Mea sambil tersenyum. Kemudian gadis itu langsung ******* bibir Kelvin dengan kasar dan menggebu. Tentu saja hal itu membuat Kelvin sangat terkejut.


Namun, Kelvin juga tidak mendorong tubuh Mea, pria itu malah membalas ciuman Mea dengan lembut. Setelah di rasa Mea kehabisan nafas, Kelvin melepaskan ciuman mereka.


Mea tertawa kecil, kemudian memegang bibir Kelvin dan mengelusnya. "Ternyata bibirmu manis juga ya, aku suka ciumanmu, Jim!" Setelah mengatakan itu Mea berjalan meninggalkan Kelvin yang masih mencerna dengan apa yang barusan dia dengar.


"JIM, apa gadis itu mengira jika aku Jim? Berani-beraninya gadis lugu itu mencium Jim!"

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2