Ranjang Panas Tuan Muda

Ranjang Panas Tuan Muda
Ban 64


__ADS_3

Happy Reading.


Rea tengah menjemur baby Vincent di halaman belakang bersama baby sitter dan satu pelayan yang menemani. "Besok waktunya imunisasi tuan muda, Nyonya," ujar sang baby sitter.


"Iya mbak, saya juga ingat kok. Oh ya, tolong siapin mandinya Vincent ya, sepertinya dia sudah mulai berkeringat, kita masuk dulu deh biar keringatnya kering terus habis itu mandi," ujar Rea. Kemudian dia mendorong troli Vincent dan membawanya masuk.


"Biar saya saja, Nyah," ujar pelayan paruh baya itu.


"Tidak apa-apa, Bik. Saya bisa kok, lagian nggak berat," jawab Rea tersenyum.


Semua pelayan kagum dengan sifat dan sikap Rea, meskipun sudah menjadi Nyonya besar, tetapi wanita itu tetap rendah hati dan bersahaja. Membuat Rea menjadi idola para pelayan di rumah besar itu.


"Nyonya baik banget," bisik salah satu pelayan baru.


"Ya, dia memang baik, tuan muda memang tepat memilih Nyonya Rea untuk menjadi istrinya," jawab Lusi.


Sedangkan di sisi lain.


Mea sudah selesai berdandan dan akan pergi ke kampus karena dia ada mata kuliah pagi, dia sudah siap untuk berangkat. Mea melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah di siapkan beserta sopirnya. Sepertinya kakaknya masih di halaman belakang, tadi saat sarapan Mea sudah berpamitan.


"Pak Joni, ke kampus sekarang, ya?"


"Baik, Non," Joni adalah salah satu supir di keluarga itu.

__ADS_1


"Tapi nanti mampir ke mini market ya pak, mau beli coklat," ujar Mea. Gadis itu masuk ke dalam mobil.


"Iya, Non. Nona lagi pengen makan coklat?"


"Iya Pak, katanya coklat bisa bikin mood baik, saya mau nyoba," ujar Mea.


Pak Joni hanya mengangguk sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampus Mea.


***


Kelvin sejak tadi tidak fokus, dia bahkan hampir lupa mengarahkan beberapa klien untuk ke tempat meeting karena pikirannya sedang tidak ada di tempatnya.


Kenzo yang tengah melakukan presentasi sejak tadi sebenarnya mengawasi gerak gerik asisten pribadinya ini. Baru kali ini dia melihat Kelvin yang bertingkah aneh.


"Kau kenapa, Kelvin? Sepertinya nyawamu tidak ada di sini," tanya Kenzo.


"Tidak Tuan, mungkin karena saya sedang banyak pikiran, atau mungkin juga sedang tidak enak badan," jawab Kelvin ambigu.


"Yang benar yang mana? Tidak enak badan atau banyak pikiran?" tanya Kenzo mengerutkan kening.


Kelvin jadi salah tingkah, dia menggaruk tengkuknya dan tersenyum canggung. "Sebenarnya saya sedang banyak pikiran, Tuan," jawab Kelvin akhirnya.


Kenzo menghela nafas, sepertinya level banyak pikiran Kelvin sudah sangat akut, apakah Kenzo harus memberikannya izin untuk cuti. "Kelvin, sepertinya kamu butuh istirahat, kalau kamu memang banyak pikiran, segera selesai pikiranmu itu, aku beri kamu libur seharian ini," ujar Kenzo.

__ADS_1


Kelvin melebarkan matanya tidak percaya, tentu dia merasa sangat senang ketika mendapatkan cuti libur, dia ingin segera menemui seseorang yang sejak tadi selalu ada dipikirannya.


"Terima kasih, Tuan. Ehmm ... Bagaimana kalau saya minta jatah cuti satu hari lagi, selama bertahun-tahun saya hampir tidak pernah mengambil jatah cuti saya," ujar Kelvin. Sepertinya Kelvin akan memanfaatkan situasi ini, dia harus menyelesaikan masalah hatinya yang sejak tadi terasa tidak menentu.


"Oke, aku berikan kamu cuti 3 hari kalau begitu, silahkan selesaikan urusan hatimu," jawab Kenzo.


Kelvin tersenyum senang dan berterima kasih kepada Kenzo, akhirnya Kelvin berpamitan dan pergi dari kantor. Sepertinya dia harus mencari tahu apa yang di inginkan hatinya saat ini. Dia tidak ingin apa yang di pilih salah.


***


Mea baru saja selesai kuliah paginya, dia bergerak menuju kantin karena ingin mengisi perutnya yang sudah terasa lapar. "Hai, Mea!"


Mea menoleh ketika namanya di panggil, gadis mengerutkan keningnya ketika melihat pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Kelvin, kenapa kau ada di sini?" tanya Mea to the poin menatap pria dihadapannya ini.


Kelvin menarik nafas dalam-dalam berusaha menghilangkan kegugupannya. Entah sejak kapan dia jadi gugup seperti ini menghadapi Mea.


"Kenapa kamu memblokir namaku? Bisakah kamu membukanya?"


Bersambung.


Boleh donk mampir di karya sahabatku, gak kalah keren loh 🥰

__ADS_1



__ADS_2