
Happy Reading.
Dua penjaga itu saling memandang, mereka memang ditugaskan untuk menjaga setiap orang agar tidak bisa masuk sesuka hati ke kediaman itu. Biasanya tidak seketat ini, tapi karena masalah Anjani kemarin membuat Kelvin harus ekstra kerja keras agar tidak sembarangan orang bisa masuk.
"Aku hanya ingin bertemu dengan nona Rea, apakah ada di dalam?" Tanya Anjani saat kedua penjaga itu saling pandang dan tidak menjawab.
"Maaf, tidak ada yang boleh masuk ke dalam tanpa seizin Tuan Ken, jadi sebaiknya anda pergi dari sini!"
Anjani membelalakkan matanya tidak percaya jika dia diusir dari kediaman Kenzo. "Eh, siapa kalian main ngusir-ngusir!! Asal kalian tahu, aku ini adalah orang yang paling disayangi oleh Tuan Ken, dan kalian berdua bisa dipecat kalau sampai memperlakukanku seperti ini!" Seru Anjani menunjuk dua penjaga itu.
"Tapi kami memang ditugaskan untuk tidak sembarang menyuruh masuk orang, jadi sebaiknya anda segera pergi dari sini sebelum penjaga yang lain menyeret anda!" Anjani terkejut ketika tiba-tiba ada empat orang berbadan besar datang dari arah belakang.
'Sial, sekarang penjagaan dirumah Kenzo semakin ketat! Aku harus pergi kalau gak mau di seret oleh mereka,' batin wanita itu.
"Baiklah, aku akan pergi, tapi kalian harus ingat jika aku dan Tuan Ken kembali bersama maka kalian aku pastikan akan dipecat dari pekerjaan kalian!" Seru Anjani.
Kemudi dia kembali menaiki motornya dengan perasaan marah.
Di sisi lain, Kelvin yang mengetahui kabar dari para anak buahnya semakin menggeleng kan kepala melihat tingkah laku wanita itu. Sungguh dia tidak mengerti kenapa Kenzo seolah membuka celah untuk Anjani masuk ke dalam kehidupannya lagi.
__ADS_1
Tadi anak buahnya sudah memberi informasi jika ada seorang wanita yang mencari Rea dan Kelvin tahu siapa wanita itu.
Larasati Anjani, wanita yang memiliki niat terselubung dan bahkan berani mencari Rea ke rumah. Sungguh tidak punya malu.
"Kelvin, aku mau tanya,, berikan aku saran bagaimana caranya mengungkapkan perasaan pada seorang wanita?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
Kelvin yang tengah sibuk menyetir dan menduga-duga tentang Anjani sedikit terkejut dengan pertanyaan bosnya itu.
"Tuan, bagaimana saya tahu cara mengungkapkan perasaan pada seorang wanita, sedangkan saya sendiri belum pernah melakukan hal tersebut," jawab Kelvin jujur. Di usianya yang menginjak tiga puluh lima tahun, Kelvin sama sekali tidak memiliki kekasih atau tambatan hati. Sejak sepuluh tahun yang lalu, hidupnya hanya seputar kerja dan Kenzo.
"Ck, bukankah kamu bisa nyari di internet, coba cari dan pelajari, nanti beritahu aku!" Muncul sudah sifat penyuruh Kenzo, padahal dia sendiri bisa melakukannya.
"Baik Tuan, tapi pesan saya sebelum Tuan menyatakan perasaan, Tuan harus mengetahui gengstur wanita itu, apakah menyukai Tuan atau tidak, takutnya nanti anda di tolak bagaimanakah?"
Kenzo tiba-tiba berpikir, benar juga ya? Apa Rea memiliki perasaan yang sama dengannya. Dia ingin sekali tahu perasaan Rea padanya seperti apa. Padahal selama ini Rea selalu menuruti nya karena takut akan perintahnya.
"Bagaimana caranya biar aku tahu?" Kenzo benar-benar sudah lupa dengan yang namanya cinta, sehingga dia tidak bisa memperlakukan romantis seperti di drama terhadap wanita yang dia sukai.
Baginya melihat Rea yang ada di dekatnya saja sudah cukup, mana bisa dia tidak bermanja dengan Rea. Tapi kalau menyenangkan hatinya dan untuk mengetahui perasaan Rea, Kenzo tidak tahu. Dia bahkan terlalu gengsi hanya untuk bertanya pada gadis itu. Takutnya malah ditertawakan.
__ADS_1
"Tuan, sebelumnya saya mau tanya, apakah perasaan anda benar-benar cinta atau hanya obsesi?" Tanya Kelvin.
"Aku yakin kalau aku jatuh cinta padanya, Kelvin. Aku merasa tidak ingin menyakitinya, bahkan aku menurut saat dia tidak ingin ku sentuh, melihatnya sakit dan terluka itu akan membuat ku sakit juga, aku tidak suka dia dekat dengan laki-laki lain, setiap bersamanya aku merasa nyaman dan bahagia, meskipun kami tidak melakukan apa-apa, hasrat ku seolah sirna tergantikan dengan kelembutan wajahnya, aku mencintai nya bukan karena nafsu, tapi aku mencintai dari hati," jelas Kenzo panjang lebar.
*****
Rea melihat notif di layar ponselnya, matanya menyipit saat melihat nama yang tertera.
"Tuan Ken?" Rea membuka pesan itu.
'Nanti kamu siap-siap, setelah pulang kerja ikut aku, kita akan makan malam diluar.'
"Tuan Ken mengajak ku makan malam diluar? Dalam rangka apa?" Gumam wanita itu.
Rea kemudian membalas pesan Tuan Kenzo dengan pikiran yang masih bertanya-tanya.
'Baik Tuan!'
Di sisi lain, Kenzo tersenyum lebar ketika mendapatkan balasan dari Rea. Dia seperti remaja yang sedang jatuh cinta saja, padahal usianya hampir menginjak Tiga puluh satu tahun.
__ADS_1