Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 11


__ADS_3

Malam hari Delon sudah siap dengan pakaiannya. Siang tadi sepulang bekerja, Delon meminta ijin pada Luna jika malam ini dirinya akan keluar. Awalnya Luna hendak tak mengijinkan. Namun karena Delon bilang dirinya keluar bersama dengan Gilang teman kerjanya, akhirnya Luna mengijinkan. Toh selama ini Delon tak pernah sekalipun keluar malam. Bahkan pulang kerja telat pun tidak pernah.


"Lun, aku keluar dulu ya"pamit Delon.


"Iya, pulangnya jangan malam malam ya"ucap Luna.


"Iya"jawab Delon singkat lalu mengecup kening Luna mesra. Dan tak lupa Delon mengecup perut rata Luna.


"Aku berangkat dulu, nggak usah nungguin aku pulang kalau udah ngantuk"ucap Delon.


"Tidur yang nyenyak"ucap Delon lagi. Luna menanggapi ucapan Delon dengan senyuman.


Memang siang tadi sepulang kerja, Delon mengajak Luna membeli kasur yang baru. Kasur yang empuk tak seperti yang mereka gunakan. Luna pun merasa senang dengan perhatian yang Delon berikan.


Luna menatap motor Delon yang melaju menjauh dari pekarangan rumahnya. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Luna kembali masuk kedalam rumah.


.


Delon melajukan motornya dengan kecepatan standar. Dia memang sengaja bertemu di tempat saja dengan Gilang. Dan Gilang pun mengiyakan. Dia hanya mengirim alamatnya saja pada Delon. Dan Delon pun iya iya saja.


Setelah hampir 30 menit berkendara, Delon sudah sampai di tempat dirinya bertemu dengan Gilang. Delon memarkirkan motornya dan menghubungi ponsel Gilang.


"Hallo mas, gue udah didepan"ucap Delon.


"Masuk aja, gue udah di dalem"jawab Gilang diseberang sana. Delon menyimpan kembali ponselnya di saku. Dia menatap bangunan didepannya. Bangunan minimalis dengan cahaya yang sangat minim.

__ADS_1


"Tempat apa ini"gumam Delon. Awalnya Delon ragu untuk masuk. Tapi karena sudah berjanji dengan Gilang, akhirnya Delon memberanikan diri untuk masuk.


Tempatnya terlihat sepi, namun saat di parkiran tadi dapat Delon lihat banyak sekali motor. Itu tandanya didalam pasti ramai. Bahkan tempatnya pun jauh dari keramaian meskipun berada dikota. Delon membuka pintu yang ternyata tidak di kunci itu. Dan saat sampai di dalam, bola mata Delon membelalak melihat banyaknya orang yang tengah memadu kasih. Entah mereka memang sepasang kekasih atau bukan, Delon tak tahu. Bahkan Delon juga bisa mencium bau alkohol didalam ruangan itu.


Semacam bar atau club malam, batin Delon. Dia melangkahkan kakinya semakin kedalam mencari keberadaan Gilang.


"Delon, gue disini"ucap Gilang sedikit berteriak. Delon yang merasa namanya dipanggil pun menoleh. Dapat dia lihat Gilang yang duduk disofa dengan ditemani 2 wanita berpakaian seksi. Delon juga melihat Gilang yang tengah menegak miniman haram itu.


Delon menghampiri Gilang dan duduk di sofa singgle depan Gilang.


"Dateng juga lo"ucap Gilang.


"Nihh"ucap Gilang lagi menyodorkan gelas berisi minuman beralkohol.


"Alahh, cemen lo, dikit aja"bujuk Gilang. Awalnya Delon ragu, namun karena ingin menghargai Gilang, akhirnya Delon mencoba menegak minuman yang sama sekali belum pernah dia cicipi.


Saat sekolah dulu memang Delon termasuk siswa yang baik dan rajin. Dia sama sekali tak pernah mengikuti jejak teman temannya yang suka merokok bahkan mabuk. Namun satu hari Delon pernah dipaksa temannya menonton vidio p*rno. Dan saat itulah Delon merasa penasaran hingga membobol kep*awanan Luna.


.


.


.


Sepeninggalan Delon, Luna memilih untuk menonton tv. Hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Namun tak ada tanda tanda Delon pulang.

__ADS_1


"Jam 9, pantas ngantuk"gumam Luna. Luna beranjak dari duduknya. Dia berniat kekamar mandi terlebih dahulu sebelum tidur.


"Kenapa Delon belum pulang juga"gumam Luna. Luna meraih ponselnya mencoba untuk menghubungi suaminya itu. Namun nihil, Delon tak menjawab panggilan Luna. Akhirnya Luna memutuskan untuk tidur terlebih dulu.


Disisi lain Delon sedang bersenang senang dengan Gilang. Bahkan Delon sudah menegak habis satu botol minuman beralkohol itu. Mabuk? Tentu saja Delon sudah mabuk, apalagi ini pertama kali baginya. Namun beruntung Delon masih memiliki sisa kesadaran meskipun hanya beberapa persen saja.


Delon yang merasakan kepalanya pusing berniat untuk pulang terlebih dahulu.


"Mas, gue duluan"pamit Delon.


"Lo yakin kuat?"tanya Gilang.


"Yakin mas"jawab Delon mantap. Gilang hanya menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban.


Dengan susah payah Delon berjalan dengan sempoyongan keluar daru sana. Namun belum sampai diluar, Delon dapat melihat seorang wanita berdiri tak jauh dari tempatnya. Karena pandangannya kabur, Delon memganggap bahwa wanita itu adalah Luna.


"Sayang, kenapa kamu disini? kamu menyusulku"racau Delon. Bahkan Delon sudah memeluk wanita itu.


"Aku ingin tidur denganmu sayang"ucap Delon. Wanita itu sedari tadi hanya diam menerima perlakuan Delon. Bahkan ketika Delon mengajaknya masuk kedalam sebuah ruangan.


"Aku menginginkanmu Luna"ucap Delon lalu menc*um bibir wanita itu rakus. Namun siapa sangka, ternyata wanita itu membalas c*uman Delon tak kalah rakus. Tentu saja hal itu membuat Delon semakin liar.


"Ternyata kau ganas juga sayang"bisik wanita itu tepat ditelinga Delon. Merasa diremehkan, Delon mendorong wanita itu hingga terjerembab di ranjang. Dengan tak sabar Delon membuka seluruh pakaiannya juga pakaian wanita yang berada dibawah kungkungannya itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2