
Kenyataan memang terkadang membuat kita sedih dan kecewa. Namun semua itu lebih baik daripada kita harus hidup atas kepura puraan. Memang terkadang kita harus mencoba tidak peduli agar bahagia. Tapi semua itu justru membuat kita sakit.
Ujian. Tak hanya siswa sekolah ternyata yang mengalami ujian. Orang berumah tangga pun juga demikian. Bahkan ujian orang berumah tangga bukan hanya masalah rumus dan angka. Seseorang jika dirinya sudah berani melangkah kejenjang yang lebih serius dengan pasangannya, berarti mereka juga sudah siap dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Menikah bukan hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai, melainkan menyatukan dua keluarga. Jika ada 1 atau bahkan lebih dari keluarga mereka yang tak setuju, maka akan berakibat fatal bagi keduanya. Dan itulah awal sebuah ujian. Namun percayalah, Tuhan tidak akan pernah menguji umatNya melebihi batas kemampuan umatNya.
Luna Anjani, gadis belia yang harus menikah dengan kekasihnya lantaran hamil diluar nikah. Kekhilafan keduanya memang membuat keluarga mereka kecewa. Namun orang tua mereka tak berniat memisahkan keduanya. Apalagi ada janin yang tak bersalah di dalam rahim Luna.
2 hari sudah Luna kembali kerumahnya setelah 3 hari di rawat di puskesmas. Dan 2 hari itu pula tak ada tanda tanda Delon pulang. Cemas. Tentu saja Luna cemas. Apalagi Delon pergi membawa kesalahpahaman. Berulang kali Luna menghubungi Delon, namun tak pernah ada jawaban.
Luna masih dalam tahap pemulihan setelah kuret. Jadi dirinya tak bisa beraktivitas seperti biasanya. Sebenarnya Luna masih merasa kehilangan calon anaknya, namun karena Delon yang pergi tak ada kabar, membuatnya harus melupakan janinnya yang sudah tiada.
Ingin rasanya Luna mengadu kepada ibu juga mertuanya. Namun Luna tak ingin membuat mereka semua khawatir dan marah. Jadilah Luna memendam semua ini sendirian.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Luna. Dengan perlahan Luna berjalan membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Mas Fajar"ucap Luna.
__ADS_1
"Ini ada makanan, aku tau kamu belum makan"ucap Fajar seraya menyodorkan kresek berisi makanan. Dan Luna pun menerimanya lalu mengucapkan terima kasih.
Memang selama Luna sakit hingga Luna kembali kerumah Fajarlah yang menemani. Bahkan Fajar pula yang membayar administrasi Luna dipuskesmas. Sebenarnya Luna merasa tidak enak, namun Fajar selalu saja memaksa.
Luna segera makan makanan yang di beri Fajar dan minum obat. Fajar memang sering berkunjung, namun hanya untuk mengantarkan makanan saja.
.
.
.
Setelah kejadian waktu itu Delon sempat pulang kerumahnya dan Luna. Dia mencari cari Luna di setiap sudut rumah namun tak ada. Delon pikir Luna pergi keluar untuk mencarinya. Jadi dia putuskan untuk menunggu dirumah. Namun hingga malam tiba tak ada tanda tanda Luna pulang. Bahkan hingga pagi hari pun Delon tak menemukan Luna.
Delon merasa sangat bodoh waktu itu. Dirinya kecewa. Sudah semalaman dia menunggu namun istrinya tak kunjung pulang.
"Cih, mana mungkin dia pulang, dia pasti memilih pergi dengan selingkuhanya itu"ucap Delon kesal.
Delon memilih membersihkan diri dan mengemasi baju bajunya untuk dia bawa kekantor. Delon berniat akan tinggal dikantor saja dan meminta ijin pada bosnya.
__ADS_1
Delon menghela nafasnya berat dengan mata terpejam kala megingat kejadian tempo hari. Sebenarnya dirinya merasa bersalah, namun rasa kecewanya lebih besar hingga membuat dirinya pergi dari rumah.
"Delon"
Delon membuka matanya kala seorang wanita memanggilnya.
"Delon, aku kangen"ucapnya manja. Bahkan wanita itu sudah berbaring di sebelah Delon dan memeluknya erat.
"Ck, aku lagi nggak mood De"ucap Delon malas.
"Kenapa sihh? jangan bilang kamu mikirin istri kamu yang selingkuh itu"ucap Dena cemberut.
Dena Aprilia, seorang wanita 20 tahun yang tanpa sengaja Delon tiduri kala itu. Delon yang kala itu marah dan kecewa memilih kembali ke tempat yang ia datangi dengan Gilang malam itu. Dan Delon kembali kekamar yang dia tempati bersama wanita yang tak dia kenal. Dari sanalah Delon dan Dena merajut asa tanpa sebuah status. Dena yang memang wanita penghibur dan Delon yang tengah kalut kala itu membuat kedua insan itu kembali merajut kasih.
"Udah ihh nggak usah mikirin istri kamu yang selingkuh itu"ucap Dena.
"Aku pengen jalan jalan sama kamu, ayoo"lanjut Dena sambil menarik tangan Delon. Mau tak mau Delon menuruti kemauan wanita yang beberapa hari ini memuaskan nafsunya itu.
TBC
__ADS_1