Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 27


__ADS_3

Luna masuk kedalam kamarnya setelah Niken meninggalkan rumahnya. Dikamar, Luna duduk bersandarkan pada ranjang kecil miliknya. Luna memejamkam mata sesaat merasa bersalah pada ibunya. Luna tak pernah berbohong dalam hal apapun. Namun kali ini dia harus berbohong pada ibunya.


"Maafin Luna buk"gumam Luna lirih hingga tak selalng lama pintu kamarnya di buka oleh Rina.


Rina berjalan mendekati Luna yang duduk di ranjang dengan tatapan yang masih tak bersahabat.


"Darimana kamu?"tanya Rina menatap Luna tajam.


"Jalan jalan buk"lirih Luna.


"Jangan bohong kamu Lun"desak Rina.


"Lu_Luna nggak bohong buk"jawab Luna terbata.


"Jujur sama ibuk, kamu habis menemui Delon dipenjarakan?"tebak Rina.


"Nggak buk, Luna nggak kesana"bohong Luna.

__ADS_1


"Lalu kemana saja tadi kamu sama bu Niken?"tanya Rina.


"Ta_tadi cuma jalan jalan aja kok buk, bu Niken cuma merasa bersalah sama aku jadi dia ngajak aku jalan jalan"jawab Luna dengan penuh kebohongan. Maafkan Luna buk, batin Luna.


Huftt


Rina menghela nafas berat. Sebenarnya dia tak ingin berburuk sangka dengan anaknya itu. Ingin pula Rina mempercayai apa yang dikatakan Luna. Namun mengingat Luna pergi dengan mertuanya, membuat Rina seakan tak percaya jika mereka keluar hanya untuk jalan jalan.


"Ya sudah jika kamu nggak mau jujur sama ibuk"ucap Rina seraya meninggalkan Luna.


"Maaf buk"lirih Luna saat Rina menghilang dibalik pintu kamarnya. Luna merebahkan tubuhnya diranjang. Karena kelelahan, dalam sekejap Luna langsung tertidur.


.


.


.

__ADS_1


Disisi lain tepatnya didalam selnya, Delon masih termenung mengingat setiap kata yang keluar dari mulut istri kecilnya itu. Jika wanita itu hamil, ceraikan aku. Kata itu terus berputar putar dikepala Delon.


"Ya Tuhan, bagaimana jika Luna tau kalau Dena sekarang sudah hamil"lirih Delon menunduk. Bahkan tanpa permisi air matanya mengalir begitu saja.


"Maafkan aku Lun, maafkan aku. Aku terpaksa bohong karena aku nggak mau kehilangan kamu"gumam Delon.


Delon benar benar merasa bersalah. Ingin dia berkata jujur pada Luna. Namun dia tak mau kehilangan Luna, wanita yang dia cintai. Lalu Dena, apa Delon tidak mencintainya? Tentu saja tidak, Delon menjalin hubungan terlarang dengan Dena karena kesalahpahaman yang terjadi antara Delon dan Luna. Sehingga Delon memilih melampiaskan amarahnya pada Dena dengan cara bercinta.


Sekarang Delon menyesal melakukan semua itu. Jika saja waktu bisa diputar kembali, Delon tak akan pergi saat melihat Luna berada dalam gendongan Fajar kala itu. Delon akan menghampiri keduanya dan bertanya "Ada apa ini?" Delon memilih mendengarkan penjelasan Luna dan rumah tangga keduanya tidak akan seperti ini.


Ya meskipun pada akhirnya Delon tetap akan masuk penjara karena pekerjaannya yang ternyata kurir narkoba. Namun pada awalnya memang Delon tak tau jika ternyata dirinya bekerja sebagai kurir narkoba. Karena selama Delon bekerja tak ada yang mencurigakan dengan paket yang dia kirim.


Tapi setidaknya Delon tak akan merasa bersalah pada Luna dengan sebuah kebohongan yang dia sembunyikan. Mungkin jika dulu Delon tidak egois, mungkin tak akan ada wanita lain dalam rumah tangga mereka. Namun itu semua hanya angan angan belaka. Delon yang kala itu egois tak menghiraukan teriakan Luna yang kesakitan hingga pada akhirnya mereka harus kehilangan calon anak.


Air mata Delon mengalir sangat deras saat mengingat betapa egois dirinya dulu. Dia merasa sakit hati yang teramat kala mengingat Luna meneriaki dirinya yang berlalu saat itu. Sungguh, Delon sangat menyesal saat ini. Hanya kata maaf, maaf dan maaf yang dapat Delon ucapkan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2