Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 44


__ADS_3

Delon keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Meskipun terkesan santai, namun tetap cocok sekedar jalan jalan bersama istri tercinta. Dia menghampiri Luna yang duduk di depan tv sambil memainkan ponselnya.


"Kamu mau ganti baju apa gini aja?"tanya Delon.


"Emangnya kita mau kemana?"tanya Luna.


"Ke mall mau?"tanya Delon balik. Luna terdiam sebentar sebelum akhirnya meganggukan kepalanya setuju.


"Aku ambil tas bentar"ucap Luna lalu berlari kecil menuju kamar untuk mengambil tas kecilnya.


"Yuk"ajak Luna tepat berdiri di samping Delon. Delon pun mengangguk dan mengandeng tangan Luna keluar rumah. Jangan ditanya, setelah kecanggungan pagi tadi, kini Luna merasakan dadanya berdebar kala Delon mengandengnya.


Delon membukakan pintu mobil untuk Luna, setelah memastikan Luna duduk dengan nyaman, Delon segera memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Kalau kita keluar, yang jaga toko siapa? masa tutup?"tanya Luna saat Delon melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


"Nggak apa apa, nggak tiap hari juga kok"jawab Delon. Luna pun hanya mengangguk saja, karena sebenarnya dia juga senang saat Delon mengajaknya jalan seperti ini.


Delon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hingga hampir 30 menit perjalanan, kini mereka sudah sampai di parkiran mall. Delon dan Luna segera turun saat Delon sudah memarkirkan mobilnya dengan rapi.


Dengan tangan yang saling bertautan keduanya memasuki area mall yang masih sepi itu karena memang baru jam buka. Jadi belum begitu ramai pengunjung.

__ADS_1


Delon dan Luna senantiasa bergandrngan tangan. Sesekali Delon menawari Luna membeli sesuatu namun Luna selalu menggeleng. Entah apa yang Luna cari, sedari tadi hanya menoleh ke kanan dan kiri saja.


Namun saat Luna tengah asik melihat lihat, pandangannya tertuju pada wanita yang tak asing baginya. Luna memperhatikan wanita yang tengah berjalan seorang diri itu. Luna menatap Delon yang tengah melihat jam di salah satu stand. Melihat itu, Luna berjalan menghampiri wanita itu.


"Dena"


.


.


.


Gilang menyimpan ponselnya di saku setelah beberapa saat menerima telfon. Dia menoleh ke kanan kiri saat menyadari Dena tak di sampingnya. Dengan sedikit tergesa dan celingak celinguk, Gilang berjalan masuk ke dalam mall mencari keberadaan Dena.


Gilang memicingkan matanya kala merasa tak asing dengan wanita itu. Yang satu jelas Dena namun yang satu lagi, Gilang berusaha mengingat ingat. Hingga dia membelalakan matanya kala ingat jika wanita yang tengah bersama Dena itu adalah Luna. Dengan sedikit berlari Gilang menghampiri Dena.


"Sayang"sapa Gilang. Hal itu membuat Dena dan Luna menoleh kesumber suara.


"Kamu ngapain disini? aku cariin kamu tau"ucap Gilang.


"Ah, emm, maaf aku masuk duluan tadi"jawab Dena.

__ADS_1


"Ya udah yuk jalan"ajak Dena seraya menarik tangan Gilang menjauh dari Luna.


Luna masih diam mematung melihat kepergian dua manusia itu. Awalnya Luna sempat berfikir buruk tentang Dena. Apalagi saat melihat perut buncit Dena. Pikiran buruk berseliweran di otak Luna. Namun saat sorang pria datang dan memanggil Dena sayang, Luna sedikit bernafas lega.


"Luna"


Luna terjingkat kaget saat Delon menepuk pundaknya.


"Kamu ngapain disini?"tanya Delon.


"Hahh, a_aku tadi kayak liat Dela, tapi kayaknya bukan dehh"bohong Luna.


"Dela temen sekelas kita?"tanya Delon.


"Iya"singkat Luna.


"Kamu salah liat kali, mana mungkin Dela disini"ucap Delon.


"Iya, mungkin aku salah liat"ujar Luna menutupi kegugupannya.


"Ya udah yuk lanjut jalan"ajak Delon. Luna pun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Delon dengan tangan yang berada dalam genggaman Delon.

__ADS_1


Luna merasa nyaman dan senang dengan perlakuan ini. Melihat Delon yang perhatian padanya, Luna memantapkan hatinya jika apa yang ia lihag tadi adalah kebenaran. Kebenaran dimana Dena hamil anak lelaki tadi, bukan anak suaminya.


TBC


__ADS_2