Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 38


__ADS_3

Keesokan harinya Luna dan Delon sudah siap untuk kembali kekota. Mereka hanya berangkat berdua saja tidak ada yang mengantar. Niken sebenarnya ingin mengantarkan anak dan menantunya itu kembali ke kota. Namun karena Diman juga harus mengantarkan pesanan ke luar kota, jadi Nikenlah yang bertugas mengawasi karyawannya yang di rumah. Begitu pula dengan Rina, dia juga tak bisa mengantar karena pekerjaan mencucinya yang begitu banyak.


Delon menutup bagasi mobilnya saat semua barang barang yang dia bawa sudah masuk semua. Dia beralih menghampiri Luna yang tengah berdiri di antara Rina dan Niken.


"Yuk"ajak Delon. Luna menoleh kearah ibunya. Seketika Luna menghambur kepelukan ibunya dan memeluknya erat. Berat memang untuk Luna meninggalkan ibunya. Namun mau tak mau dia harus ikut bersama suaminya.


Begitu pula yang dirasaka Rina, sebagai seorang ibu, Rina juga tak rela berjauhan dengan anak semata wayangnya. Bahkan Rina sudah menangis saat Luna memeluknya tadi.


"Udah jangan nangis"ucap Rina seraya melepas pelukannya. Sedangkan Niken dan Delon hanya diam menyaksiskan keduanya.


"Udah gede nggak boleh nangis"goda Rina meskipun dirinya juga berusaha menahan tangisnya.


"Luna pamit ya buk"ucap Luna setelah menghapus air matanya.


"Iya, kamu hati hati ya disana, jangan lupa hubungi ibu"jawab Rina, seraya menahan air mata yang sedari tadi ingin menetes.

__ADS_1


Luna segera menghampiri ibu mertuanya dan menyalaminya sejenak. Niken pun tersenyum seraya memeluk Luna sesaat.


"Kami berangkat ya buk"pamit Delon pada ibunya dan ibu mertuanya. Niken dan Rina pun hanya membalas dengan anggukan.


Delon dan Luna segera masuk kedalam mobil. Delon pun menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Luna. Niken dan Rina pun hanya bisa melambaikan tangan mereka melepas kepergian anak anak mereka.


.


.


.


Delon menatap Luna yang hanya diam seraya melihat keluar jendela. Dia tau istrinya itu memikirkan ibunya.


"Lun"panggil Delon dengan tangan yang terulur mengusap lembut rambut Luna.

__ADS_1


"Ya"jawab Luna dengan senyum paksa.


"Kenapa? kok diam aja?"tanya Delon yang dijawab gelengan oleh Luna.


"Jangan sedih, aku janji seminggu sekali kita pulang kekampung"ucap Delon.


"Nggak usah, sebisanya kamu aja, kalau ntar kamu banyak kerjaan gimana"ucap Luna.


"Aku usahain buat selalu pulang buat jenguk orang tua kita"pungkas Delon. Sedangkan Luna hanya mengangguk saja.


"Nanti bakal ada orang suruhan bapak yang antar beras. Kamu beres beres sendiri nggak apa apa kan"ucap Delon.


"Iya, nggak apa apa kok"jawab Luna. Delon tersenyum mendengarnya.


Memang benar Diman menyuruh orang yang biasa mengantar beras ketempatnya untuk mengirimkan beras ke tempat Delon juga. Diman melakukan itu agar Delon tak berbuat macam macam. Diman berharap dengan cara seperti itu Delon bisa menjadi lebih bertanggung jawab dan lebih berfikir dewasa.

__ADS_1


TBC


Maaf baru bisa up, author baru bisa bangun dari kasur setelah beberapa hari hanya rebahan dan tidur. Up pun baru bisa sedikit. InsyaAllah besok di lanjut lebih banyak lagi. Thank's


__ADS_2