Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 22


__ADS_3

Niken memeluk Delon dengan sangat erat. Tak bisa di pungkiri, dia merasakan kerinduan yang teramat pada putranya itu. Meskipun berulang kali Delon membuatnya kecewa, ikatan seorang ibu dan anak tak pernah berubah.


Niken secara diam diam pergi menemui Delon di rutan tanpa sepengetahuan Diman. Karena Diman akan marah jika tau Niken menemui Delon. Sebenarnya Niken juga kecewa pada Delon, namun sebagai seorang ibu dia tak akan tega melihat anaknya menderita.


"Maafin Delon buk"ucap Delon dipelukan Niken.


"Iya nak, ibu maafin kamu"ucap Niken seraya melepaskan pelukannya. Niken dan Delon kembali duduk berhadapan dengan sisa air mata yang masih mengalir dipipi keduanya.


"Ibu kesini karena ada yang mau bicarakan"ucap Niken.


"Apa buk?"tanya Delon.


"Kamu tau, Luna begitu terpukul melihat keadaan kamu sekarang, setiap hari Luna menunggu mu pulang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tapi kamu tak pernah pulang"ucap Niken.


"Dan disaat Luna bisa bertemu lagi denganmu, kenapa harus disini? Luna masih belum pulih dari sakit hatinya kehilangan seorang anak, dan sekarang ditambah kamu dipenjara"lanjut Niken.


"Maaf buk"lirih Delon.


"Jangan minta maaf pada ibuk, minta maaflah pada Luna"ucap Niken.


"Renungkan kesalahan mu selama kamu berada disni, dan setelah kamu keluar nanti, perbaiki semuanya"lanjut Niken.


"Tapi ucapan bapak waktu itu buk?"tanya Delon.


"Ibuk rela memohon pada Rina demi keutuhan rumah tangga kalian, Rina memberi mu kesempatan lagi, jangan pernah kamu sia siakan"ucap Niken.

__ADS_1


"Terima kasih buk"ucap Delon seraya memeluk Niken. Niken pun mengangguk seraya membalas pelukan Delon.


.


.


.


Hoek hoek hoek


Dena membasuh wajahnya dengan air bersih. Dengan malas, dia berjalan kembali ke tempat tidurnya. Dia benar benar merasa lemas. Sejak bangun tidur Dena sudah beberapa kali muntah. Bahkan setiap kali dia makan atau minum pasti akan keluar lagi.


Dia memejamkam matanya untuk mengurangi rasa pusing dikepalanya dengan tangan yang mengelus perut ratanya. Dena bukan orang bodoh yang tidak tau apa yang dia alami saat ini. Bahkan Dena dapat memastikan bahwa saat ini dirinya hamil meskipun dia belum mengeceknya.


"Mendingan gue istirahat dulu, sebelum nanti jenguk Delon di penjara dan kasih kabar gembira"gumam Dena dengan senyum dibibirnya.


Dena berharap dengan adanya janin dalam kandungannya bisa membuat dirinya mendapatkan Delon seutuhnya. Dia tak peduli dengan keberadaan Luna disisi Delon. Bahkan Dena tak segan menyuruh Delon menceraikan Luna saat Delon datang padanya dengan keadaan kacau kala itu.


Namun Delon yang tak tau jika Luna keguguran menolak keras ucapan Dena kala itu. Mungkin jika saat itu Delon tau jika Luna sudah tak lagi mengandung anaknya, Delon akan menggugat cerai Luna. Dan pasti dengan senang hati Dena menerima Delon.


.


Pukul 10 Dena mengerjapkan matanya pelan. Dia merasakan tubuhnya yang lebih mendingan daripada pagi tadi. Dengan segera Dena bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas mandi.


Dena tinggal di kostnya seorang diri. Dia sudah tak memiliki orang tua. Ibunya meninggal saat Dena masih SD karena penyakit kanker. Dan bapaknya meninggal saat Dena baru masuk SMA karena kecelakaan tunggal. Karena sudah tak memiliki keluarga Dena tak tau harus bagaimana. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya.

__ADS_1


Dena lontang lantung dijalan karena memang tak memiliki keluarga disini. Kerabatnya yang tinggal diluar pulau dan Dena tak memiliki nomer ponsel sanak saudaranya, membuatnya harus hidup sendirian. Dia berusaha mencari pekerjaan. Namun karena ijazah yang dia miliki hanya ijazah SMP, membuatnya susah mencari pekerjaan.


Dena sudah hampir menyerah kala itu. Bahkan Dena sempat berfikir untuk bunuh diri. Namun saat Dena hampir menyerah, dia bertemu dengan seseorang yang menawarinya pekerjaan. Dena yang memang butuh langsung mengiyakan ajakan wanita itu. Bahkan ketika wanita itu memberi tahu pekerjaannya adalah sebagai wanita bayaran, Dena tak masalah. Yang Dena pikirkan kala itu adalah cara mendapatkan uang agar dirinya bisa bertahan hidup.


.


Setelah hampir 20 menit Dena dikamar mandi, kini wanita itu sudah siap untuk mengunjungi Delon. Dengan semangat Dena berangkat kekantor polisi naik ojek.


Tak butuh waktu lama Dena sudah sampai dikantor polisi untuk menemui Delon.


"Delon"ucap Dena senang saat dirinya bisa bertemu Delon meskipun dikantor polisi.


"Aku kangen"ucap Dena manja seraya memeluk Delon.


"Ngapain kamu kesini?"tanya Delon tanpa membalas pelukan Dena.


"Ihh, aku kangen tau sama kamu"ucap Dena cemberut.


"Aku ada berita gembira buat kamu"ucap Dena semangat. Delon mengerutkan dahinya mendengar Dena begitu semangat.


"Disini ada anak kamu"ucap Dena mengusap perut ratanya.


"Maksudnya?"tanya Delon bingung.


"Aku hamil"jawab Dena.

__ADS_1


"Hamil anak kamu"lanjut Dena tersenyum.


TBC


__ADS_2