Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 35


__ADS_3

Rina kembali melanjutkan pekerjaan mencucinya setelah memberikan baju yang sudah kering pada Luna untuk disetrika. Dia memang sering membawa pulang pekerjaannya jika merasa lelah. Dan yang pasti jadi lebih santai mengerjakannya.


Rina mencuci sambil sesekali berdendang untuk menghilangkan rasa jenuh. Hingga tak terasa pekerjaan mencucinya sudah selesai. Rina segera membilas pakaian pakaian yang selesai dia cuci dan bersiap menjemurnya.


Namun saat dia sampai di halaman samping rumahnya untuk menjemur pakaian, dia mendengar suara isak tangis seseorang. Rina menoleh kekanan kiri mencari cari sumber suaranya. Hingga dahi Rina mengkerut saat tau asal suara itu dari teras rumahnya.


"Siapa yang menangis diteras rumah"gumam Rina.


Dengan segera Rina berjalan menuju teras rumahnya dan meninggalkan pakaian yang belum dijemur begitu saja. Dahi Rina semakin berkerut saat melihat ada beberapa orang yang sedang berdiri didepan rumahnya.


"Ada apa ini?"tanya Rina.


Rina membelalakan matanya saat semua orang menatap kearahnya. Apalagi diantara orang orang itu ada seorang pria yang sudah lama tak menampakan diri. Delon. Laki laki yang sudah menghamili anaknya hingga membuat dirinya harus merelakan anak semata wayangnya menikah dan meninggalkan dirinya. Namun apa yang anaknya peroleh dari pernikahan itu? Luna hanya mendapat kekecewaan.


Rina berjalan mendekat kearah Delon dengan Luna yang senantiasa menggenggam tangan Delon. Dapat Rina lihat jika Luna habis menangis. Rina juga bisa melihat Delon yang terus menunduk seakan takut jika dirinya marah.


Tak bisa dipungkiri memang, Rina masih menyimpan rasa kecewa dan amarah. Namun melihat sang anak yang begitu tulus dan sayang pada Delon, membuatnya tak bisa apa apa. Asalkan Luna bahagia, aku juga bahagia, pikir Rina.

__ADS_1


Sampai di depan Delon, Rina menatapnya dalam. Delon yang melihat itu semakin menundukan kepalanya.


"Nak Delon"Delon mendongak kala Rina memanggilnya.


"Buk"Delon segera bersimpuh dihadapan Rina sambil mengucapkan kata maaf.


Tentu saja air mata Luna dan Niken semakin deras menetes. Mereka tak mengira bahwa orang yang mereka cintai sampai rela bersimpuh demi mendapatkan maaf.


Sedangkan Rina yang mendapat perlakuan seperti itu dari menantunya pun juga tak menyangka. Bahkan Rina sampai berjongkok didepan menantunya itu membantunya berdiri.


"Sudah nak, jangan seperti ini, ibu sudah memaafkanmu"ucap Rina sambil menuntun Delon berdiri.


"Kita bicarakan didalam, nggak baik jika sampai dilihat orang"lanjut Rina seraya mengajak semuanya masuk.


Sedangkan dirumah dua lantai, sepasang kekasih tengah bergelung dibawah selimut tanpa sehelai kain. Mereka baru saja menyelesaikan pergulatan panas diatas ranjang. Siapa lagi kalau bukan Dena dan Gilang.


Tadi setelah berunding di rumah Delon yang ditempatinya dulu, Gilang langsung memboyong Dena ke rumahnya. Mereka memang berniat tinggal bersama saat Delon masih berada dikampungnya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana kalau setelah ini kita jalan jalan"usul Dena.


"Boleh, tapi kamu minta dulu uang sama Delon, tabunganku sudah menipis sayang sejak Delon masuk penjara"ucap Gilang.


"Kamu tenang saja sayang, dia sudah berjanji akan memenuhi semua kebutuhanku dan baby meskipun dia sedang tidak ada disini"ujar Dena tersenyum.


"Kamu memang pintar sayang"puji Gilang.


"Itu pasti"jawab Dena bangga.


"Tapi kita harus bersabar dulu, karena sekarang Delon sedang meluruskan masalahnya dengan keluarganya juga mertuanya, setelah itu selesai sudah dipastikan Delon akan kembali kesini dengan uang yang banyak"lanjut Dena semangat.


"Kamu sudah pastikan jika Delon kesini dengan status juragan?"tanya Gilang memastikan.


"Pasti sayang"jawab Dena mantap yang dijawab anggukan oleh Gilang dengan senyum mengembang di bibirnya.


Gilang dan Dena memang sudah merencanakan ini jauh sebelum Delon tertangkap. Dan tragedi penangkapan Delon ini diluar dugaan Gilang. Dengan kejadian itu Gilang harus memutar otak agar Delon bisa bebas dan menjadi sumber uangnya. Apalagi sekarang bisnisnya sudah ditutup oleh pihak berwajib.

__ADS_1


Lalu kenapa Gilang tidak ditangkap? Karena selama ini Gilang melakukan pekerjaannya karena pengaruh orang dalam. Jadi Gilang sebenarnya buronan. Namun dia menggunakan nama samaran.


TBC


__ADS_2