Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 16


__ADS_3

Pagi pagi sekali seorang pria membuka matanya perlahan. Dia merasakan kepalanya yang sangat berat. Pria itu bangkit untuk duduk dan mulai mengamati ruangan yang bukan rumahnya.


"Dimana ini"gumamnya. Sambil memijat pelipisnya, pria itu berfikir apa yang terjadi selama hingga membuat dirinya berada di tempat yang bukan rumahnya.


"Mas Fajar udah bangun?"tanyanya. Fajar yang merasa dipanggil pun menoleh.


"Lun, kenapa aku bisa disini?"tanya Fajar balik.


"Emmt, semalam mas Fajar datang kesini dalam keadaan mabuk"ucap Luna sedikit takut.


"Mabuk"gumamnya.


Flashback on


Sore itu Fajar yang baru pulang bekerja berniat mampir membeli nasi goreng untuknya makan malam. Namun saat Fajar sedang mengantri, matanya menangkap sosok Delon yang tengah berboncengan dengan seorang wanita. Tanpa pikir panjang Fajar megikuti Delon.


Fajar mengikuti Delon dalam jarak aman agar tidak ketahuan. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah club.


"Club"gumam Fajar. Fajar masih duduk di atas motornya saat Delon dan wanita itu bergandengan masuk kedalam sana. Awalnya Fajar ragu untuk masuk, tapi karena penasaran akhirnya Fajar memberanikan diri untuk masuk ketempat yang sama sekali belum pernah dia datangi.

__ADS_1


Begitu Fajar masuk, aroma alkohol menyeruak di indra penciumannya. Awalnya Fajar ragu, tapi tanggung juga juka kembali sudah terlanjut masuk. Fajar mengedarkan pandangannya mencari Delon dan wanita tadi. Hingga ketemulah Delon yang sedang duduk disofa pojok dengan wanita yang ada dipangkuannya.


Fajar memilih duduk di tempat yang agak jauh dari Delon. Dan demi keberhasilan misinya, Fajar juga memesan minuman haram itu. Meskipun awalnya ragu, namun akhirnya Fajar meminum minuman itu sedikit demi sedikit hingga dirinya habis 2 botol. Fajar yang memang baru pertama kali minum merasakan kepalanya begitu berat. Hingga dirinya tak sadar jika Delon dan Dena sudah tidak ada disana.


"Sial"geram Fajar. Karena merasa kepalanya sangat berat, Fajar memilih untuk keluar dari club meskipun dengan susah payah karena kesadarannya tinggal beberapa persen saja.


Sampai diparkiran Fajar melihat motor Delon masih ada disana. Itu tandanya mereka belum pergi, pikir Delon. Karena kepalanya semakin berat, akhirnya Fajar memutuskan untuk pulang. Namun siapa sangka, karena kondisi Fajar yang setengah sadar, malah membawanya kerumah Luna.


Flashback off


.


.


.


"Hehh, ngalamun terus"ucap Gilang seraya menepuk pundak Delon.


"Ngagetin aja lo mas"sahut Delon.

__ADS_1


"Ngalamunin apa sih?"tanya Gilang.


"Gue lihat akhir akhir ini lo sering ngalamun, ada masalah?"tanya Gilang lagi. Delon diam. Memang selama ini dirinya tak pernah bercerita tentang kehidupannya pada Gilang. Apalagi tentang pernikahannya yang sekarang tengah bermasalah.


"Cerita kalau ada masalah, jangan di pendem sendirian, nggak baik"ucap Gilang seraya berlalu meninggalkan Delon.


Delon menatap Gilang yang duduk di kursi tamu. Apa gue harus cerita?tanya Delon dalam hati. Dengan langkah pelan Delon mendekati Gilang dan duduk berhadapan. Menyalakan sebatang rokok dengan ditemani secangkir kopi hitam, akhirnya Delon menceritakan apa yang dia alami.


.


Gilang bergeming. Dia benar benar diam dan hanya mendengarkan Delon yang bercerita padanya. Hingga selesai Delon bercerita Gilang masih diam. Dia bukanlah lelaki yang baik, bahkan jauh dari kata baik. Namun mendengar cerita Delon, Gilang merasa kasihan.


"Saran gue, lo pulang, bicarain baik baik sama istri lo"ucap Gilang.


"Gue yakin sebenernya lo orang baik, hanya saja karena lo nggak tau apa yang sebenarnya terjadi, lo jadi kayak gini. Inget, istri lo lagi hamil, jangan sampe lo nyesel"lanjut Gilang.


Kini Delon yang diam. Dirinya masih bimbang harus apa. Hatinya mengatakan jika dirinya memang harus pulang, namun egonya seakan menolak keinginan itu.


"Apa gue harus pulang"gumam Delon.

__ADS_1


TBC


__ADS_2