Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 49


__ADS_3

Delon pulang kerumah dengan pikiran yang kacau. Dia masih memikirkan perkataan pemilik kos tempat Dena tinggal. Apa benar apa yang dikatakan ibu kos tadi? pikir Delon. Bisa saja Delon bertanya langsung pada Dena, namun apakah Dena akan jujur padanya? Itu yang Delon pikirkan saat ini. Bukan dia tak ingin percaya jawaban Dena, namun Delon memang merasa tidak nyaman dengan Dena.


Tapi Delon yang tak tau apa yang membuatnya tak nyaman hanya bisa mengikuti alur saja. Apalagi jika dirinya mengingat kembali siapa yang membebaskannya dari penjara. Delon semakin tak bisa berbuat apa apa pada Dena.


Delon meghela nafas berat sebelum turun dari motor. Dia masuk kedalam rumah dan ternyata ada Luna yang sedang memasak di dapur. Delon tersenyum melihat istrinya begitu bertanggung jawab atas tugasnya. Dengan semangat Delon segera menghampiri Luna dan memeluknya dari belakang.


"Delon, kaget tau"ujar Luna.


"Hehe, maaf"ucap Delon terkekeh.


"Masak apa?"tanya Delon.


"Sayur asem plus sambel terasi, sama tempe dan tahu goreng"jelas Luna.


"Enak kayaknya"ucap Delon.


"Iya enaklah, udah sana kamu duduk dulu, biar cepet selesai"ucap Luna sambil menyentuh tangan Delon yang masih setia memeluknya.


"Pengen gini dulu, kangen"manja Delon.


"Kan tadi udah kangen kangenan"ujar Luna sambil terus melanjutkan aktivitas masaknya.


"Kalau sama kamu kan aku kangen terus"ucap Delon.


"Gombal banget sih"ucap Luna tersipu.


"Beneran sayang"ucap Delon seraya mengecup pipi Luna.

__ADS_1


"Ihh, udah deh sana duduk aja"ujar Luna dengan wajah merona menahan malu.


"Haha,, iya iya, kasian istri aku malu malu"goda Delon.


"Delon, udah dehh"rengek Luna.


"Haha, oke aku duduk"pungkas Delon.


Delon duduk di meja makan sembari memperhatikan Luna memasak. Dia tersenyum miris melihat betapa semangatnya Luna berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Sungguh, Delon tak bisa membayangkan saat Luna tau bahwa dirinya sudah menikah siri dengan Dena. Apakah Luna masih bisa memaafkan dirinya untuk kedua kalinya? Atau Luna akan menyerah dan memilih berpisah?


.


.


.


"Gilang"gumam Dena.


"Hallo"ucap Dena.


"..."


"Entahlah, Delon nggak bisa dihubungi"lemas Dena.


"..."


"Tapi tadi dia ketemu ibu kos, aku takut ibu kos bicara yang tidak tidak"gusar Dena.

__ADS_1


"..."


"Tentu saja tentang aku dan kamu"kesal Dena.


"..."


"Maksud kamu?"tanya Dena bingung.


"..."


Dena mendengarkan apa yang dikatakan Gilang dengan seksama. Dia sama sekali tidak menyela. Bahkan sakinh seriusnya dahinya sampai berkerut dalam. Namun seketika kerutan itu berubah menjadi senyum yang merekah. Entah apa yang Gilang ucapkan hingga membuat Dena terlihat begitu senang.


"Ahhh, kamu memang pintar sayang"ucap Dena semangat.


"..."


"Bakilah, aku ikuti saranmu"ucap Dena.


"..."


"Love you too sayang"pungkas Dena laku mematikan ponselnya.


Sejak menerima telfon dari Gilang, kegundahan Dena berubah menjadi senyum yang merekah. Bahkan sekarang Dena sudah keluar dari kos untuk mencari makan siang.


"Nggak sia sia emang tabungan ku dan Gilang dulu terkuras habis hanya demi membebaskn Delon, ternyata itu bisa menjadi ancaman untuk Delon si bodoh"gumam Dena di sepanjang jalan menuju warung makan di gang depan kosnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2