Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 24


__ADS_3

Setelah sah menjadi istri Delon, Dena setiap hari akan berkunjung ke rutan hanya untuk bertemu Delon. Padahal Delon sudah melarang agar tidak setiap hari datang. Namun bukan Dena namanya jika tidak berulah. Seperti hari ini. Wanita yang tengah hamil muda itu sudah duduk berhadapan dengan suaminya yang berstatus tahanan.


"Dena, kamu nggak usah setiap hari berkunjung"ucap Delon.


"Memangnya kenapa? aku kan istri kamu"ucap Dena.


"Ya, kasihan dong sama baby yang ada diperut kamu"kilah Delon.


"Ahh sayang, ternyata kamu romantis banget"ucap Dena manja.


"Ya udah deh kalau gitu aku pulang ya"pamit Dena. Delon hanya mengangguk sebagai jawaban. Dena segera memeluk Delon sekilas dan mencium pipi Delon sebelum akhirnya pergi meninggalkan rutan.


Delon akhirnya bisa bernafas lega saat melihat punggung Dena yang sudah semakin menjauh. Bahkan Delon pun sekarang sudah kembali ke sel tahanan.


Delon duduk beralaskan tikar dengan pandangan lurus kedepan. Dia memikirkan bagaimana keadaan Luna saat ini. Apakah Luna sehat? Apa Luna baik baik saja? Atau Luna bahagia saat aku berada disini? banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul di benak Delon.


Delon tak ingin berfikiran negatif meskipun Luna belum pernah mengunjunginya lagi. Terakhir mereka bertemu saat kedua orang tuanya datang ke kantor polisi bersama Luna kala itu.


"Apa kamu nggak merindukan ku?"tanya Delon dalam hati.


Dalam hati Delon ingin sekali di jenguk oleh istrinya itu. Namun dia sadar diri itu semua tak mungkin. Apalagi setelah apa yang dia lakukan saat ini. Entahlah apa yang akan terjadi jika Luna dan keluarganya tau.


"Maafkan aku sayang"lirih Delon diringi air mata yang menetes.


.


.

__ADS_1


.


Disisi lain Dena yang baru saja keluar dari kantor polisi langsung masuk kedalam taksi yang sudah dia pesan. Dia duduk sembari memainkan ponselnya. Hingga senyuman muncul di bibir Dena saat mendapatkan panggilan telfon.


"Hallo honey"ucapnya manja.


"..."


"Aku baru pulang dari kantor polisi"jawab Dena.


"...."


"Iya honey, aku akan kesana sekarang juga"ucap Dena.


"..."


Tak butuh waktu lama, Dena sudah sampai di tempat tujuannya. Sebuah rumah dua lantai yang tidak terlalu besar namun terlihat simpel dan elegan.


Setelah membayar ongkos taksinya, Dena segera masuk kedalam rumah itu. Sepertinya Dena sudah sering keluar masuk rumah itu. Dapat dilihat dengan Dena yang memiliki kunci cadangan rumah tersebut.


"Honey, aku kangen"ucap Dena manja pada seorang pria. Bahkan dengan tanpa rasa malu Dena memeluk pria yang tengah rebahan di ranjang.


"Aku juga kangen honey"balas pria itu.


"Kangen aku apa kangen goyanganku"goda Dena genit.


"Semuanya sayang"bisik pria itu tepat ditelinga Dena. Bahkan pria itu menggigit daun telinga Dena dengan manja.

__ADS_1


"Aahh sayang, nggak sabar banget sihh"goda Dena.


"Karena kamu membuatku candu sayang"balasnya.


"Bagaimana keadaannya?apa dia baik baik saja?"tanya pria itu.


"Ya, dia baik baik saja"jawab Dena.


"Sehat didalam perut mama ya anak papa"ucap pria itu sambil mencium perut Dena yang membuat Dena mengulas senyum.


"Oo iya sayang, bagaimana dengan pria bodoh itu?"tanyanya.


"Aku sudah berhasil menikah dengannya, tapi kita harus sabar menunggu sampai dia keluar dari penjara"ucap Dena sedikit menggerutu.


"Berapa lama?"tanyanya.


"2 tahun"jawab Dena.


"Itu terlalu lama sayang, mana tahan aku melihat mu bersama pria bodoh itu 2 tahun"kesal pria itu.


"Ayolah Gilang sayang, kamu harus bersabar demi anak kita"bujuk Dena.


"Ahh baiklah, aku akan bersabar"pungkas Gilang.


"Tapi yang satu ini aku nggak bisa sabar sayang"bisik Gilang lalu mencium bibir Dena rakus. Dena pun membalas ciuman itu tak kalah rakus hingga suara erangan dan ******* memenuhi ruangan itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2