
Sehari setelah Dena mendapat transferan dari Delon, dia dan Gilang segera pergi liburan. Pulang kekampung adalah dalih agar Delon memberinya uang. Padahal uang pemberian Delon digunakan Dena untuk bersenang senang bersama Gilang.
"Sayang, yuk berangkat"ajak Gilang senang.
"Ayo, udah dimasukin mobil semuakan?"tanya Dena memastikan.
"Sudah"singkat Gilang dan segera masuk ke mobil. Dena pun mengikuti langkah dan segera masuk mobil.
Keduanya tersenyum senang disepanjang perjalanan. Mereka memilih berlibur di sebuah desa wisata yang letaknya tak begitu jauh dari kota.
.
Di tempat lain, Luna tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya juga Delon. Semakin hari hubungan keduanya semakin harmonis. Delon semakin perhatian pada Luna. Luna pun merasakan hal yang sama. Dan hal itu membuat Luna semakin sayang pada Delon.
"Baru mau di panggil, udah kesini aja"ujar Luna saat melihat Delon sampai di meja makan.
"Wangi masakan kamu tuh sampe kamar, bikin laper aja"ucap Delon.
"Bisa aja kamu tuh"ucap Luna malu.
Luna segera mengambilkan nasi beserta lauk dan sayur untuk Delon. Kemudian Luna melakukan hal yang sama untuk dirinya. Keduanya makan dalam diam. Hingga Delon memulai obrolan.
"Lun, kita liburan yuk"ajak Delon.
"Liburan"beo Luna.
"He'em, liburan"ucap Delon.
"Kemana?"tanya Luna.
"Nggak usah jauh jauh, yang deket deket sini aja"ucap Delon.
"Aku sih nggak masalah, tapi toko gimana?"tanya Luna.
__ADS_1
"Gampang itu, aku udah kirim double kemarin sama pelanggan"jawab Delon.
"Hemm, udah rencanain mau ngajak liburan nih ceritanya"goda Luna.
"Nggak juga, pengen aja nikmati waktu berdua sama kamu tanpa mikirin pekerjaan"jawab Delon.
"Gimana? mau ya?"tanya Delon.
"Iya, aku mau"jawab Luna.
"Abis ini siap siap, kita berangkat"ucap Delon.
"Sekarang"beo Luna.
"Iya sayang, sekarang"gemas Delon. Luna pu segera bangkit untuk membereskan piring kotor bekas mereka makan. Setelah selesai dengan piring kotor, kini Luna mulai mengemasi barang yang mereka butuhkan saat pergi nanti.
.
.
.
"Seneng deh bisa liburan sama kamu"ucap Dena senang.
"Aku juga seneng, apalagi sekarang udah ada baby dalam perut kamu"sahut Gilang seraya menatap perut Dena yang semakin membuncit.
"Iya, baby pembawa keberuntungan"ujar Dena seraya mengusap perut buncitnya.
Keduanya memilih istirahat terlebih dahulu sebelum jalan jalan. Perjalanan yang lumayan panjang membuat keduanya terada lelah. Apalagi kondisi Dena yang tengah hamil, membuatnya mudah lelah.
.
.
__ADS_1
.
Luna menatap jalanan yang terlihat ramai lancar. Karena bukan weekend jadi jalanan terlihat lebih lenggang. Jika saja ini weekend mungkin jalanan sudah sangat macet.
Luna terus menatap jalanan yang asing baginya. Dia tak tau akan dibawa kemana oleh suaminya itu. Karena Delon tak memberitau tujuan mereka meskipun Luna sudah bertanya berkali kali. Delon pasti menjawab rahasia. Luna pun mengalah dan memilih diam. Toh kemana pu Delon membawanya, dia akan merasa senang.
Setelah hampir 3 jam, barulah keduanya sampai di tempat tujuan. Luna tersenyum senang menatap indahnya pemandangan desa yang masih terlihat asri itu. Dia menatap Delon yang juga tengah menatapnya.
"Kenapa?"tanya Delon.
"Makasih udah bawa aku kesini"ucap Luna.
"Nggak usah bilang makasih, udah tugas aku buat kamu bahagia"ujar Delon.
"Yuk turun, kita istirahat dulu dihotel"ucap Delon yang di angguki oleh Luna.
Keduanya turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan koper ditangan Delon. Setelah melakukan check in, barulah mereka masuk kedalam kamar.
Luna duduk ditepi ranjang hotel yang luas itu.
"Berapa lama kita disini?"tanya Luna.
"3 hari"jawab Delon. Luna hanya manggut manggut saja.
"Kenapa? kurang lama?"tanya Delon ikut duduk disamping Luna.
"Nggak, kamu udah ngajak aku kesini aja aku udah seneng banget"ujar Luna.
"Istirahat dulu yuk"ajak Delon seraya merebahkan dirinya di kasur.
Berbeda dengan Delon, Luna masih duduk ditepi ranjang dengan tatapan yang masih menyapu seisi kamar hotel itu. Delon yang gemas pun menarik tangan Luna hingga Luna terlentang di sampingnya.
"Udah istirahat dulu"ucap Delon seraya mencium pipi Luna singkat. Luna yang mendapat perlakuan manis Delon pun tersenyum malu dan langsung memeluk Delon menyembunyikan wajah malunya didada bidang suaminya itu.
__ADS_1
TBC