
Pagi datang sepasang orang yang tak saling mengenal masih terlelap dibawah selimut yang tebal. Bahkan mereka saling memeluk memberikan kehangatan. Apalagi mereka tidak mengenakan baju. Ahh, tambah erat pula mereka memeluk.
Delon, dia mengerjapkan matanya yang perlahan. Di lihatlah seorang wanita yang ada dipelukanya. Karena wanita itu memeluk dibagian dada, jadi Delon tidak bisa melihat wajah wanita itu. Yang Delon tau wanita itu adalah Luna.
Dia memijat pelipisnya karena merasakan kepalanya begitu berat dan pusing.
"Pusing banget"gumam Delon pelan. Dia teringat sesuatu yang membuatnya pusing. Delon ingat ketika dia minum minuman beralkohol dengan Gilang hingga dirinya setengah sadar. Lalu dia ingin pulang dan bertemu dengan Luna dan, terjadilah malam panjang antara mereka berdua.
Delon tersenyum mengingat kejadian semalam. Apalagi di pergulatannya semalam, Luna lebih dominan dalam bermain. Bahkan Luna juga meminta lagi dan lagi, dia juga tak segan untuk memimpin permainan ranjang malam tadi.
"Ganas juga kamu sayang"ucap Delon tersenyum mengingat kejadian semalam. Delon mengusap lembut rambut wanita yang ada di pelukannya itu.
Delon terus memandangi rambut yang sedari tadi dia usap. Luna? Berarti semalam Luna menyusul keclub, pikir Delon. Lagi dan lagi Delon memandangi rambut wanita itu yang masih terlelap itu. Rambut pendek dan berwarna coklat. Ini bukan Luna, batin Delon.
Dengan jantung yang berpicu begitu cepat, Delon mengingat ingat kejadian semalam. Dirinya datang, minum dengan Gilang sampai mabuk dan dirinya yang akan pulang bertemu dengan wanita yang dia sangka Luna.
Deg
.
.
__ADS_1
.
Luna mengerjapkan matanya saat cahaya manatahari menerobos masuk melalui sela sela gorden. Dengan menggeliat kecil sebagai peregangan otot, Luna segera bangun dan duduk ditepi ranjang. Luna melihat jam yang menempel di dinding dan langsung membelalakan matanya.
"Jam 7"ucap Luna sedikit berteriak.
"Ya Tuhan, baru semalam tidur dikasur empuk aja bangun udah kesiangan"gerutu Luna sambil memcepol rambut asal.
Luna segera berlalu dari kamarnya berniat untuk memasak. Bahkan Luna tidak sadar jika Delon tidak ada dirumah. Karena sudah kesiangan, Luna hanya memasak nasi goreng saja. Simpel.
"Untung semalam udah masak nasi"gumam Luna seraya menyiapkan bumbu nasi goreng.
Setelah 20 menitan berkutat dengan dapur, Luna kembali kekamar berniat membangunkan Delon. Namun saat sampai, kamar sudah kosong.
"Apa dia udah berangkat? tapi kenapa nggak bangunin"ucap Luna bertanya tanya. Luna keluar dari kamar menuju kamar mandi.
Tok tok tok
"Delon, kamu didalam"teriak Luna.
Nihil. Tak ada sahutan dari kamar mandi. Dengan hati hati Luna membuka pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
Ceklek
"Kosong"gumam Luna. Luna mengedarkan pandangannya. Tak ada tanda tanda ada orang yang baru saja menggunakan bilik mandi itu. Luna keluar mencari motor Delon. Tidak ada, berarti Delon sudah berangkat, pikir Luna.
Tak ingin berfikiran negatif tentang Delon, akhirnya Luna memutuskan untuk makan sendirian saja. Nanti saja aku telfon Delon, pikir Luna. Dengan lahap Luna makan nasi goreng buatannya sendiri. Selesai makan Luna segera mandi dan membuka warung.
.
.
.
Delon mengendarai motornya dengan kecepatan standar. Sebenarnya Delon ingin cepat sampai di rumah. Tapi karena ini masih pagi jadi jalanan begitu ramai. Apalagi kepalanya yang masih sedikit pusing membuatnya tak bisa ngebut.
Setelah Delon ingat dengan kejadian malam tadi, dia meninggalkan wanita yang masih tertidur itu sendirian. Yang Delon pikirkan saat ini adalah Luna dan anak yang ada di kandungan Luna. Delon merasa sangat bersalah pada Luna.
"Harusnya gue nggak minum minuman sialan itu"sesal Delon.
Hampir 35 menit Delon berkendara, kini dia sudah sampai di halaman rumahnya. Drngan tergesa gesa dia membuka helm dan menaruhnya asal. Warungnya masih tutup, apa Luna mencariku, pikir Delon. Dia segera berlari, ingin segera bertemu dengan Luna.
Ceklek
__ADS_1
"Delon"ucap Luna. Delon menggelengkan kepalanya. Tanpa megucapkan sepatah kata, Delon berbalik dan berlalu meninggalkan Luna. Bahkan teriakan Luna pun tak dihiraukan oleh Delon.
TBC