Ranjang PENYESALAN

Ranjang PENYESALAN
BAB 20


__ADS_3

Flashback on


Luna begitu kaget saat Diman dan Niken datang berkunjung malam malam begini. Dengan perasaan gugup bahka tangan yang gemetar, Luna menyalami mertuanya dan meyuruhnya duduk. Luna sedikit menunduk tak berani menatap kedua mertuanya, apalagi jika dilihat ekpresi wajah Diman seperti mengisyaratkan kemarahan.


"Lun, kamu ikut kita yuk"ucap Niken pelan.


"Ke_kemana buk?"tanya Luna gugup.


"Ikut aja dulu, nanti kamu juga tau"ucap Niken. Luna hanya mengangguk pasrah. Setelah mengambil jaket dan ponsenya, Luna ikut mertuanya yang membawanya entah kemana.


Didalam mobil tak ada yang berbicara sama sekali. Niken yang penasaran dan gelisah dengan apa yang terjadi pada Delon. Diman yang masih marah dan kecewa. Juga Luna yang bingung akan diajak kemana.


Setelah hampir 40 menit merasakan suasana canggung di dalam mobil, kini mereka telah sampai di kantor polisi.


"Kantor polisi"gumam Luna.


"Luna, ayo"ajak Niken menggandeng tangan Luna. Lagi lagi Luna hanya bisa pasrah saat ibu mertuanya itu membawa masuk.


Sampai didalam mereka disambut oleh polisi yang berjaga.


"Selamat malam pak, ada yang bisa kami bantu?"tanya polisi itu.


"Malam pak, saya orang tua Delon diminta untuk kemari"ucap Diman.


"Silahlan pak ikut saya, saudara Delon ada di dalam"ucap polisi itu. Jantung Luna berdetak kencang saat polisi itu menyebut nama suaminya. Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan Delon?tanya Luna dalam hati.


Detak jantung Luna berdetak semakin kencang saat polisi itu membuka pintu ruangan dan terlihat Delon tengah duduk didalam bersama seorang wanita dengan petugas polisi yang sepertinya tengah mengitrogasinya.


"Wanita itu"gumam Luna kala dia melihat wanita yang duduk disamping Delon. Ingatannya kembali pada rekaman CCTV yang di tunjukan Fajar padanya kala itu.


"Selamat malam pak, ini saya mengantar orang tua saudara Delon"ucap polisi itu pada temannya dan di jawab anggukan oleh polisi yang ada diruangan.

__ADS_1


"Selamat malam pak"ucap Diman.


"Selamat malam"jawab polisi itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi sampai anak saya bisa disini?"tanya Diman.


"Begini pak, kami menangkap basah saudara Delon tengah di sebuah kamar club bersama saudari Dena, bahkan keadaan keduanya sudah tanpa busana"jelas polisi itu.


Bagai tersambar petir, hati Luna dan Niken berdenyut nyeri mendengar ucapan polisi itu. Luna sebagai istri merasa sakit hati, dan Niken sebagai ibu merasa benar benar gagal mendidik anaknya. Sudah menghamili anak orang, dan sekarang tertangkap tidur bersama wanita lain.


"Selain itu, saudara Delon juga kami tetapkan sebagai tersangka pengedar narkoba"lanjut polis itu.


Sungguh, air mata Luna dan Niken menetes seketika mendengar ucapan polisi itu. Kedua wanita beda generasi itu menangis sambil berpelukan. Seakan memberikan kekuatan satu sama lain.


Sedangkan Diman, sedari tadi hanya diam tak mengeluarkan kata apapun. Dirinya benar benar dibuat malu oleh anaknya sendiri. Ingin rasanya Diman memaki, memukul, menghajar anaknya itu. Namun dia harus sabar mengingat dirinya dikantor polisi.


Setelah cukup lama Diman berbincang dengan polisi tadi, kini Diman, Niken dan Luna pergi meninggalkan kantor polisi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Delon. Sebenarnya Luna dan Niken ingin memeluk Delon, namun Diman tak mengijinkan. Hingga pada akhirnya mereka hanya bisa menuruti perintah Diman.


Flashback off


Pagi hari Luna bangun tidur dengan mata yang sembab. Mungkin karena semalam dirinya kelelahan menangis. Dengan menahan rasa pusing dikepalanya, Luna mencoba bangkit dari ranjang bersiap untuk mandi.


"Luna"panggil Niken.


"Ehh, ibuk, maaf buk Luna baru bangun"ucap Luna tak enak. Dirinya lupa jika mertuanya menginap disini. Kalau saja Luna ingat, pasti sia akan bangun pagi dan menyiapkan sarapan.


"Nggak apa apa Lun, kamu mandi dulu gih, abis itu sarapan"ucap Niken. Luna menganggukan kepalanya dan segera kekamar mandi.


Setelah selesai mandi dan sarapan, Luna menghampiri mertuanya yang tengah duduk sambil menonton tv. Tadi Luna sarapan sendiri karena mertuanya sudah sarapan. Salah Luna juga yang baru bangun jam setengah 8.


Luna duduk di sofa panjang bersama Niken. Sedangkan Diman duduk di sofa single.

__ADS_1


"Lun, ada yang ingin kami tanyakan sama kamu"ucap Niken.


"Apa buk?"tanya Luna.


"Apa selama ini hubungan kalian baik baik saja?"tanya Niken. Luna terdiam. Apakah aku harus menjawab jujur? apa ini saatnya mereka tau? tanya Luna dalam hati.


"Jawablah dengan jujur, kami tidak akan marah"bukan Niken yang bicara, melainkan Diman. Diman yang menatap menantunya hanya diam merasa bahwa menantunya itu takut untuk berkata jujur.


"Maaf buk, pak, sebenarnya_" Luna menceritakan semuanya. Berawal dari hubungan mereka yang baik baik saja. Hingga Delon yang sudah mendapat pekerjaan. Luna juga bercerita bahwa dirinya membuka warung.


"Delon bekerja sebagai kurir hanya itu yang Luna tau, hingga semalam baru kami ketahui kalau ternyata Delon bekerja sebagai kurir narkoba"lanjut Luna lirih.


"Jadi selama ini kamu nggak tau Delon bekerja dimana?"tanya Diman dan dijawab anggukan oleh Luna.


"Lalu wanita itu?"tanya Niken.


"Waktu itu Delon pulang bekerja dengan membawa gaji pertamanya_"Luna kembali menceritakan hal bahagia bersama Delon. Dimana Delon pulang bekerja dengan membawa uang yang tak sedikit. Delon yang kala itu nanji membelikan Luna kasur yang empuk segera mengajak Luna ketoko. Luna benar benar senang saat itu.


Dan pada akhirnya Delon meminta ijin untuk keluar malam itu. Luna pun mengijinkan. Namun siapa sangka ternyata Delon tak pulang.


"Luna mencoba untuk tetap berfikir positif saat pagi hari Delon masih belum ada dirumah. Luna mencoba menjalani aktivitas seperti biasa, namun saat Luna berusha membuka warung karena letak kuncinya terlalu tinggi, Luna terjatuh"ucap Luna disertai tangis.


"Luna berusaha bangun, namun Luna merasakan sakit dibagian bawah perut, hingga ada mas Fajar yang kebetulan menolong Luna, mas Fajar berniat menggendong Luna masuk, namun pada saat itu juga, Delon datang saat Luna masih dalam gendongan mas Fajar. Dan saat itu Delon tak pernah kembali kerumah ini"lanjut Luna semakin terisak.


"Bahkan Delon tak tau kalau anaknya sudah tiada"lirih Luna.


"Apa maksud kamu Lun?"tanya Niken kaget.


"Luna_Luna ke_keguguran buk"lirih Luna.


Deg

__ADS_1


TBC


__ADS_2