Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 12 - Kesadaran


__ADS_3

Hyun Ok kembali kerumahnya dengan gelisah.


 



“ Apakah kata – kataku keterlaluan ?, Ah. Tidak, kalau aku tidak mengatakan itu dia pasti sudah melayangkan pedangnya padaku. “


Sesampainya di dalam pelayan Boram menghampiri nona nya.


“ Agassi, apakah nona lupa membeli dupa untuk peringatan kematian nyonya ? “ ( Heran melihat nona nya pulang dengan tangan kosong )


“ Ah. Iya aku melupakan itu karena bertemu pangeran ke dua tadi, boram. Belikan beberapa persiapan ke pasar sekarang, ini uangnya. " ( Hendak mengambil koin dari sakunya )


Putri Chun Cha Yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan datang menghampiri mereka.


“ tidak perlu adik ipar, aku sudah menyiapkan semuanya “ ( sergahnya dengan cepat )


“ benarkah ? Terimakasih kasih putri “ ( membungkuk hormat dan menyuruh boram kembali mempersiapkan buah - buahan )


“ tidak perlu begini, ayo kita masuk dan mulai mempersiapkan semuanya “ ( putri Chun Cha menggandeng tangan Hyun Ok dan berjalan bersisian bersama memasuki ruang penghormatan leluhur )


Ibu Hyun Ok meninggal saat Hyun Ok masih berusia 3 tahun karena menderita sakit asma yang parah. Kakaknya pun menderita asma tapi tidak terlalu parah seperti ibunya. Penyakit ini adalah penyakit menurun dan anehnya Hyun Ok sehat dan tidak menderita asma sama sekali. Sejak itu mereka hidup bertiga dan saling bergantung satu sama lain.


Sesampainya di ruang leluhur mereka duduk dan memberi hormat pada mendiang ibu Hyun Ok.


“ adik ipar, kudengar tadi kamu bertemu pangeran kedua. Kakakku, apa yang sedang terjadi ? “

__ADS_1


Hyun Ok menoleh kepada putri bersiap menceritakan yang terjadi barusan,


“ Ooh, jadi begitu. Adik ipar, aku khawatir sekali, lain kali saat melihat kakak ke dua cepat pergi dan menghindar saja. Jangan lakukan hal berbahaya seperti itu lagi. “


“ Aku hanya tidak bisa membiarkan dia membunuh orang lain seenaknya putri, bagaimana mungkin aku hanya kabur seperti itu. Bagaimanapun dia salah jika menyelesaikan segala permasalahan dengan membunuh “ ( ocehnya menyampaikan semua unek – unek dihadapan putri Chun Cha )


“ Baiklah baiklah, tapi sebisa mungkin kamu harus menghindar. Kakakku itu tidak pandang bulu, dulu saja dia pernah membunuh bangsawan kelas 2 di tempatnya langsung karena ketahuan korupsi sedikit uang negara, apalagi orang biasa sepertimu “


“ Hahhh, “ ( Hyun Ok menghela nafas berat dan mengiyakan saja perkataan kakak iparnya )


“ Tapi putri, bagaimana kamu mengetahui kalau hari ini adalah peringatan kematian ibu ? aku tidak ingat kami pernah menceritakan hal ini. “


Raut wajah Putri Chun Cha berubah cemas saat itu juga,


“ beginii,, kakakmu yang memberitahu hal itu beberapa hari yang lalu. Benarkan suamiku ? “ ( menolah ke belakang melihat Hyun Jae sudah duduk dengan tenang tanpa suara )


“ iya Istriku “ ( tersenyum dan kembali meminum seteguk air )


“ tidak Hyun – ah, kakak baru masuk. Tidak enak mengganggu pembicaraan kalian, jadi kakak hanya duduk disini “ ( tersenyum datar dan minum lagi )


“ ooh baiklah “


“ kenapa akhir – akhir ini orabeoni kelihatan aneh, tidak biasanya dia berekspresi datar, setiap yang dikatakan oleh putri pun hanya diiyakan saja olehnya. Apakah ini namanya budak cinta ? “ ( gumam Hyun Ok dalam hati )


Upacara peringatan kematian ibu nya pun dilaksanakan dengan sakral.


--- --- --- --- --- --- ---

__ADS_1



Di kediaman pangeran ke dua Yong Hwa ia sedang duduk di undakan tangga dekat teras sambil memikirkan perkataan Hyun Ok.


“ pelampiasan ? Apa aku seperti itu ? “ ( gelisah dan seperti tak percaya )


Selanjutnya pelayan pribadinya Alan datang menghampiri dengan nafas terengah-engah.


“ pangeran, bagaimana mungkin kamu meninggalkan ku sendiri lagi. Aku kan pelayanmu, bagaimana jika ada terjadi sesuatu padamu. Lain kali tunggu aku “


“ menunggumu ? Untuk apa. Nanti yang ada bukan kamu yang melindungi ku tapi aku yang melindungi mu “ ( menoleh dan mencerca Alan )


“ Apa ? Ti ti tidak mungkin. Aku pasti akan berusaha melindungi pangeran sepenuh hati “ ( menempelkan tangan di dadanya dan dengan bangga membayangkan ia menyelamatkan pangeran )


“ apa yang sedang kamu hayalkan, sana kembali berlatih saja baru kamu bisa mengikuti ku. “ ( berdiri dan melempar pedang ke arah Alan, detik berikutnya berbalik kembali pada Alan )


“ Alan, mengingat kamu sudah jadi pelayanku sejak kecil. Apakah menurutmu yang kulakukan selama ini adalah pelampiasan karena mendiang ibuku ? “


“ pelampiasan ? Pangeran kan memang sudah seperti ini sejak kecil. Kenapa, apa ada seseorang yang mengatakan sesuatu pada pangeran ? “


“ aah, aku lupa kalau dia baru menjadi pelayanku setahun setelah kejadian itu. Dasar bodoh, setelah lama ada di sampingku kamu bahkan tidak mengenalku. Apakah benar yang dikatakan gadis pendek itu. kami hanya beberapa kali bertemu dan dia seperti sudah mengenalku “ ( gumamnya dalam hati )


Alan yang menunggu pangeran Yong Hwa berbicara pun tak sabar lagi melihat nya malah melamun sendiri.


“ Pangeran, apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan ? “


“ Lupakan. Pergi siapkan air mandi untukku “ ( berbalik sambil melepaskan pakaian begitu saja )

__ADS_1


“ haa, apa ? Pangeran, aku sudah menunggu sejak tadi dan kamu malah Cuma menyuruh ku menyiapkan air untuk mandi ? tunggu, apa yang sebenarnya terjadi. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu kan.” ( mengikuti pangeran Yong Hwa sambil memungut pakaian yang tergeletak di lantai )


Sedangkan yang diikuti tak menggubrisnya sedikitpun.


__ADS_2