
Tok tok tok ! pintu kamar berderit dan kepala Boram menyembul dari balik pintu.
" Agassii.. " ( Matanya membulat terkejut )
" Haa. Agassi, tumben sekali sepagi ini sudah bangun "
" Hhh,.. sekarang setiap pagi kan harus menyapa yang mulia raja dan ratu. Setidaknya aku harus terbiasa dengan kebiasaan ini. " ( keluh Hyun Ok didepan meja rias )
" Ah, benar juga. Biarkan Boram merapikan rambut Agassi. eh, biarkan Boram merapikan rambut anda Putri Mahkota.. " ( ralat Boram sambil menunduk hormat )
Segera Boram menghampiri Hyun Ok dan mulai menyisir rambutnya sembari terus tersenyum.
" Jangan mengejekku. Apakah ayahku baik - baik saja ? dan tentang Orabeoni, apakah ayah ada memberitahu kabar baik ? "
Raut wajah Boram berubah lesu.
" Luka pukul Tuan sudah membaik putri. Dan masih belum ada kabar dari tuan muda. "
" Hmm, baiklah "
" Putra Mahkota Yong Ju datang menjemput Putri.. " ( teriak seorang Kasim pribadi Wangseja dari luar pintu )
Aku dan Boram menoleh bersamaan. Kemudian Boram pergi keluar dan memberitahukan bahwa kami sedang bersiap - siap. Tak lupa Boram membawa sebuah dangui yang diantarkan langsung oleh Wangseja Yong Ju.
Dangui adalah baju tradisional kerajaan korea yang dikenakan ratu, putri raja, ibu suri, dan selir serta istri para pejabat pemerintahan sehari - hari. Dangui untuk ratu atau ibu suri memiliki motif naga atau burung Phoenix dengan berbagai pilihan warna dan model. Sedangkan dangui untuk putri raja memiliki motif yang hampir sama dengan dangui ratu hanya berbeda pada motifnya.
Kedudukan wanita didalam kerajaan juga bisa dibedakan berdasarkan warna baju yang dipakai. Kedudukan tertinggi Ratu menggunakan warna merah, putri mahkota dan selir akan menggunakan warna merah keunguan, dan putri serta istri pangeran akan menggunakan pakaian berwarna hijau.
Baju yang sekarang ada di hadapanku saat ini berwarna merah - keunguan dengan motif bunga ditengah lingkarannya. dilengkapi hiasan rambut yang lain.
*** *** *** *** *** *** ***
Wangseja Yong Ju dan Putri Mahkota Hyun Ok memberikan hormat pada Raja dan Ratu, setelahnya mereka duduk berhadapan dan mendengarkan beberapa perkataan yang disampaikan oleh Ratu.
" kelihatannya kamu sudah mengerti tata Krama di istana. Berikutnya pelajarilah 8 tingkatan dalam Naemyeongbu. "
__ADS_1
Dan akupun mengangguk mengiyakan.
Setelah mengatakan sepatah kata itu kamipun keluar. Wangseja Yong Ju kembali ke paviliun putra mahkota tanpa mengantarku kembali karena ada masalah mendesak yang harus diurus. Teringat kejadian tadi pagi, Yang mulia Raja tidak mengatakan sepatah katapun pada kami.
Kami berjalan diikuti 2 pelayan di belakang dan Boram yang selalu ada di sisiku sebagai pelayan pribadi putri mahkota.
ssrkk ssrkk, langkah berat itu semakin jelas dan berdiri dihadanku. 2 pelayan wanita yang mengikuti dibelakang kami mundur perlahan, tampak jelas ekspresi takut diwajah mereka.
" Putri.. " ( Boram menahan lenganku agar mundur kebelakang )
" Tidak apa Boram, sekarang tolong ambilkan pakaian tebal dikamar ku. " ( sambil melepas tangan Boram )
" Kalian, kembalilah ke pekerjaan masing - masing " ( titahku kepada 2 pelayan wanita yang mengikuti )
Raut wajahnya saat ini, dengan ekspresi wajah datar lalu tatapan matanya yang jelas melotot tajam ke arahku seperti sebuah laser panas yang siap melubangi wajahku.
Ia melipat tangannya kebelakang lalu berjalan pelan mengelilingi. Ya, siapa lagi diistana ini yang bisa takut sampai seperti itu kepadanya kalau bukan Pangeran agung Yong Hwa.
" Apa yang sedang kamu lakukan ? "
" Tidak ada, aku ingat sepertinya ada seseorang yang mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan pangkat, jabatan, dan kekayaan karena semua hal itu hanya akan membuatnya pusing. Kemudian keesokan harinya aku melihat dia sudah berubah menjadi keledai pendek bodoh yang menjilati kaki tuannya. " ( menyindir Hyun Ok )
" Jadi Maksudmu akulah keledai pendek bodoh itu ?! " ( tanyaku menahan emosi )
" Ahh, ini yang Kusuka darimu. Mudah memahami situasi dan perkataan orang lain " ( seringai nya puas )
" Pangeran Yong Hwa, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku punya alasanku sendiri untuk menjadi putri mahkota. aku melakukannya untuk.. Ah sudahlah, aku tidak berkewajiban untuk menjelaskannya padamu " ( jawabku serba salah )
" Putri Mahkota ? haha. percayalah, aku akan membuatmu hidup seperti dineraka jika kamu tidak melepaskan posisimu dari menjadi putri mahkota "
Pangeran Yong Hwa berjalan terus mendekatiku, akupun mundur perlahan langkah demi langkah. Saat dia terus berjalan dan mendekatkan wajahnya padaku, kaki ini sudah tidak bisa mundur lagi. Dibelakangku terbentang kolam ikan yang cukup luas besarnya.
Saat jarak kami semakin dekat, pangeran Yong Hwa berbisik di telingaku dan hanya berjarak beberapa centimeter.
" Turunlah dari posisi putri mahkota, maka aku akan mengampuni nyawamu " ( ancam pangeran Yong Hwa )
__ADS_1
" Aku akan melakukannya, tapi ini belum waktunya " ( gumamku dalam hati )
Tidak sanggup lagi menahan nafas dari pangeran Yong Hwa yang terus mendesak maju, tanpa sengaja kaki ini tergelincir kebelakang hingga aku terjatuh kedalam kolam.
Byurr !! sekuat tenaga mencoba untuk tetap ada diatas permukaan, namun akhirnya tenggelam juga. Samar - samar terlihat dari dalam air pangeran Yong Hwa yang hanya melihatku semakin tenggelam ke dasar kolam.
Sebelum kesadaranku hilang, pangeran Yong Hwa berbalik dan meninggalkanku begitu saja disini. Didalam dingin dan gelapnya air kolam berukuran besar seperti danau.
" Jahat sekali ! aku tidak bisa berenang, kamu benar - benar berniat membunuhku ? " ( gumamku dalam hati )
blubb blubb, semuanya semakin gelap dan aku semakin tenggelam tidak berdaya.
Disisi lain, setelah beberapa langkah menjauh dari kolam Pangeran Yong Hwa berhenti dan terlihat ragu.
" Dasar gadis pendek bodoh "
Rutuk pangeran Yong Hwa pelan lalu ia berbalik sambil berlari kearah kolam untuk menyelamatkan Putri Mahkota Hyun Ok.
beberapa saat kemudian pangeran Yong Hwa berhasil membawa kembali Hyun Ok dari dasar kolam, menggendongnya dan memberikan nafas buatan sambil menekan dadanya agar bisa segera sadar.
Boram Yang baru saja sampai terkejut setengah mati melihat kejadian tersebut sambil menjatuhkan mantel bulu yang disuruh Hyun Ok untuk mengambilnya.
Mulutnya menganga lebar, lalu ia berlari kearah Hyun Ok yang sudah tidak sadarkan diri.
" Apa yang anda lakukan Pangeran ?! " ( teriaknya pada pangeran Yong Hwa )
bruhh ...! Hyun Ok memuntahkan air yang mengisi hampir setengah paru - parunya.
Pangeran Yong Hwa terlihat lega melihat Hyun Ok selamat.
Belum sempat mengatakan apapun Hyun Ok kembali pingsan. Pangeran Yong Hwa menyuruh Boram mengambil kembali mantel tebal yang terjatuh beberapa meter dari tempat kejadian. Tanpa ada yang melihat, pangeran Yong Hwa mengelus kepala Hyun Ok dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajahnya. Ekspresi nya terlihat lembut menatap Hyun Ok.
Boram kembali dan pangeran Yong Hwa menutup mantel tersebut ke tubuh Hyun Ok lalu menggendongnya kembali menuju paviliun putri mahkota.
🌬️ Bersambung..
__ADS_1