
Beberapa saat setelah menelusuri jalan setapak meninggalkan anak sungai sampailah sudah di sebuah bangunan besar yang kumuh,
" Ayo masuk " ( ajak tabib Li menunggu Hyun Ok yang terhenti ragu di sebelahnya )
" Aku belum pernah melihat bangunan ini sebelumnya " ( melihat keseluruhan merasa asing )
" Tentu saja, bangunan ini sebelumnya adalah tempat persembunyian markas tentara kerajaan untuk mencari informasi musuh / mata - mata kerajaan. Karena letaknya yang jauh didalam hutan dan jalannya yang sukar bangunan ini terbengkalai tidak digunakan lagi. "
" Ternyata kamu lebih tahu banyak dariku, padahal kamu terlihat tidak berasal dari negara ini " ( selidik Hyun Ok penasaran )
" Uhmm " ( tabib Li tersenyum mendengar Hyun Ok menginterogasinya )
" Walaupun tabib Li sangat lancar menggunakan bahasa kami, tapi tetap ada perbedaan logat bukan ? "
" Ah, kamu adalah seorang tuan muda yang cerdas. Baiklah, aku memang tidak berasal dari negara ini. Aku hanyalah seorang dokter dari negara sangat jauh yang senang mengembara, saat tahu sedang ada wabah di bagian barat kerajaan ini aku hanya mampir untuk melihat keadaannya. Karena aku seorang dokter tentu saja aku lebih sensitif terhadap nyawa manusia dan ingin menolong. " ( jelas tabib Li mengarang cerita yang terdengar benar )
" Baiklah, sepertinya tabib dewa yang belakangan ini menjadi pembicaraan hangat di ibukota bukan sekadar sembarang rumor tidak berdasar " ( akui Hyun Ok mengingat kejadian sebelumnya saat menyelamatkan pelayan restoran sembari melangkah masuk ke dalam bangunan mendahului tabib Li )
" Jika menyangkalnya terus dia pasti akan lebih curiga padaku " ( gumam tabib Li melihat Hyun Ok yang mendahuluinya )
" Tubuhnya terlihat lebih kecil dari pria rata - rata pada umumnya, apakah dia kurang gizi sehingga pertumbuhan nya terlambat ? tidak mungkin. Pakaiannya terlihat bagus. atau.. Apakah dia seorang wanita ? " ( tebak tabib Li berbicara sendiri kemudian menyusul Hyun Ok yang telah masuk sedari tadi )
--- --- --- --- --- --- ---
Hyun Ok terkejut melihat pemandangan suram di depannya. Tergeletak 7 orang mayat yang ditutupi selembar kain kasar berwarna putih kusam, berjejer rapi diatas tumpukan jerami.
" Ini.. " ( berbalik menatap tabib Li menunggu penjelasan )
" Ini ? mereka adalah mayat " ( jawab tabib Li singkat )
Mendadak kesal mendengar jawaban tabib Li Hyun Ok memutar arah dan menghampiri salah satu jenazah tersebut.
" Cih, aku juga tahu ini mayat " ( rutuk Hyun Ok pelan )
Perlahan Hyun Ok membuka penutup kain mayat seraya mengatakan keheranannya melihat mayat tersebut sangat dingin dan kaku padahal warna kulitnya masih seperti baru.
" Mereka adalah mayat yang sudah diawetkan, kamu bisa melihat beberapa bagian tubuh lainnya yang sudah mulai membusuk, disini terlihat jelas mereka baru saja diawetkan belum lama ini. Meskipun sudah dipakaikan wewangian tapi bau busuk yang kuat tidak akan hilang dengan mudah. " ( tabib Li memberi penjelasan seakan tahu apa yang akan ditanyakan Hyun Ok.)
" Mayat yang diawetkan ? bagaimana mungkin ada hal seperti itu. Kenapa kamu membawaku kesini. Apakah kamu ingin kita memakai mayat - mayat ini untuk dijadikan bahan percobaan ?! " ( tebak Hyun Ok sambil bergidik ngeri )
" Betul sekali " ( timpal tabib Li cepat dan berjalan mengelilingi mayat untuk memberikan sedikit penjelasan pada Hyun Ok )
" Sejarah mencatat Mesir dikaitkan dengan awal dari seni pengawetan jenazah pertama kali sebelum 400 SM dan tahun 700. Pada tahun tersebut setidaknya terdapat 730 juta badan yang dimumifikasi dengan tujuan keagamaan. Kultur lainnya yang mengembangkan proses pengawetan mayat termasuk diantaranya adalah suku Inka dan Peru yang iklimnya cocok untuk dilakukan mumifikasi. Masyarakat purba lain yang juga melakukan teknik pengawetan mayat adalah suku Ethiopia, suku Aborigin yang mendiami pulau Canary, bangsa Babilonia, Persia, Syiria, Yunani, Romawi, Sumeria, suku Juvaro dari Equador, Guanches dan bangsa Tibet. Jenazah ini diawetkan menggunakan metanol, senyawa kimia yang sudah mengalami reaksi oksidasi. "
Setelah memberi penjelasan singkat tabib Li berdiam dan berdiri di tengah ruangan memandangi Hyun Ok.
__ADS_1
Mata Hyun Ok membulat mendengar tabib Li menjelaskan ilmu baru yang belum diketahui olehnya.
" Aah, tabib Li memang berwawasan luas. Aku sangat kagum padamu. " ( secepat itulah Hyun Ok melupakan kecurigaannya menjadi kagum pada seorang tabib Li )
Semakin lama tabib Li menatap Hyun Ok lebih intens dan raut wajahnya berubah dingin.
" Kamu terlihat dari keluarga yang cukup, tidak mungkin kekurangan gizi dalam masa pertumbuhan. Kenapa tubuhmu lebih kecil dan pendek dari kebanyakan pria dewasa ? apakah kamu seorang wanita ?! " ( tanya tabib Li terang - terangan )
" Apa ??!! hah ! aku tidak marah karena kamu menyebutku kecil dan pendek. Tapi aku merasa terhina kamu menyangka aku wanita. " ( jawab Hyun Ok setelah berpikir cepat )
" Aku baru berusia 17 tahun, masih sangat muda tentunya, dan masih akan tumbuh menjadi pria yang perkasa nanti. Dan ini juga bawaan keturunan, adikku bahkan lebih pendek dariku. " ( pungkas Hyun Ok marah dan memasang wajah kesal pada tabib Li )
" Kamu memang terlihat lebih muda dariku dan Yah, aku tidak bisa menyangkal kalau memang itu bawaan keturunan " ( gumam tabib Li setuju dengan perkataan Hyun Ok )
Wajah tabib Li pun kembali berubah ramah dan sering tersenyum.
" Lupakan hal itu, setelah kamu mengajariku aku akan membawamu ke tempat sejati yang paling indah di dunia sebagai balasan kebaikanmu padaku " ( tambah Hyun Ok dengan gaya cool bagai pria paling tampan )
" Paling indah di dunia ? adakah tempat seperti itu di Joseon ? "
" Tentu saja ! ayo mulai pelajarannya sekarang. Setelah itu aku akan membawamu. " ( seru Hyun Ok menimpali )
Berikutnya tabib Li mulai mengajari Hyun Ok dengan memasukkan sebuah jarum emas di titik belakang telinga untuk menahan pembuluh darah ke otak bagian belakang kemudian menjelaskan tidak boleh dikeluarkan sembarangan. Karena jika ditarik dengan ceroboh akan membuat pembuluh darah yang di tekan oleh jarum emas tadi sobek dan mengalami pendarahan otak hingga menyebabkan kematian. Tabib Li mengeluarkan jarumnya dengan sembrono dan terlihat bagian dalam nya berwarna biru menunjukkan pembuluh darah telah sobek. Hyun Ok Heran dengan leher yang kelihatan tetap tidak berubah tabib Li mengiris sedikit bagian di dekatnya dan memperlihatkan pembuluh darah besar yang sobek namun darahnya keluar sangat pelan bahkan terkesan kering karena telah dingin dan diawetkan. Secara garis besarnya jarum emas yang panjang ini digunakan untuk menekan pembuluh darah ke otak bagian tengah tempat menyimpan segala aktifitas memori seseorang jelas tabib Li secara garis besarnya menyimpulkan.
Sesudah memberikan penjelasan langsung tabib Li lanjut memasukkan jarum emas ke 6 mayat lain dan menyuruh Hyun Ok untuk mengambil jarum itu tanpa melukai pembuluh darah besar yang dihimpit jarum tersebut.
" Hufffft .. Kenapa kita tidak menggunakan binatang saja dari pada mayat - mayat ini " ( tanya Hyun Ok )
" Binatang mempunyai anatomi tubuh yang berbeda dengan manusia. Walaupun banyak dokter/tabib menjadikan binatang bahan percobaan lebih dulu, tapi dari kasusmu akan lebih cepat dan efektif belajar langsung pada tubuh manusia. Karena kamu tidak punya waktu yang cukup. " ( jelas tabib Li )
" Hah... Darimana pula datangnya semua mayat ini " ( tatap Hyun Ok pasrah )
" Mereka itu adalah tahanan hukuman mati kerajaan yang dibuang di tebing. Aku cukup baik dengan mengumpulkan mereka untukmu. Karena mereka mayat kamu akan menganggapnya manusia hidup dan lebih berhati - hati. "
" Tarik nafasmu dan rilekslah, tenangkan fikiranmu dan fokuskan pada kekuatan jari lalu keluarkan jarumnya perlahan. " ( bimbing tabib Li sembari memegang tangan Hyun Ok dari belakang dalam jarak cukup dekat )
Hyun Ok memejamkan matanya dan mengikuti instruksi yang diberikan tabib Li. Dan hasilnya mayat ke 3 hingga terakhir berhasil Hyun Ok keluarkan jarumnya tanpa merusak pembuluh darah besar.
" Berhasil ?!! " ( pekik Hyun Ok girang )
tabib Li yang duduk melihatnya pun mulai memeriksa semua mayat tersebut. 4 dari 6 mayat tidak mengalami sobek pembuluh darah.
" Hanya gagal dua kali, dan keempat nya berhasil. dia bahkan lebih hebat dari Haoming " ( gumam tabib Li menganggukkan kepala )
" Kamu memang memiliki nalar yang cepat, bagaimana jika kamu menjadi muridku ? " ( tawar tabib Li menghampiri Hyun Ok )
__ADS_1
" Murid ? ah, aku merasa sangat beruntung menjadi murid mu. Tapi aku punya tujuan yang lebih penting sekarang " ( Hyun Ok memalingkan wajahnya sedih )
" aih, baiklah. Lanjutkan pembicaraan itu nanti. Kamu bilang akan membawaku ke tempat paling indah di dunia. Ayo kita kesana " ( wajah tabib Li berubah lebih bersemangat dan merangkul bahu Hyun Ok mengajaknya pergi menuju tempat tersebut )
Hyun Ok yang merasa risih hanya bisa membiarkan tabib Li merangkulnya.
" Tunggu ! aku meninggalkan sesuatu di dalam sana. Tunggu disini sebentar. " ( tiba - tiba Hyun Ok berhenti melepas tangan tabib Li dan berlari kembali ke dalam bangunan suram itu )
Tanpa diketahui oleh tabib Li Hyun Ok mengirim sebuah surat melalui burung yang dipanggilnya.
" Nah, sudah selesai. Ayok kita segera berangkat. " ( ajak Hyun Ok semangat )
Tabib Li tersenyum seraya berkata " Baiklah "
--- --- --- --- --- --- ---
Ingar bingar ibukota terasa berkumpul di tempat ramai yang kini tengah dikunjungi oleh Hyun Ok dan tabib Li. Mereka duduk bersebrangan di temani banyak gadis cantik Dengan baju setengah dada terbuka menampilkan dandanan sensual khas *******.
ekspresi tabib Li berubah keras dan menatap Hyun Ok dengan tajam. Ia hanya duduk diam menampik tangan para wanita ******* itu satu persatu.
" Aku merasa seperti telah ditipu oleh anak ini " ( gumam tabib Li menahan nafas kesal )
" Tuan muda, kudengar anda adalah tabib dewa. aah, bisakah memeriksa ku. Aku merasa panas dingin sekarang " ( goda wanita tersebut berusaha menyandar ke bahu tabib Li )
" Tuan Tabib sangat tampan, ini adalah ketampanan yang langka. ahaha... " ( balas wanita lainnya )
" Tuan muda Yeo, bukankah kamu bilang akan membawaku ketempat paling indah di dunia ? kenapa kita malah ada disini ?! " ( teriak tabib Li agar lebih keras dari suara wanita penggoda yang sibuk menggerayangi mereka )
" Apa ? tabib Li, inilah tempat paling indah. Dimana ada wanita - wanita paling cantik berkumpul, itulah tempat terindah di dunia. " ( balas Hyun Ok menggoda wanita disampingnya dan mengelus punggung terbuka mereka )
" Kuberi tahu padamu tabib Li, walaupun tempat ini tidak terkenal tapi semua wanitanya cantik dan seksi. Aku sudah membuktikannya. Nikmatilah, aku yang traktir. ๐ " ( cengir Hyun Ok sambil mengedipkan mata๐ layaknya seorang playboy profesional )
Melihat sikap Hyun Ok tabib Li kembali teringat saat mereka memasuki tempat tersebut, Hyun Ok di sambut oleh banyak wanita penghibur.
" Sepertinya kamu pelanggan tetap di tempat ini. Nikmatilah sendiri. Aku tidak tertarik. "
Tabib Li beranjak dan menghempas lengan bajunya menyingkirkan wanita penghibur dengan kasar.
" Ternyata dia adalah pria mata keranjang, aku salah berpikir kalau dia itu seorang gadis " ( rutuk tabib Li sambil keluar dari tempat tersebut )
Hyun Ok merasa bingung melihat tabib Li yang pergi dengan wajah kecut.
" Sudah selesai, terimakasih atas pertunjukan kalian " ( mengeluarkan sekantong uang perak sebagai bayaran )
Hyun Ok pun pergi menyusul tabib Li.
__ADS_1
Bersambung..