
Sebulan berlalu sejak aku memutuskan untuk tinggal di bagian barat kerajaan, segalanya tidak berjalan mudah disini. Belum kutemukan sumber air dan korban berjatuhan semakin bertambah karena masih banyak dari mereka yang mengonsumsi air kotor. Apalagi ini, selesai masalah pangan dan sekarang obat-obatan mulai habis menipis. Tanpa tenaga dan semangat yang mulai luntur, ku pandang lekat - lekat keadaan memprihatinkan di hadapanku saat ini. Tanpa terasa air mata sudah meluncur deras dari pelupuk yang sembab.
" Yeo Hyun Jae, hapus air matamu. Pria tidak boleh menunjukkan air mata dihadapan orang lain. " ( tabib Li menghampiri dan memberikan sebuah kain kecil pada Hyun Ok )
" Tabib Li, mianhae. Mianhae,, apa yang kulakukan disini. aku tidak bisa membantu apapun.. " ( kutahan suara parau dan sesenggukan lalu kuraih kain kecil dan dengan kasar ku hapus jejak air mata yang membekas dipipi )
" Hmmm " ( terdengar desahan nafas kasar dari tabib Li )
" Tidak apa, kamu sudah berusaha " ( tambah tabib Li menepuk pundakku berusaha menghibur )
" Tabib Li ! " ( seorang asisten tabib wanita berlari terburu - buru memanggil tabib Li "
Tabib Li menoleh ke asal suara dan mereka berbincang sebentar, pikiran yang melayang ini membuatku tak mendengar apa yang dikatakan tabib Li sebelum akhirnya dia pergi bersama asisten tabib wanita itu.
" Kemana lagi aku harus mencari " ( gumamku dalam hati )
" Sudah sebulan aku menghabiskan tenaga dan pikiran, namun belum juga kutemukan sumber air. Tempat ini benar - benar kering. "
Dengan tekad dan tenaga yang tersisa, tanpa terasa aku berjalan lebih jauh dari biasanya, ke dalam lembah dan semak belukar, terus menuruni jalanan curam bebatuan.
" Hahh. hahh.. hah.. hufftt.. " ( ku seka keringat di pelipis dengan lengan baju )
" Sudah seharian aku berjalan, apa tempat ini tidak punya harapan lagi ? " ( baru terasa semakin lemas kaki yang terus saja berjalan tanpa henti )
Akupun duduk begitu saja diantara rerumputan kering berwarna cokelat sambil menjulurkan kaki yang sudah mulai mati rasa. Matahari sudah memunculkan semburat oranye sesuka hati tanpa melihatku yang mulai putus asa mencari sumber air.
" Aku tidak akan kembali sebelum menemukan sesuatu "
Bagai dibakar semburat cahaya senja semangatku yang hampir habis kulecut kembali lalu kulangkahkan kaki ini melanjutkan perjalanan, tak lupa pula kuberikan tanda goresan pada batang pohon yang dilewati satu persatu.
CLAK ! CLAK ! CLAK !
" Hup, itu,, "
Langkahku berhenti kala kudengar suara tetesan. Mataku menelanjangi keadaan disekitar dengan teliti mencoba mencari asal suara. Ketika hendak berjalan memutar hampir saja aku terjatuh, sontak saja kutarik dahan yang ada tak jauh untuk berpegangan hingga aku tertahan. Saat melihat kebawah kaki, terdapat lumut hijau disana.
" Lumut ?! " ( perasaan gembira dan harapan menyeruak begitu saja dikepalaku )
Kuikuti jejak tumbuhnya lumut itu hingga sampai ke sebuah Gua yang disinari cahaya matahari senja yang mulai tenggelam. Kuhirup sebanyak mungkin udara dari dalamnya. Lumut itu berhenti didalam gua. Hijau dan basah. Aku berlari riang kedalam dan betapa terkejutnya sewaktu kulihat jalan buntu, gua ini tak terlalu besar, batu lembab di sekelilingnya cukup untuk menegaskan bahwa ada sumber air didalam sini. Tapi tidak peduli sebanyak berapa kali aku memastikan, tidak ada jalan lain di gua ini.
" Kenapa, aku yakin pasti ada disini. Kenapa tidak ada.. hhahh hahh.. " ( pandangan Hyun Ok mulai gelap dikuasi lelah dan akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri )
Malam pun datang dan semakin larut. Para warga dan tabib Li beristirahat dari kegiatan mereka. Tabib Li mencari Hyun Ok yang dikenalnya sebagai Hyun Jae kemana mana namun tidak juga dia temukan di manapun.
" Tuan Zhen " ( panggil pengawalnya )
__ADS_1
" Tebakan tuan benar, kemarin aku memergoki kepala desa sedang berbincang diluar gerbang dengan beberapa orang yang sepertinya berasal dari ibukota "
" Baiklah, sudah mendapatkan bukti yang kita cari bukan, sekarang waktunya bertindak "
Tabib Li pun kembali ke gubuk tempat peristirahatan dan menulis sebuah surat rahasia.
" Kirimkan surat ini pada Putra Mahkota "
" Apakah kita bisa mempercayai Putra Mahkota ? "
" Akan kita coba " ( jawab tabib Li dengan pandangan menerawang )
" Tunggu. " ( cegah tabib Li )
" Apakah kamu ada melihat Hyun Jae seharian ini ? "
" Hyun Jae ? eummm, sepertinya aku baru melihat dia satu kali sewaktu pagi tadi. ada apa tuan Zhen ? "
" Aneh sekali, setelah tadi pagi aku juga tidak melihatnya lagi di manapun. Cobalah sekalian periksa kamarnya, apakah dia telah kembali atau belum. "
" Baik tuan "
Setelah mengirimkan surat pada mata - mata diluar gerbang pengawal tabib Li kembali dan berbelok arah mengetuk pintu kamar Hyun Jae. Tok tok tok !
Tok tok !
" Apakah kamu didalam ? "
Sambil menunggu jawaban, keadaan tetap hening. Dicobanya lagi mengetuk pintu kamar lebih keras sembari memanggil nama Hyun Jae. Duk ! Duk ! Duk !
" Tuan Hyun Jae ?! anda ada didalam ? tabib Li menanyakan anda. aku akan masuk untuk sekadar memeriksa. " ( jelasnya meminta izin )
Krieet.. Setelah melihat kamar Hyun Jae yang Kosong tak tersentuh pengawal itupun kembali menghadap pada tabib Li yang sedang bersiap untuk tidur. Diurungkan niatnya untuk melaporkan hal yang telah dilihatnya dan kemudian kembali ke kamar tempat lainnya menginap.
Gelisah terus saja menghantui hingga tabib Li kembali terbangun.
" Kemana dia, kenapa tidak melaporkan padaku tentang Hyun Jae ? "
" hhh, mungkin dia sudah memeriksa dan baik - baik saja ?.. " ( gumam tabib Li yakin )
Tabib Li kembali melanjutkan tidurnya tanpa khawatir.
Sebaliknya, keadaan di lembah sekitar gua tempat Hyun Ok terbaring pingsan, beberapa hewan liar lewat begitu saja tidak jadi memasuki gua karena dinginnya yang menguar.
Cit Ciiitt Cittt .., sayup - sayup suara burung terdengar dari luar gua dan membangunkan Hyun Ok.
" Auhh, dingin sekali. " ( ringisnya memeluk diri sendiri )
__ADS_1
" Tunggu dulu, bukankah itu matahari ? " ( otakku mencoba berpikir keras melihat keadaan diluar yang mulai terang )
" Haa ! "
Dengan terkejut aku bangun dan melihat keadaan di sekeliling.
" Aku pingsan dan tidur semalaman disini ? "
Kugelengkan kepala beberapa kali mencoba menyadarkan diri. Sambil memeriksa keluar gua, kudapati beberapa jejak besar hewan liar yang lewat, mungkin tadi malam. Yaah, untung saja gua ini dingin. Gumamku merasa lega.
" Aku yakin pasti disekitar sini. " ( kataku yakin dan kembali kedalam gua memeriksa dindingnya lebih teliti )
Tak Tak Tak
Buk bUk bUk
Crak Crak Crak
Kudapati dinding yang lebih lembab dari yang lain, dan benar saja. Lumut yang kemarin kuikuti berhenti dibawah batu dinding tersebut. Tanahnya terlihat lebih basah daripada di tempat lain. " Benda tajam " kata - kata itulah yang pertama kali muncul dari benakku. Kucari batu sedikit lebih besar berujung runcing dan ku hempaskan sekuat tenaga ke sumber rembesan itu.
πππππππ
Pagi - pagi sekali tabib Li dan pengawalnya sudah lebih sibuk dari yang lain. Mereka terus mencari di penjuru desa, jejak Yeo Hyun Jae yang hilang begitu saja dalam semalam.
" Kenapa tidak langsung melaporkan hal ini padaku semalam ?! " ( Tanya Tabib Li menggunakan bahasa mereka )
" Tuan Zhen, anda terlihat sangat lelah. Aku tidak ingin waktu istirahat Anda terkuras, kukira Anak itu sudah akan kembali "
" Sudahlah, ayo kita cari anak itu, Hyun Jae. ke tempat lain. " ( titah Li Jiazhen menahan emosi )
Dibantu beberapa orang pengawal dan warga desa mereka mencari ke dalam hutan tempat biasa Hyun Jae mencari sumber air namun tak didapatinya jejak Hyun Jae.
" Tabib Li, jika masuk lebih ke dalam ada beberapa hewan buas. Tidak mungkin utusan Putri Mahkota kesana, berbahaya " ( sergah seorang pengawal )
Tabib Li hanya berdiam diri kemudian mengatakan
" Baiklah, kembalilah lebih dulu. Aku akan memeriksa lebih jauh, jika ada dari kalian yang ingin ikut membantu aku akan sangat berterima kasih " ( jelas tabib Li dan menelusuri jalanan masuk lembah berbatu tempat Hyun Ok kemarin. )
Tabib Li memutuskan hal itu setelah melihat tanda goresan di batang pohon dari jauh melalui matanya yang tajam. Beberapa dari pengawal dan warga terbagi menjadi dua, ada yang kembali dan ada yang memutuskan untuk tetap ikut mencari keberadaan Hyun Jae.
" Tanda pertama " ( Kata tabib Li meyakini bahwa itu adalah jejak yang ditinggalkan oleh Hyun Jae )
" Para warga, apakah kalian yakin tidak pernah ada yang masuk ke lembah ini sebelumnya ? " ( tanya tabib Li berbalik sambil menunjukkan tanda dipohon )
" Kami yakin tidak ada " ( jawab salah satu ahjussi menambahkan )
" Kalau begitu kita ikuti tanda ini " ( tabib Li berbalik lebih dulu mencari jejak pohon berikutnya diikuti pengawal yang selalu setia dibelakangnya )
__ADS_1
π¬οΈBersambung..